
" Saya hanya ingin menanyakan apakah tuan Nathan disatukan ruangan dengan nona Seli atau ruangan sendiri?" tanya Jessica
" Adikku sakit apa?" tanya Lemos dengan nada kuatir
" Putriku Seli kenapa dok?" tanya daddy Nathan dengan nada ikut kuatir
" Ponakanku kenapa dok? tadi keluar dari ruangan sini baik - baik saja?" tanya Fico dan Aska serempak
" Nona Seli hanya kelelahan dan besok sudah sehat kembali dan maaf tuan Nathan apakah mau disatukan dengan nona Seli atau di ruang perawatan berbeda?" tanya Jessica
" Disatukan dengan putriku," jawab daddy Nathan
" Baik tuan, nanti pihak rumah sakit akan memindahkannya," ucap Jessica sambil melepaskan semua selang yang menempel di tubuh Nathan dengan di bantu perawat kecuali selang infus.
" Istri dan putriku Sela, bagaimana?" tanya daddy Nathan sambil menatap ke arah mommy Maya dan Sela
" Nyonya besar dan nona Sela masih koma, saya hanya minta sering - seringlah di ajak komunikasi walau tidak bisa menjawab ucapan kita tapi saya yakin nyonya besar dan nona Sela akan mendengarnya." ucap Jessica dengan nada lembut.
" Terima kasih dok," jawab daddy Nathan.
" Sama - sama tuan, kalau begitu saya permisi dulu karena mau mengecek pasien lain," jawab Jessica
" Ok," jawab daddy Nathan singkat.
Jessica tersenyum kemudian pergi meninggalkan mereka dengan diikuti oleh perawat yang sejak tadi menatap para pria tampan tanpa berkedip berbeda dengan Jessica bersikap biasa saja.
" Lemos, dokternya cantik jantungmu berdebar tidak?" tanya Aska usil
" Tidak," jawab Lemos singkat dan padat.
" Aish, padahal dokter itu cantik lho," goda Aska.
" Paman Aska, nanti aku adukan sama tante Kasandra kalau paman Aska menggoda dokter dengan mengatakan dokter cantik," ucap Lemos sambil tersenyum devil.
" Aish, kak Nathan kenapa putramu Lemos menyebalkan ya? Padahal kan aku berniat menjodohkan ponakanku yang tampan ini dengan gadis baik - baik karena aku merasa dokter Jessica adalah gadis baik - baik," ucap Aska
" Kamu kan tahu sendiri putraku bagaimana? kalau sudah waktunya nanti juga bertemu dengan jodohnya," ucap daddy Nathan.
" Kamu juga dulu suka sama adik kembarku Cantika tapi kamu menikahnya dengan Kasandra, apa jangan - jangan buat pelarian?" tanya daddy Nathan sambil menatap adik iparnya.
" Aku baru tahu dad, ceritakan dad," pinta Lemos.
" Baca saja novel karangan Yayuk Triatmaja," ucap daddy Nathan
" Novelnya banyak dad sekitar 23 judul, judulnya apa dad?" tanya Lemos penasaran
__ADS_1
" Mafia VS Psychophat," jawab daddy Nathan
" Baik dad, nanti aku baca," jawab Lemos
" Oh ya kembali ke pertanyaan awal, Aska apakah kamu mencintai Kasandra atau hanya sebagai pelarian?" tanya daddy Nathan
" Awalnya memang suka tapi setelah ketemu dengan Kasandra aku baru sadar ternyata suka sebagai hubungan kakak dengan adik bukan sebagai kekasih dan kak Nathan tahu sendiri hanya daddy angkat ku dan Cantika yang benar - benar tulus menyayangiku," jawab Aska
" Baguslah," jawab daddy Nathan singkat sambil bangun dari ranjang.
" Mau kemana dad?" tanya Lemos sambil membantu daddy Nathan bangun.
" Mau kemana kak / Nathan?" tanya Aska dan Fico bersamaan
" Mau melihat istri dan putriku," jawab Nathan
Dengan di bantu Aska dan Fico, Nathan berjalan ke arah mommy Maya dan duduk di samping ranjang sambil menatap sendu istrinya.
" Sayang, bangunlah aku sangat merindukan dirimu," ucap daddy Nathan sambil menggenggam tangan mommy Maya kemudian mengecup punggung tangan mommy Maya.
Cup
Daddy Nathan mengecup kening istrinya agak lama hingga tidak berapa lama air matanya keluar dan membasahi ke dua mata mommy Maya dan tiba - tiba terdengar suara lenguhan dari mommy Maya membuat daddy Nathan duduk dengan tegak.
