Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Maya Pingsan


__ADS_3

" Tunggu." Ucap Nathan.


Bela langsung menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya sambil tersenyum menatap wajah tampan Nathan dan tanpa sepengetahuan mereka sepasang mata menatap mereka dengan wajah sendu.


" Kamu berubah pikiran?" Tanya Bela sambil tersenyum bahagia.


" Tidak, ambillah ini dan kamu lihat isinya." Perintah Nathan sambil memberikan usb yang di simpan di saku jasnya.


" Apa ini?" Tanya Bela penasaran sambil menerima usb.


" Kamu akan tahu setelah melihatnya." Ucap Nathan dengan nada masih dingin.


" Baiklah." Jawab Bela sambil memasukkan usb ke dalam tas miliknya dan pergi meninggalkan tempat tersebut.


Prang


Bruk


Setelah Bela pergi terdengar ada barang terjatuh dan pecah membuat semua orang menatap ke arah suara tersebut dan langsung membulatkan matanya dengan sempurna.


" Maya!!!" Pekik mereka serempak


Nathan langsung berlari ke arah Maya dan menggendongnya ala bridal style menuju ke arah kamarnya dengan menaiki anak tangga.


" Aku akan panggil Kasandra." Ucap Aleandro sambil melangkahkan kakinya dengan cepat ke arah ruang bermain.


" Pelayan." Panggil mommy Gloria.


" Iya nyonya besar." Jawab kepala pelayan dengan nada sopan sambil berjalan ke arah mommy Gloria.


" Tolong bersihkan pecahan vas bunga." Pinta mommy Gloria.


" Baik nyonya besar." Jawab kepala pelayan.


" Maaf mommy, daddy kami mau berangkat dulu." Pamit Fico


" Hati - hati." Jawab mommy Gloria dan daddy Thomas.


" Kok tidak bawa pakaian?" Tanya Quenby


" Di sana kami mempunyai mansion dan semua barang - barang yang kami butuhkan ada di sana jadi kami tidak perlu membawa barang - barang kami." Ucap Fico.


Quenby hanya menganggukkan kepalanya kemudian Fico mengecup punggung tangan mommy Gloria dan daddy Thomas secara bergantian begitu pula dengan saudara - saudara kembar Quenby dan terakhir Quenby.


cup


" Jaga dirimu baik - baik dan setia lah selalu padaku." Ucap Fico kemudian mengecup kening Quenby dengan lembut.


" Aku akan selalu menunggumu dengan setia." Ucap Quenby dengan mata berkaca - kaca.


grep

__ADS_1


" Jangan menangis karena hatiku akan terasa sakit bila melihatmu menangis." Ucap Fico sambil memeluk Quenby.


" I Love You." Bisik Quenby


" I Love you Too." Bisik Fico


" Ehem... Fico ayo berangkat nanti kita terlambat sampai ke bandara." Ucap tuan Saverio.


" Baik dad." Jawab Fico sambil melepaskan pelukan Quenby begitu pula dengan Quenby.


" Aku antar ya sampai bandara." Ucap Quenby


" Kalau kamu sendiri aku tidak boleh." Ucap Fico.


" Memang kenapa?" Tanya Quenby.


" Pertama perjalanan jauh dan aku tidak ingin orang yang aku cintai ada apa - apa di jalan." Ucap Fico sambil membelai rambut Quenby.


" Cantika, Robert antar aku ya?" Pinta Quenby sambil menatap adik bungsunya dan adik iparnya penuh harap.


" Ok." Jawab Cantika dan Robert singkat.


Merekapun pergi ke bandara dengan Fico duduk di kursi pengemudi sedangkan Quenby duduk di samping pengemudi, Cantika, Robert dan tuan Saverio duduk di kursi belakang pengemudi. Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan dokter Kasandra mengecek kondisi Maya yang tidak sadarkan diri sedangkan Nathan menggenggam tangan istrinya dengan wajah kuatir, perlahan Maya membuka matanya dan menatap sendu suaminya.


" Kak Nathan." Panggil Maya dengan nada lirih


" Ya, mana yang sakit?" Tanya Nathan.


" Kasandra, bisakah aku bicara sebentar dengan kak Nathan?" Tanya Maya tanpa menjawab ucapan Nathan.


" Kak Nathan, kalau memang kak Nathan sangat sayang pada Dita aku merelakan kak Nathan menikah dengan Bela tapi ceraikan aku lebih dulu." Ucap Maya dengan mata berkaca - kaca.


