
Maya langsung berdiri dan berjalan dengan langkah cepat ke arah suaminya.
bruk
grep
Maya menjatuhkan tubuhnya membuat Nathan mundur satu langkah karena Maya menjatuhkan tubuhnya secara mendadak.
" Sayang aku sangat mencintaimu, jangan pernah mengkhianati diriku." Mohon Maya tidak berapa lama air matanya keluar.
" Aku juga sangat sangat mencintaimu sayang dan tidak mungkin aku mengkhianati istri secantik dirimu." Ucap Nathan sambil membalas pelukan istrinya.
" Terima kasih sayang aku sangat bahagia mendengarnya." Ucap Maya.
Nathan mendorong perlahan tubuh istrinya kemudian menghapus air mata istrinya dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.
" Sstt... sudah jangan menangis lagi." Ucap Nathan kemudian Nathan memeluk tubuh mungil istrinya dan mengecup bibirnya.
Maya mengalungkan kedua tangannya ke leher Nathan dan membalas ciuman Nathan. Dari bibir pindah ke leher sambil menggendong tubuh Maya seperti menggendong koala 🐨 dan masuk ke dalam kamar mandi.
Kini tubuh mereka polos tanpa sehelai benangpun, suara merdu saling bersahutan hingga akhirnya tubuh mereka menyatu. Suara teriakan kenikmatan keluar dari mulut mereka berdua hingga adik kecil milik Nathan mengeluarkan laharnya.
cup
" Terima kasih sayang." Ucap Nathan sambil mengecup bibir istrinya.
" Sama-sama sayang." Jawab Maya sambil membalas ciumannya.
Mereka berdua mandi bersama hingga lima belas menit kemudian mereka keluar dari kamar mandi. Maya mengambil pakaian milik suaminya dan diletakkan di atas ranjang barulah dirinya mengambil pakaiannya untuk dirinya.
Maya dan Nathan kini berbaring di ranjang sambil berpelukan memberikan perasaan hangat pada pasangan yang baru menikah.
" Sayang ada yang ingin aku ceritakan tentang mantan suamimu, apakah kamu ingin mendengarnya?" Tanya Nathan sambil menatap mata indah istrinya.
" Apa suamiku cemburu?" Tanya Maya sambil mencolek hidung mancung suaminya.
cup
Nathan menggenggam jari telunjuk istrinya kemudian mengecupnya.
__ADS_1
" Tidak, aku percaya padamu." Ucap Nathan
" Terima kasih sayang sudah percaya padaku." Ucap Maya sambil membuat pola abstrak di dada bidang suaminya yang masih terbalut pakaian.
" Sayang jangan lakukan itu." Ucap Nathan.
" Memang kenapa?" Tanya Maya dengan wajah bingung.
" Karena jika dilanjutkan lagi yang ada kamu aku makan lagi." Ucap Nathan
Maya langsung menarik jarinya membuat Nathan tertawa geli melihat wajah Maya yang sangat menggemaskan.
cup
Nathan kembali mencium bibir Maya kembali kemudian memeluknya.
" Mantan ibu mertuamu masuk rumah sakit jiwa karena memukul tetangga awalnya di penjara tapi karena siksaan dari para napi wanita membuatnya depresi dan masuk rumah sakit jiwa, mantan ayah mertuamu meninggal karena dipukul oleh anak buah rentenir, dia di cari-cari karena sudah lama tidak membayar hutang berikut bunganya dan yang terakhir ke dua mantan adik iparmu hamil di luar nikah dan mantan ibu mertuamu memintanya untuk digugurkan." Ucap Nathan menjelaskan tanpa ada yang ditutup-tutupi karena dirinya tidak ingin dalam pernikahan ada kebohongan.
" Apakah mereka setuju untuk digugurkan?" Tanya Maya yang sangat shock mendengar cerita suaminya tentang keluarga mantan suaminya.
Walau mereka sangat jahat tapi hati Maya sangat baik dan mau memaafkan kesalahan mereka.
" Suamiku kenapa bisa tahu semua? Apakah suamiku tidak mempercayaiku?" Tanya Maya sambil menatap wajah tampan suaminya dengan wajah sendu.
" Aku percaya padamu sayang tapi aku tidak ingin kejadian yang terjadi pada kak Aleandro dan kakak iparku Cantika terjadi pada diri kita." Ucap Nathan menjelaskan.
" Memang apa yang terjadi dengan kak Aleandro dan kak Cantika?" Tanya Maya bingung.
" Mantan kekasih dan keluarganya kak Cantika ingin kak Cantika kembali tapi kak Cantika menolaknya dan mereka melakukan sesuatu." Ucap Nathan.
" Melakukan apa?" Tanya Maya penasaran.
" Mencelakai kakakku dan kakak iparku hingga membuatnya koma." Ucap Nathan
" Ya Tuhan, jahat sekali mereka." Ucap Maya sambil menutup mulutnya seakan tidak percaya apa yang di dengarnya.
" Karena itulah keluargaku memperketat dan memata-matai mereka. Lebih baik mencegah dari pada nanti kejadian yang lalu terulang kembali." Ucap Nathan
" Karena itulah kak Nathan tahu apa yang mereka lakukan?" Tanya Maya
__ADS_1
" Yup, apakah kamu marah?" Tanya Nathan
" Tidak kenapa mesti marah justru aku sangat bahagia mempunyai suami yang sangat tulus mencintaiku." Ucap Maya sambil memeluk tubuh suaminya.
cup
" Terima kasih sayang, aku melakukan ini karena aku sangat mencintaimu dan aku sangat takut kehilangan dirimu." Ucap Nathan sambil membalas pelukan istrinya.
" Justru aku yang sangat takut kehilanganmu." Ucap Maya sambil tersenyum bahagia.
Nathan tersenyum dan membelai punggung istrinya membuat Maya iseng membuat pola abstrak di dada bidang suaminya.
" Sayang." Panggil Nathan dengan nada mulai memberat.
" Iya sayang." Jawab Maya sambil memindahkan tangannya ke arah adik kecil suaminya dan membelai dengan perlahan.
" Sayang, apa kamu tahu apa yang kamu lakukan?" Tanya Nathan dengan nada semakin berat.
" Aku hanya membelai tongkat sakti milikmu, memang kenapa?" Goda Maya sambil menatap mesum ke arah suaminya.
" Tongkat sakti?" Tanya Nathan ulang.
" Iya tongkat sakti, inikan namanya tongkat sakti bisa mengecil dan membesar." Ucap Maya sambil mengedipkan matanya.
" Sayang, kamu nakal ya belajar dari mana?" Tanya Nathan sambil membalikkan badannya dan kini dirinya berada di atas sedangkan Maya berada di bawah.
" Belajar dari suamiku dan baca di Mbah google." Jawab Maya.
cup
" Jangan salahkan aku jika kamu tidak bisa bangun." Ucap Nathan sambil melepaskan satu persatu pakaiannya begitu pula dengan istrinya.
Kini tubuh mereka polos tanpa sehelai benangpun, merekapun melakukan pemanasan terlebih dahulu barulah melakukan hubungan suami istri dan terdengar suara merdu yang keluar dari mulut mereka berdua.
Hingga terdengar suara teriakan mereka berdua tanda mereka menikmati puncak kenikmatan yang tidak terhingga bersamaan tongkat sakti milik Nathan menyemburkan cairan kental berwarna putih.
cup
" Terima kasih sayang." Ucap Nathan yang sangat puas dengan permainan istrinya sambil mengecup kening istrinya dengan lembut.
__ADS_1