" Sayang," panggil daddy Nathan ketika mommy Maya membalas genggaman tangannya.
" Haus," ucap mommy Maya dengan nada lirih sambil membuka matanya.
" Sebentar sayang," ucap daddy Nathan.
" Adakah yang membawa minuman?" tanya daddy Nathan
" Tidak ada dad / kak / Nathan," ucap Lemos, Aska dan Fico bersamaan
Selesai mengatakan Lemos langsung menekan bel panggilan darurat yang menempel di dinding dekat ranjang mommy Maya dan tidak membutuhkan waktu lama dokter dan perawat datang menemui mereka.
" Ada yang bisa kami bantu tuan - tuan?" tanya Jessica
" Istriku sudah sadar tolong di periksa dok," pinta daddy Nathan
" Baik tuan," jawab Jessica.
Jessica berjalan ke arah ranjang untuk memeriksa kondisi mommy Maya setelah lima menit kemudian Jessica dengan di bantu perawat melepaskan semua selang yang menempel di tubuh mommy Maya kecuali selang infus.
" Kondisi nyonya sudah membaik dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan, apakah mau dijadikan satu ruangan?" tanya Jessica
__ADS_1
" Satukan saja dok," jawab daddy Nathan
" Baik tuan," jawab Jessica
Mommy Maya melihat Sela masih berbaring di ranjang dengan mata masih terpejam membuat mommy Maya berusaha bangun tapi tubuhnya masih melemah membuat daddy Nathan menahan tubuh istrinya.
" Daddy, aku ingin melihat Sela," mohon mommy Maya
" Tubuh mommy masih lemah jadi mommy istirahat dulu." ucap daddy Nathan
" Tapi dad..." ucapan mommy Maya terpotong oleh daddy Nathan
" Kalau mommy memaksakan, mommy tidak cepat sembuh dan ingat kita semua membutuhkan mommy," ucap daddy Nathan sambil menggenggam tangan istrinya dengan tatapan sendu.
" Benar kata daddy, kita semua membutuhkan mommy jadi mommy jaga kesehatan apalagi mommy kan baru sadar dari koma," ucap Lemos sambil menyentuh bahu mommy Maya dan menatapnya dengan sendu.
" Baiklah," jawab mommy Maya yang tidak tega melihat wajah sedih daddy Nathan dan Lemos.
Tidak berapa lama pintu ruang ICU terbuka lebar dua perawat masing - masing membawa brangkar berjumlah dua brangkar kemudian bersiap memindahkan tubuh mommy Maya tapi daddy Nathan melarangnya karena ke empat perawat tersebut berjenis kelamin laki - laki.
" Jangan di angkat, biar aku saja yang mengangkat istriku," ucap daddy Nathan yang tidak rela tubuh istrinya di sentuh pria lain.
" Maaf, tuan belum sembuh benar biar perawat yang mengangkat nyonya," ucap Jessica
" Sayang, benar kata dokter kalau daddy belum sembuh benar jadi biarkan dua perawat mengangkat tubuhku," ucap mommy Maya.
Daddy Nathan menatap tajam ke arah dua perawat tersebut sambil mengangkat tubuh mommy Maya tanpa memperdulikan ucapan istrinya hal itu membuat Lemos membantu mengangkat tubuh mommy Maya sedangkan Fico dan Aska tidak membantunya karena mereka tahu kalau daddy Nathan tidak suka tubuh istrinya di sentuh oleh orang lain termasuk keluarganya kecuali daddy Nathan tidak ada barulah mereka berani mengangkat tubuh mommy Maya.
Walau daddy Nathan baru sadar dari koma tubuhnya sanggup mengangkat tubuh istrinya kemudian daddy Nathan membaringkan tubuh istrinya perlahan ke brangkar setelah selesai daddy Nathan berjalan ke arah Sela untuk melihat kondisinya.
" Nanti aku akan jalan ke ruang perawatan dan Lemos temani mommy," ucap daddy Nathan
" Baik dad," jawab Lemos
Lemos dan dua perawat mendorong brangkar di mana mommy Maya berbaring menuju ke ruang perawatan VVIP dengan diikuti oleh Jessica dan perawat yang mendampingi Jessica.
" Kak Fico dan Aska kalian istirahatlah karena sudah malam," ucap daddy Nathan.
" Aku belum mengantuk kak," ucap Aska
" Aku juga," jawab Fico
" Oh ya, ada yang ingin aku tanyakan sama kalian," ucap daddy Nathan
" Tanya apa?" tanya Fico dan Aska serempak.
__ADS_1