Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Apa yang kamu pikirkan?


__ADS_3

" Sama aku juga belum mengantuk," jawab Sela sambil memalingkan wajahnya menatap ke arah langit untuk melihat bintang-bintang bertaburan sambil menutupi perasaannya.


" Apa yang kamu pikirkan?" tanya presdir Axel yang tahu kalau Sela sedang memikirkan sesuatu.


" Tidak ada," jawab Sela tanpa menatap ke arah Presdir Axel.


Presdir Axel hanya terdiam sambil ikut menatap langit melihat bulan dan bintang - bintang di langit bertaburan dengan sangat indahnya walau dalam hatinya lebih indah memandangi wajah cantik Sela sedangkan Sela menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk menghilangkan rasa sesak di hatinya.


" Kak Axel, bolehkah aku minta satu hal?" tanya Sela tanpa menatap wajah Presdir Axel setelah lama mereka saling terdiam.


" Minta apa?" tanya Presdir Axel sambil masih menatap bintang - bintang di langit.


" Jika seandainya aku tiada tolong jaga keluargaku dan lindungi keluargaku," pinta Sela


Deg


Jantung Presdir Axel berdetak kencang mendengar permintaan Sela membuat Presdir Axel menatap ke arah Sela yang masih menatap ke arah langit - langit agar air matanya tidak jatuh.


" Kenapa kamu bilang seperti itu?" tanya Presdir Axel sambil menatap Sela dari arah samping.


" Aku tidak tahu, lupakan saja apa yang aku katakan," ucap Sela sambil memalingkan wajahnya dan menatap wajah tampan Presdir Axel sambil tersenyum manis untuk menutupi luka hatinya.


" Aku sangat mengantuk, selamat malam," ucap Sela sambil membalikkan badannya dan masuk ke dalam kamarnya.


Presdir Axel ingin rasanya memanggil Sela tapi di tahannya hingga tidak berapa lama terdengar suara tangisan Sela yang membuat hatinya terasa sangat sakit.


" Kenapa Sela menangis? Kenapa hatiku sangat sakit ketika mendengar Sela mengangis?" tanya Presdir Axel.


" Tidak Axel, kamu tidak boleh goyah kematian mommy harus kamu balas agar Nathan merasakan apa itu kehilangan dua wanita yang di sayanginya Sela dan Seli," ucap Presdir Axel


Presdir Axel mengeluarkan ponselnya kemudian menghubungi seseorang dan panggilan pertama langsung di angkat hingga lima menit kemudian Presdir Axel selesai mengatakan sesuatu dan sambungan komunikasi pun terputus.


Karena lelah Presdir Axel membalikkan badannya dan berjalan ke arah kamarnya untuk beristirahat sedangkan tanpa sepengetahuan Presdir Axel kalau Sela mendengar semua percakapan Presdir Axel dengan seorang wanita membuat dirinya bertambah sakit.

__ADS_1


" Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku mengatakan ke dua orang tuaku?" tanya Sela ragu.


Sela sangat lelah baik lelah fisik maupun lelah hati hingga sela berbaring di ranjang dan tidak berapa lama dirinya tertidur dengan pulas, Sela hanya berharap semoga besok lebih baik dari pada hari ini.


Malam berganti pagi dan seperti biasa mommy Maya, Sela dan Seli bangun pagi - pagi untuk memasak bersama terlebih ada dua orang pria calon suaminya Sela dan Seli maka mommy Maya sengaja memasak spesial untuk ke dua pria tersebut hingga setengah jam kemudian mereka sudah selesai memasak bersama.


" Mommy baru perhatikan kalau wajahmu agak sembab, habis menangis?" tanya mommy Maya sambil mengangkat dagu putrinya.


" Iya mom," jawab Sela yang tidak bisa berbohong.


" Kenapa kamu menangis? Memikirkan kejadian semalam?" tanya mommy Maya dengan nada lembut


" Iya mom, Sela merasa bersalah dan telah membuat mommy, daddy dan keluarga besar malu," jawab Sela dan tidak berapa lama air matanya keluar.


( ' Maafkan Sela mom, kalau Sela saat ini belum bisa jujur karena Sela ada rencana sendiri dan semoga saja kak Axel tidak melukai keluargaku,' ucap Sela dalam hati ).


