Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Tuan Romero Fico Saverio


__ADS_3

'' Kak Fico, apakah kak Fico akan membunuh kakakku?" Tanya dokter Kasandra dengan tatapan tidak percaya.


Fico sangat terkejut dengan kedatangan gadis yang dicintainya dan juga kedatangan dokter Kasandra saudara kembar Quenby sedangkan Quenby tanpa punya rasa takut sedikitpun berjalan ke arah Fico.


" Kak Fico kenapa ingin membunuh adik kembarku yang bernama Nathan?" Tanya Quenby sambil menatap wajah tampan Fico dengan tatapan sendu.


cling


Fico langsung membuang pisau itu dengan asal sedangkan dokter Kasandra berjalan ke arah Nathan tanpa ada rasa takut sedikitpun dengan Fico untuk mengecek kondisi kakaknya yang masih setia memejamkan matanya hingga tidak berapa lama datang Aleandro dan Maximus sambil menatap mereka dengan tatapan bingung.


" Ada apa?" Tanya Aleandro melihat adiknya dokter Kasandra sedang mengecek kondisi Nathan.


" Kamu siapa?" Tanya Maximus sambil berusaha mengingat siapa pria itu.


" Kak Nathan tidur dengan pulas, siapa yang memberikan obat tidur?" Tanya dokter Kasandra sambil menatap tajam ke arah Fico.


" Eh tunggu bukankah kamu itu tuan Romero Fico Saverio?" Tanya Maximus sambil mengeluarkan pistol peredam suara dari balik jasnya.


" Benar." Jawab Fico sambil melangkahkan kakinya melewati Quenby.


Quenby yang melihat kakaknya hendak menembak Fico langsung menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya membuat Aleandro, Maximus dan Fico terkejut.


" Kak Maximus, aku mohon jangan tembak kak Fico kita dengarkan dulu kenapa kak Fico ingin membunuh kak Nathan." Mohon Quenby sambil menahan air matanya agar tidak terjatuh.


" Apa??? Quenby pria itu sangat berbahaya dan pria itu juga yang telah membuat Nathan dan Maya jadi seperti ini." Ucap Aleandro memperingatkan adik kesayangannya sambil juga mengeluarkan pistol peredam suara.


" Benar kata kak Aleandro, jangan lindungi pria berbahaya itu." Perintah Maximus.


Quenby yang mendengar ucapan ke dua kakaknya langsung membalikkan badannya dan menatap Fico dengan tatapan sendu dengan mata mulai berkaca-kaca membuat FIco tidak tega melihatnya.


" Kak Fico kenapa kakak mencelakai Nathan dan adik iparku Maya?" Tanya Quenby


" Aku..." Ucapan Fico terpotong oleh dokter Kasandra.


" Lebih kalian kak Aleandro, kak Maximus, kak Quenby dan Fico bicara di luar." Perintah dokter Kasandra sambil berjalan melewati Fico tanpa ada rasa tahut sedikitpun jika seandainya dirinya di lukai oleh Fico kemudian menekan bel darurat yang berada di dekat ranjang yang terhubung dengan ruangan perawat dan ruangan dokter yang berjaga malam.

__ADS_1


Aleandro dan Maximus menyimpan kembali pistol anti peredam suara kemudian menarik masing-masing tangan Fico kanan dan kiri sedangkan Fico yang biasanya melawan entah kenapa dirinya hanya pasrah di bawa oleh Aleandro dan Nathan. Quenby yang tidak ingin terjadi dengan ke dua kakaknya yang sangat disayanginya dan juga tidak ingin ke dua kakaknya melukai Fico begitu pula sebaliknya Quenby tidak ingin Fico melukai ke dua kakaknya dan tidak ingin Fico terluka membuat Quenby mengikuti ke tiga pria tersebut. Mereke berjalan ke ruangan tempat kerja dokter Kasandra dalam perjalanan mereka melihat Yohanes, Aska, Robert dan Cantika. Melihat mereka berjalan ke arah ruangan dokter Kasandra dan masuk ke dalam membuat mereka ikut masuk ke dalam.


