
" Tidak berapa lama terdengar suara ketukan pintu membuat Kevin dan Gadis saling memandang.
" Bagaimana ini kak?" Tanya Gadis dengan nada panik sambil memeluk tubuh Kevin yang sama-sama polos membuat adik kecil Kevin memegang kembali.
" Biarin saja." Ucap Kevin dengan nada mulai berat sambil membalas pelukan Gadis.
" Tapi kak, kalau kak Bela nyari kakak bagaimana?" Tanya Gadis.
Kevin terdiam sesaat sambil menatap ke arah lantai.
" Si*l ponselku ada di kamar Bela." Ucap Kevin baru teringat pakaian dan ponselnya berada di kamar Bella.
" Terus bagaimana ini kak, dari tadi kakak mengetuk pintu terus." Ucap Gadis dengan wajah pucat pasi.
" Biarkan saja nanti juga berhenti." Ucap Kevin dengan nada santai.
tok tok tok
" Gadis, ini kakak." Panggil Bela sambil mengetuk pintu.
Karena tidak ada sahutan Bela mendorong pintu kamar Bela tapi terkunci. Bela mengembuskan napasnya dengan perlahan sambil berpikir.
" Kak Kevin kemana sih? Pakaian kak Kevin ada di kamarku tapi kenapa kak Kevin tidak ada?" Oceh Bela sambil berjalan menuruni anak tangga.
Setelah ketukan pintu berhenti Kevin menaiki tubuh Gadis membuat mata Gadis membulat sempurna.
" Kak Kevin, apa yang kakak lakukan?" Tanya Gadis
" Melakukan seperti yang tadi kita lakukan." Ucap Kevin dengan suara berat.
Kevin langsung memberikan pemanasan terlebih dahulu setelah di rasa cukup Kevin mulai menyatukan tubuhnya ke tubuh Gadis. Suara ******* keluar dari mulut mereka berdua hingga setengah jam kemudian lahar milik Kevin masuk ke dalam rahim Gadis.
Kevin menarik adik kecilnya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping.
" Kakak kembali ke kamar kakakmu dulu." ucap Kevin sambil turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah pintu.
" Kak Kevin." Panggil Gadis sambil menutupi tubuh polosnya dengan menggunakan selimut.
Kevin membalikkan badannya dan menatap Gadis yang masih berbaring di ranjang.
" Ada apa?" Tanya Kevin sambil tersenyum manis.
" Apa kakak tidak malu berjalan tanpa menggunakan sehelai benangpun?" tanya Gadis sambil menutup ke dua matanya dengan menggunakan ke dua tangannya.
__ADS_1
" Kenapa mesti malu kakak sudah tahu tubuh polosmu begitu sebaliknya." Ucap Kevin.
" Kak Kevin!!" Teriak Gadis dengan ke dua pipi merona merah.
Kevin hanya tersenyum kemudian membalikkan badannya. Kevin berjalan ke arah pintu kamar dan membukanya senyuman manis berubah hilang dan wajahnya menjadi pucat pasi pasalnya Bela berada di depannya sambil menatapnya dengan tatapan tajam.
" Kak Kevin!!!" Teriak Bela sambil mendorong tubuh Kevin dengan sekuat tenaga.
bruk
Kevin yang sangat terkejut dan belum ada persiapan membuat Kevin jatuh ke lantai. Bela langsung masuk ke dalam kamar adiknya dan melihat wajah adiknya ketakutan sambil menutupi tubuhnya dengan selimut dan hanya terlihat kepalanya.
" GADIS, KEVIN APA YANG KALIAN LAKUKAN HAH!!!" Bentak Bela sambil membalikkan badannya dan menatap tajam ke arah Kevin.
" Sstttt sudah jangan teriak-teriak, kenapa kamu marah-marah? Cemburu? Sakit Hati?" Tanya Kevin beruntun sambil berdiri dan berjalan ke arah Bela.
" Ingat Bela, itu yang dirasakan oleh mantan istriku Maya ketika kamu menggodaku dan kita melakukan hubungan suami istri." Sambung Kevin.
" Kenapa membawa wanita murahan itu hah!!" Bentak Bela
plak
" Justru kamu itu wanita murahan, gara-gara kamu hadir dalam kehidupan rumah tanggaku, keluargaku hancur berantakan ayahku meninggal, ibuku masuk rumah sakit dan ke dua adikku kehilangan mahkota berharganya. Jika karena bukan ulahmu hal ini tidak akan terjadi." Ucap Kevin kemudian menamparnya sambil menatap dengan tatapan membunuh ke arah Bela.