Grep


" Sayang, kejadian ini di luar kehendakmu yang patut di salahkan gadis dan ke empat pria itu," jawab mommy Maya sambil memeluk Sela.


" Kamu ingat ketika kamu menolong seorang gadis ketika gadis itu di paksa untuk meminum anggur oleh ke empat pria dan kamu menolongnya dengan cara meminumnya?" tanya mommy Maya berusaha mengingatkan kejadian kemarin malam sambil membelai wajah pucat putrinya namun masih terlihat cantik.


" Iya aku ingat," jawab Sela. LM


" Mereka berkerja sama agar kamu meminum anggur tersebut yang sudah ditambahkan obat pe ran sang agar kamu dan ke empat pria itu..." ucap mommy Maya menggantungkan kalimatnya.


" Kenapa mereka sangat jahat sama Sela padahal Sela tidak mengenal mereka," ucap Sela yang mengerti kalimat mommy Maya selanjutnya.


" Mommy tidak tahu ketika mereka mau di tangkap di rumah masing - masing, mereka sudah ma ti dengan cara meminum racun jadi kami tidak tahu siapa pelakunya," jawab mommy Maya.


'' Orangnya jahat sekali mom," ucap Sela.


" Benar, jadi untuk sementara ini kalian berdua jangan pergi sendiri jika kalian benar - benar ingin pergi maka kalian harus di temani kekasih kalian atau di temani kakak kalian karena mommy dan Daddy tidak tahu siapa pelakunya." ucap mommy Maya sambil menggenggam ke dua tangan Sela dan Seli.

__ADS_1


" Baik mom," jawab Sela dan Seli serempak.


" Sela, kenapa menangis lagi?" tanya mommy Maya.


" Sela masih merasa bersalah mom," jawab Sela.


( ' Maafkan Sela mom, Sela menangis karena Sela sangat takut kehilangan kalian. Jika aku menikah dengan kak Axel aku akan berusaha agar kak Axel tidak meneruskan dendamnya,' ucap Sela dalam hati ).


" Sstttttt... Sudah jangan dipikirkan ini bukan salahmu," ucap mommy Maya sambil menghapus air mata Sela dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.


" Kak Sela, apa yang dikatakan sama mommy benar yaitu kakak jangan pernah merasa bersalah karena ini bukan salah kakak," ucap Seli sambil menggenggam ke dua tangan Sela.


" Kami semua mendukungmu dan tidak marah jadi kamu jangan sedih ya? kalau kamu sedih mommy dan daddy lebih sedih," ucap mommy Maya.


Grep


" Mommy dan Seli terima kasih," jawab Sela sambil memeluk mommy Maya dan Seli.


" Mommy Maya dan Seli membalas pelukan Sela dan tidak berapa lama mereka melepaskan pelukannya sambil tersenyum, Sela sangat bahagia keluarganya tidak marah padanya dan mengerti kalau keadaan yang memaksa Sela melakan itu,


" Maaf mommy dan kak Sela sebentar lagi para pria akan makan bersama bagaimana kalau kita mandi dulu?" tanya Seli.


" Ok," Jawab mommy Maya dan Sela serempak


" Sela nanti kamu pinjam pakaian milik Delon dan berikan pada Axel dan kamu Seli pinjam pakaian milik Jimmy dan berikan pada Albert," perintah mommy Maya.


" Baik mom," jawab Sela dan Seli serempak.


Mereka pun berjalan ke arah tangga dan menaiki anak tangga satu persatu menuju ke kamar masing - masing.


Tanpa sepengetahuan mereka sepasang mata menatapnya dengan tatapan kebencian hingga mommy Maya, Sela dan Seli pergi meninggalkan ruang makan.


Gadis cantik itu mengambil botol kecil dari saku celananya kemudian memasukkan sesuatu ke dalam 8 makanan tersebut setelah selesai melakukan aksi jahatnya gadis cantik tersebut pergi meninggalkan ruang makan tersebut.

__ADS_1


" Rasakan pembalasanku, salah siapa kalian pilih kasih," ucap gadis cantik tersebut siapa lagi kalau bukan Dita.


__ADS_2