
" Baik tuan," jawab mereka serempak
Dor Dor Dor Dor
Dua anak buah mafia melihat ada dua cctv yang berada di tiang dan langsung di tembak hingga hancur berkeping - keping bersamaan layar laptop milik Alviana dan Dennisa langsung gelap gulita. Hal itu membuat Alviana memasang kembali earphone bluetooth untuk melapor ke daddy Alvonso.
" Daddy, aku tidak bisa meretas cctv," lapor Dennisa.
" Sama dad, aku juga tidak bisa," sambung Alviana.
" Untuk Alviana, kamu retas cctv yang masih berfungsi dan untuk Dennisa kamu retas cctv di lingkungan mansion dan sekitarnya." perintah daddy Alvonso sambil melihat pergerakkan musuh lewat teleskop.
" Baik dad," Jawab Alviana dan Dennisa serempak.
" Si*l, kloter ke tiga mereka serempak jalan semua." umpat daddy Alvonso sambil berpikir.
" Dennis dan Arlan kalian tembak pengemudi motor di jam 12 dan jam 2," Perintah daddy Alvonso.
" Baik dad," jawab Dennis dan Arlan serempak.
dor dor
" Akhhhhhhhhhhh....." teriak ke dua pengemudi motor serempak.
bruk bruk
Ke dua motor itupun langsung ambruk, dua pengemudi motor langsung meninggal di tempat sedangkan yang duduk di jok belakang meringis menahan rasa sakit pada tubuhnya.
" Cantika istri Aleandro arah jam 4, Claudia arah jam 7, Quenby arah jam 10 dan khusus Maya arah jam dua belas tembak orang yang sedang berjalan ke arah mobil yang satunya biar paman yang menembaknya. Sedangkan yang lainnya tembak pengemudi motor." perintah daddy Alvonso.
Daddy Alvonso melihat dua orang yang tadi jatuh dari motor berusaha untuk berdiri dan berjalan ke arah dua mobil yang tiba-tiba menghentikan kendaraannya karena menolong ke dua temannya agar masuk ke dalam mobil yang sudah penuh.
" Baik paman," jawab mereka serempak.
__ADS_1
dor dor dor dor dor
" Akhhhhhhhhhhh....." teriak ke lima pria tersebut.
3 pengemudi motor dan dua pria yang tadi jatuh dari motor membuat mereka berteriak kesakitan karena terkena luka tembak.
bruk bruk
Daddy Alvonso, Cantika istri Aleandro, Claudia, Quenby dan Maya tembakannya tepat mengenai keningnya hingga mereka mati di tempat.
Dor
Daddy Alvonso mencoba menembak salah satu kaca mobil depan tapi ternyata pelurunya tidak mempan karena mobilnya anti peluru.
" Jangan menembak lagi tunggu mereka masuk ke dalam mansion karena mobil mereka anti peluru." Ucap Daddy Alvonso.
" Baik dad," jawab mereka serempak.
" Daddy, di jam tiga ada iringan mobil sepertinya mereka meminta bantuan," ucap Arlan dengan menggunakan teleskop jarak jauh.
" Bantuan dari sahabat daddy dan paman Thomas juga datang tapi masih jauh," ucap daddy Alvonso.
Maya dengan serius menatap ke arah mereka untuk mencari celah kelemahan mereka lewat teleskop jarak jauh hingga dirinya melihat ada satu mobil berhenti kemudian empat orang keluar dari mobil dan berjalan ke arah pohon dan Maya tahu apa yang akan mereka lakukan.
Dor Dor
" Akhhhhhhhh..." Teriak ke dua pria tersebut.
Bruk Bruk
Ketika ke empat pria tersebut membuka resleting celananya dan asyik mengeluarkan air yang sejak tadi ditahannya tiba - tiba Maya menembak ke dua pria tersebut secara bergantian. Pria pertama dan ke dua langsung mati di tempat karena terkena tepat di samping keningnya, pria ke tiga dan ke empat langsung berlari ketika ke dua temannya mati di tempat.
Mereka tidak memikirkan tombak saktinya yang masih di luar celana yang juga ikut berlarian karena dipikiran mereka, mereka harus selamat.
__ADS_1
Membuat daddy Alvonso, Dennis dan Arlan tertawa lepas sedangkan Cantika istri Aleandro, Claudia dan Quenby menutup ke dua matanya dengan menggunakan ke dua tangannya hanya Maya yang fokus dengan dua pria itu hingga dirinya ada kesempatan untuk menembaknya membuat Maya menarik pelatuknya.
Dor Dor
" Akhhhhhhhh..." Teriak ke dua pria tersebut.
Bruk Bruk
Ke dua pria itupun meninggal di tempat sedangkan mobil yang tadi berhenti langsung melajukan mobilnya menuju ke mansion, singkat cerita kini mereka sudah sampai di mansion milik daddy Thomas.
Mansion milik daddy Thomas berada di tengah - tengah yang jauh dari mansion lainnya karena daddy Thomas menyukai suasana hening, mereka mengepung dengan segala posisi membuat keluarga Thomas dan daddy Alvonso serta penghuni mansion menembak dari segala arah.
" Anak - anak semuanya masuk ke dalam kolong tempat tidur dan tutup telinga kalian degan menggunakan ke dua tangan kalian," ucap Alviana.
" Baik tante," jawab mereka serempak.
Alviana yang mendapatkan informasi kalau semua anak buah mafia menyerang mansion dari segala sisi dan meminta Alviana bersama baby sister untuk ikut membantu menembak.
Suara tembakan saling bersahutan beberapa musuh banyak yang mati di tembak tapi karena kalah jumlah mereka berhasil masuk ke dalam mansion terlebih pistol milik Arlan, Dennis, Cantika istri Aleandro, Claudia, Quenby dan Maya kehabisan peluru.
" Daddy aku kehabisan peluru," ucap Dennis,
" Aku juga dad," sambung Arlan.
" Aku juga paman," sambung Cantika istri Aleandro, Claudia, Quenby dan Maya.
" Punya daddy masih ada tiga lagi, Arlan, Dennis dan Maya kalian ke tempatku dan yang lainnya gunakan tongkat untuk memukul musuh," perintah daddy Alvonso.
" Baik dad," jawab Arlan dan Dennis serempak
" Baik paman," jawab Cantika istri Aleandro, Claudia, Quenby dan Maya serempak.
" Daddy mereka berhasil masuk ke dalam mansion dan sebentar lagi mereka menaiki lift ke lantai 2, 3 dan 4 Dennisa akan bantu mommy dan yang lainnya," ucap Dennisa sambil membawa dua pistol dan tongkat seukuran telapak tangan jika di tarik tuasnya akan memanjang.
__ADS_1
" Ok," jawab daddy Alvonso singkat sambil berfikir apa yang harus dilakukan karena musuh semakin bertambah banyak sedangkan bantuan belum juga datang baik dari ke dua sahabatnya dan juga ke dua sahabat daddy Thomas serta anak - anaknya yang berada di luar negri dan anak - anak daddy Thomas.