" Maya!!!" Bentak Nathan tanpa sadar.


" Hiks... Hiks...aku tahu kak Nathan lebih mencintai Dita dan Bela dari pada aku dan anak-anakku." Ucap Maya sambil terisak dan mencabut selang infus.


" Apa yang kamu lakukan?" Tanya Nathan sambil mencegah tangan Maya.


" Aku ingin pulang ke rumah orang tuaku." Ucap Maya tanpa memperdulikan ucapan Nathan dan menepis tangan Nathan.


" Jika kamu pergi, pergilah dan jangan kamu kembali." Ucap Nathan tanpa sadar.


" Kak Nathan tenang saja aku tidak akan kembali lagi dan semoga kak Nathan bahagia." Ucap Maya sambil berjalan meninggalkan kamarnya sambil mengeluarkan air mata.


" Kak Maya mau kemana?" Tanya dokter Kasandra yang masih berdiri di depan pintu kamar mereka.


Dokter Kasandra yang awalnya ingin menutup pintu tanpa sengaja mendengar ucapan Maya kemudian berlanjut Nathan membentaknya membuat dokter Kasandra berdiri di depan pintu.


" Aku ingin pulang ke rumahku, titip kak Nathan." Ucap Maya sambil berjalan meninggalkan dokter Kasandra namun baru beberapa langkah kepala Maya kembali pusing membuat tangan kanan Maya memegangi kepalanya sedangkan tangan kiri memegang lengan dokter kasandra.


" Kepalaku pus..." Ucapan Maya terpotong karena tubuhnya terasa lemas dan tidak ingat apa yang terjadi.

__ADS_1


Bruk


" Maya!!!" Pekik mereka Nathan dan dokter Kasandra.


Dokter Kasandra dengan sigap menahan tangan Maya sedangkan Nathan berlari dengan cepat dan menggendong tubuh Maya.


" Kita bawa ke rumah sakit." Ucap dokter Kasandra.


Tanpa menjawab Nathan menuruni anak tangga dengan perasaan bersalah karena telah membentak Maya hingga mereka bertemu dengan mommy Gloria dan daddy Thomas.


" Ada apa??" Tanya mommy Gloria.


" Kak Maya pingsan lagi mom." Ucap dokter Kasandra.


" Biar daddy yang nyetir mobil." Ucap daddy Thomas.


Singkat cerita kini mereka sedang duduk di ruang tunggu ugd hingga setengah jam kemudian dokter kandungan membuka pintu ruangan.


" Bagaimana kondisi istriku dok?" Tanya Nathan.


" Kandungan istri tuan sangat lemah dan bisa membahayakan janin dan istri tuan terlebih istri tuan mengandung anak kembar 5. Jangan buat istri tuan stres ataupun sedih karena itu mempengaruhi." Ucap dokter kandungan.


" Maksud dokter membahayakan bagaimana?" Tanya Nathan.


" Bisa saja, maaf tuan jika stres kembali bisa dipastikan nyonya dan ke lima janinnya tidak bisa diselamatkan." Ucap dokter kandungan.


Bruk


Tubuh Nathan langsung lemas seketika tapi daddy Thomas dan mommy Gloria menahannya agar tidak terjatuh.


" Kami boleh menengoknya?" Tanya mommy Gloria.


" Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan." Ucap dokter kandungan tersebut.


" Terima kasih dok." Jawab mommy Gloria.


" Sama - sama nyonya." Jawab dokter kandungan.


" Maaf saya mau mengecek pasien lainnya." Sambung dokter tersebut.


" Silahkan." Jawab mommy Gloria


Dokter itupun pergi meninggalkan mereka sedangkan dokter Kasandra menatap tajam ke arah kakaknya yang bernama Nathan.


" Inikan yang kakak inginkan?" Tanya dokter Kasandra.


" Apa maksudmu?" Tanya mereka bertiga dengan serempak.


" Kak Nathan membentak kak Maya karena itulah kak Maya jadi seperti ini." Ucap dokter Kasandra.


" Apa benar begitu Nathan?" Tanya mommy Gloria dan daddy Thomas serempak.

__ADS_1


" Benar dad, mom dan Nathan sangat menyesal telah membentak dan mengusir Maya." Ucap Nathan


" Kenapa membentak dan mengusir Maya?" Tanya mommy Gloria kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


__ADS_2