Kini di dalam ruangan dokter Kasandra berkumpul saudara kembarnya yang bernama Aleandro, Maximus, Quenby, Yohanes, Cantika bersama suaminya tuan Robert dan Aska. Baru saja Aleandro ingin berbicara pintu ruangan itu terbuka tampak daddy Thomas dan mommy Gloria masuk ke dalam sedangkan Fico hanya menelan salivanya dengan kasar.


' Kenapa aku sangat bodoh? Bukankah tadi Quenby dan Kasandra menyebutkan kalau mereka 7 bersaudara dan menyebut-nyebut nama Nathan. Gara-gara aku terpesona sama Quenby aku tidak mendengarnya terlalu jelas. Mat*ilah kamu Fico dan Quenby pasti akan membencimu karena melukai saudara kembarnya." Ucap Fico dalam hati.


" Apa yang terjadi?" Tanya daddy Thomas dengan nada dingin.


" Pria ini ingin membunuh Nathan, dad." Jawab Aleandro singkat.


" Mommy, Quenby dan Cantika kalian bertiga temani Nathan dan Maya." Perintah daddy Thomas.


" Baik dad, kak Robert mau ikut?" Tanya Cantika pada suaminya.


" Ok." Jawab Robert sambil berdiri.


" Quenby mau di sini dad." Ucap Quenby sambil memeluk mommy Gloria dari arah samping seakan memintanya untuk menemaninya;


" Mommy juga di sini menemani Quenby." Jawab mommy Gloria.


" Tidak ada penolakan." Jawab mommy Gloria sambil menatap tajam ke arah suaminya.


" Aish mommy, kenapa kata-kata daddy diikuti." Protes daddy Thomas.


" Kan mommy belajar dari daddy." Jawab mommy Gloria sambil tersenyum menyeringai.


" Jangan senyum mom." Ucap daddy Thomas.


" Memang kenapa?" Tanya mommy Gloria.


" Senyuman mommy jelek." Ucap daddy Thomas asal.


" Awas ya nanti malam aku mau tidur sama Quenby." Ancam mommy Gloria.


grep

__ADS_1


" Mommy maaf, daddy kan hanya bercanda." Ucap daddy Thomas sambil memeluk istrinya.


" Daddy dan mommy kalau mau pacaran di mansion saja jangan di sini." Protes Aleandro


" Tahu nih daddy dan mommy sudah tua masih saja pacaran." Sambung Maximus


" Auch mommy, sakit." Ucap Aleandro ketika telinganya di tarik oleh mommy Gloria.


" Auch daddy, sakit." Ucap Maximus ketika telinganya di tarik oleh daddy Thomas.


" Pffftttt... hahahaha.." Tawa mereka serempak.melihat kakak kembarnya Aleandro dan Maximus di jewer oleh mommy dan daddy sedangkan Fico hanya tersenyum dengan mata berkaca-kaca. Tanpa sepengetahun Fico, Quenby bisa mengetahui kalau jauh di hati Fico seperti mengalami kesepian dan kesedihan di dalam hatinya sedangkan Robert dan istrinya hanya tersenyum sambil berjalan keluar dari ruangan milik dokter Kasandra tersebut.


" Siapa yang menyuruhmu?" Tanya daddy Thomas dengan nada dingin setelah suasana kembali tenang.


glek


Awalnya Fico tersenyum tapi ketika suasana sepi dan tenang daddy Thomas menanyakan ke arah dirinya membuat Fico menelan salivanya dengan kasar dan senyumannya langsung hilang entah kemana.


" Kevin." Jawab Fico


" Apa Kevin??" Teriak mereka serempak.


" Iya Kevin, aku di suruh membunuh Maya dan Kevin." Jawab Fico


" Aleandro apakah kamu sudah menangkap Kevin?" Tanya daddy Thomas.


" Pria yang tidak punya rasa malu itu sudah ma*i dad." Ucap Aleandro


" Benar dad." Sambung Maximus.


" Apakah yakin kalau orang yang di tembak adalah Kevin?" Tanya FIco.


" Tentu saja aku yakin, wajahnya, suaranya hampir sama." Jawab Aleandro merasa yakin.


" Coba perintahkan anak buahnya apakah dia benar Kevin atau bukan." Ucap Fico.

__ADS_1


__ADS_2