Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Kenapa tangannya berdarah


__ADS_3

" Kalau aku kangen bagaimana?" Celetuk Quenby dan Fico bersamaan.


" Kalau kalian kangen, Fico bisa datang ke mansion." Ucap mommy Gloria


" Apakah kalian setuju? Jika tidak setuju berarti pernikahannya batal." Ancam daddy Thomas berbohong.


" Jangan!!!" Teriak Quenby dan Fico bersamaan lagi.


Daddy Thomas, mommy Gloria dan tuan Saverio hanya bisa menahan tawa melihat kekompakan Quenby dan Fico sedangkan Quenby dan Fico langsung melirik satu sama lain dengan wajah merona.


Tuan Saverio yang melihat perubahan yang super dahsyat terhadap putra kesayangannya yang biasanya tidak pernah tersenyum bahagia membuat dirinya berjanji untuk melindungi keluarga daddy Thomas dan berusaha menghilangkan jiwa psychophat pada dirinya dan juga berusaha untuk menasehati putranya Fico jika seandainya menyakiti perasaan Quenby.


" Aku akan datang ke mansion." Sambung pasrah dari pada tidak bertemu dengan kekasih yang sangat di cintainya.


" Baiklah, sebentar lagi sarapan pagi jadi Fico mandi dan untuk Quenby, mommy akan membantu melap tubuhmu." Perintah mommy Gloria.


" Baik mom." Jawab Quenby patuh.


" Baik tante." Jawab Fico bersamaan.


" Karena sebentar lagi kamu menjadi anggota keluarga kami maka mulai sekarang rubahlah nama panggilannya menjadi mommy dan daddy." Ucap mommy Gloria.


" Terima kasih mom, dad." Jawab Fico sambil tersenyum bahagia.


Mommy Gloria dan daddy Thomas menganggukkan kepalanya kemudian daddy Thomas berjalan ke ruang kerja untuk menemui putra - putranya yang sedang menunggu dirinya sedangkan mommy Gloria dan Quenby berjalan ke arah kamar Quenby untuk membersihkan tubuh Quenby yang lengket.


Tuan Saverio dan Fico melihat mereka sudah berjalan ke tempat yang berbeda membuat mereka berjalan menuju ke arah kamar tamu.


" Daddy." Panggil Fico setelah mereka masuk ke dalam kamar tamu.


" Hmmm.." Jawab tuan Saverio berupa deheman sambil berjalan ke arah kursi dengan diikuti oleh Fico.


" Kenapa ke dua orang tua Quenby mendadak merestui kami?" Tanya Fico penasaran sambil membuka pakaiannya.


" Karena ayahnya Quenby melihat kamu turun dari ranjang dan takutnya kalian berdua tidak bisa menahan diri terlebih kamu yang sudah pernah merasakannya." Ucap tuan Saverio yang sudah tahu sifat anaknya sambil duduk di sofa.


" Hehehe.." Fico tertawa terkekeh - kekeh.

__ADS_1


" Ingat Fico, kamu sudah mendapatkan lampu hijau dari keluarga besar Quenby jadi daddy minta jangan kamu sia - siakan Quenby terlebih menyakitinya karena daddy merasa keluarga Quenby sangat baik dan berbeda dengan keluarga lain." Ucap tuan Saverio menasehati putra kesayangannya.


" Terima kasih dad sudah menasehati Fico, Fico juga merasakan nyaman dengan Quenby terlebih semua anggota keluarganya rukun." Ucap Fico dengan jujur.


" Kamu benar, mereka tidak seperti keluarga daddy yang saling merebutkan harta warisan bahkan saling membunuh." Ucap tuan Saverio.


" Iya dad, sampai kita terpaksa membunuh semua anggota keluarga daddy karena ingin membunuh daddy dan juga aku agar mendapatkan semua warisan milik daddy." Ucap Fico.


" Iya benar, sedangkan keluarga besar Quenby tidak ada satupun yang membicarakan tentang warisan malah mereka meminta bantuan jika mengalami kesulitan." Ucap tuan Saverio.


" Benar dad, bahkan kemarin malam saja Quenby meminta bantuan saudara kembarnya untuk mengurus perusahaannya." Ucap Fico.


" Karena itulah Fico, mereka sangat baik pada kita tanpa memperdulikan masa lalu kita jadi daddy berharap kamu jangan sakiti Quenby." Pinta tuan Saverio.


" Baik dad." Jawab Fico


" Sekarang kamu mandilah, daddy akan duduk di sofa menunggu dirimu mandi." Ucap tuan Saverio.