( " Gawat jika aku melawannya bisa - bisa Kevin bertambah emosi aku tidak boleh mengungkit wanita murahan itu." Ucap Bela dalam hati ).
" Tapi kenapa menghancurkan adikku? Adikku tidak bersalah apa-apa." Ucap Bela sambil memegangi pipinya yang terasa sakit.
deg
Jantung Kevin berdetak kencang karena jika dirinya berkata jujur yang ada semua rencana yang di susunnya akan sia-sia hingga dirinya berfikir dengan keras agar usahanya tidak sia-sia hingga dirinya melihat wajah sendu Gadis membuat dirinya tidak tega.
" Aku sangat mencintai adikmu karena itulah aku melakukannya." Ucap Kevin berbohong.
" Bukannya kamu bilang akan menikah denganku?" Tanya Bela
" Kata siapa? Bukannya sebaliknya kamu akan menikah dengan bosku." Ucap Kevin.
" Kau..." Ucapan Bela terpotong oleh Kevin.
" Ssttt... sudah aku mau mandi dan siap-siap kita pergi untuk menemui bosku agar kamu dan bosku berkenalan dan segera menikah." Ucap Kevin mengalihkan pembicaraan sambil berjalan ke arah kamar Bela.
Kevin masuk ke kamar Bela dan langsung ke kamar mandi. Kevin menyalakan air shower sambil menghembuskan nafasnya dengan berat.
__ADS_1
" Hampir saja ketahuan." Ucap Kevin
Lima belas menit kemudian Kevin sudah selesai mandi dan memakai handuk bekas Bela. Sebenarnya dirinya sangat jijik tapi mau bagaimana lagi dirinya berada di kamar Bela. Kevin keluar dari kamar mandi dan memunguti pakaian yang tergeletak di lantai dan memakainya bersamaan pintu kamar Bela terbuka.
" Kevin, kenapa kamu lakukan ini padaku?" Tanya Bela dengan wajah penuh kecewa.
" Sudahlah lupakan yang aku katakan, sekarang kita berangkat." Ucap Kevin yang malas berdebat sambil masih memakai pakaiannya.
Bela hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar sedangkan Kevin tidak memperdulikannya lebih cepat lebih baik menyerahkan Bela dan Gadis ke pria psychophat.
Tidak berapa lama ponsel milik Kevin berdering dan Kevin mengambil ponselnya di saku kemejanya. Kevin melihat adiknya yang bernama Rina menghubungi dirinya. Kevin langsung menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan ponselnya ke telinganya.
" Ada apa Rina?" Tanya Kevin.
Kevin sengaja menyebutkan nama adiknya agar Bela tahu kalau yang menghubungi dirinya adalah adiknya.
" Apakah kakak masih sama kak Bela?" Tanya Rina
" Iya kakak sama kak Bela, ada apa?" Tanya Kevin
" Tidak apa - apa kak, aku sudah bilang ke temanku katanya tinggal datang saja." Ucap Rina
" Ok." Jawab Kevin
" Salam buat kak Bela." Ucap Rina
" Baik nanti kakak sampaikan." Ucap Kevin sambil melirik ke arah Bela yang ternyata masih mendengarkan percakapan dirinya dengan adiknya yang sayup-sayup masih terdengar walau kurang jelas.
tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus dan Kevin menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku kemejanya.
" Adikmu?" Tanya Bela
" Iya adikku Rina, dia titip salam ayo kita pergi." Ucap Kevin sambil berjalan ke arah pintu.
" Tunggu bagaimana dengan adikku?" Tanya Bela
" Apa maksudmu?" Tanya Kevin balik sambil menurunkan tangannya yang tadi memegang gagang pintu.
" Kamu dan adikku sudah melakukan itu, apakah tetap dijodohkan oleh adik bos mu?" Tanya Bela
Kevin mendengar suara langkah kaki menuju ke kamar Bela dan dirinya tahu siapa orangnya.
__ADS_1
" Aku menyukai Gadis dan ingin menikah dengannya." Ucap Kevin berbohong sambil membuka pintu kamarnya agar Gadis dapat mendengarnya.
Sesuai rencana Kevin, Gadis mendengar ucapan Kevin membuat wajah Gadis memerah dan tersenyum malu.