" Baik dad." Jawab Fico sambil berjalan ke arah kamar mandi.


Fico menyalakan air shower untuk membersihkan tubuhnya yang lengket hingga sepuluh menit kemudian Fico keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk.


" Hanya luka kecil dad." Jawab Fico sambil mengambil pakaiannya dan memakainya.


Tuan Saverio hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Fico sambil senyum - senyum sendiri membuat Fico menatap tuan Saverio dengan tatapan bingung.


" Kenapa daddy menggeleng - geleng kan kepala dan senyum sendiri?" Tanya Fico penasaran.


" Daddy tahu, kamu tidak perduli agar Quenby memperhatikanmu dan mengobati lukamu, benar bukan tebakan daddy?" Tanya tuan Saverio.


" Hehehe... Benar dad." Ucap Fico sambil terkekeh - kekeh karena akal bulusnya bisa di tebak oleh tuan Saverio.


" Kamu sudah selesai berpakaian, ayo kita keluar tidak enak dengan mereka karena menunggu kita terlalu lama." Ucap tuan Saverio


" Baik dad." Jawab Fico.


Ke dua pria tampan berbeda umur keluar dari ruangan kamar tamu menuju ke ruang makan dan ternyata benar kata tuan Saverio kalau mereka semua sudah berkumpul di ruang makan.

__ADS_1


Fico duduk di tengah - tengah antara tuan Saverio dengan Quenby, Quenby tersenyum malu kemudian para wanita mengambil makanan masing - masing dari yang lebih tua hingga giliran Quenby.


Quenby meminta maaf ke tuan Saverio kemudian mengambil piring tuan Saverio membuat tuan Saverio dan Fico bingung dengan apa yang dilakukan oleh Quenby setelah piring terisi nasi dan makanan Quenby meletakkan piring tersebut ke tuan Saverio.


" Paman silahkan makan." Ucap Quenby


" Terima kasih sayang dan panggilah daddy sama seperti putraku memanggilku." Ucap tuan Saverio.


Tuan Saverio merasa terharu karena di keluarganya makan tinggal makan tidak pernah memperdulikan saudaranya sendiri begitu pula ketika dirinya menikah istrinya tidak pernah memperdulikan dirinya karena sibuk dengan dunianya sendiri.


" Sama - sama dad." Ucap Quenby sambil mengambil piring milik FIco.


Sama seperti yang dilakukan tuan Saverio, Quenby mengisi makanan ke piring Fico dan diletakkan di depan Fico kemudian mengambilnya untuk dirinya sendiri kemudian berlanjut ke Maya mengambil piring untuk suaminya kemudian ke dirinya sampai yang paling terakhir yaitu Cantika.


" Aku sendiri yang mengambil makanan sedangkan yang lainnya di ambilkan sama pasangannya." Ucap Yohanes dengan wajah di tekuk.


" Tenang dek, bulan depan kamu tidur tidak sendiri lagi dan kalau makan diambilkan oleh istri." Ucap Aleandro.


" Satu bulan kok rasanya lama ya." Keluh Yohanes.


" Mau tukeran sama kakak?" Tanya Quenby penuh harap.


" Aish enak aja yang ada malah tambah lama kasihan tombak sakti ku." Ucap Yohanes.


" Auch mommy, daddy sakit." Ucap Yohanes ketika dirinya di jewer oleh mommy Gloria dan daddy Thomas karena dirinya berada di tengah - tengah mereka.


" Biarin, awas ya jangan macam - macam sama calon menantu mommy." Ucap mommy Gloria sambil melepaskan tangannya yang digunakan menjewer telinga Yohanes.


" Sudah waktunya makan." Ucap daddy Thomas.


" Baik dad." Ucap mereka serempak.


" Nathan giliran kamu berdoa." Ucap mommy Gloria.


" Baik mom." Jawab Nathan.


Nathan mulai memimpin doa setelah hampir lima menit akhirnya Nathan selesai doa makan dan merekapun makan dalam diam tanpa ada satupun yang berbicara kecuali Fico. Fico kesulitan makan karena tangannya terluka sedangkan tuan Saverio sudah terbiasa tangannya terluka jadi tidak pernah merasakan sakit sedikitpun sedangkan Quenby yang melihat perban di tangan Fico ada noda darah meletakkan kembali sendoknya.

__ADS_1


" Kak Fico kenapa tangannya berdarah?" Tanya Quenby sambil memegang perlahan tangan Fico.


__ADS_2