Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Soraya dan Sela


__ADS_3

Sepeninggal Delon, Sela, Seli, Presdir Axel dan Presdir Albert, Lemos menarik tangan Soraya kemudian mendorong tubuh Soraya ke arah ranjang hingga jatuh terlentang membuat Soraya gugup karena baru kali dirinya di sentuh oleh pria yang baru di kenalnya.


Lemos menaiki tubuh Soraya kemudian mencium bibir Soraya dengan rakus, ciuman Lemos terasa kaku karena baru pertama kali melakukannya sedangkan Soraya hanya diam hingga Lemos menggigit bibir bawah Soraya agar terbuka.


Lemos memasukkan lidahnya ke dalam mulut Soraya sambil tangannya diselipkan ke punggung Soraya untuk membuka resleting kemudian menariknya ke arah bawah.


Setelah selesai Lemos melepaskan dress yang dikenakan oleh Soraya dengan di bantu oleh Soraya hingga menampilkan dua gunung kembar yang masih tertutup dengan bungkusan kain dan juga segi tiga bermuda yang menutupi goa sempit milik Soraya dan membuang dress milik Soraya secara asal.


Lemos menyelipkan kembali tangannya ke punggung Soraya untuk melepaskan kaitan yang menutupi dua gunung kembar milik Soraya dan di buangnya secara asal hingga menampilkan dua gunung himalaya yang sangat menantang dan ingin disentuh.


Lemos memasukkan mulutnya ke dalam salah satu pucuk gunung himalaya sedangkan tangan kanannya memainkan satu pucuk himalaya yang tidak di sentuhnya.


Apa yang dilakukan Lemos terhadap dua gunung kembarnya membuat Soraya mengeluarkan suara merdu untuk pertama kalinya hingga tidak membutuhkan waktu lama Soraya mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya membuat Lemos tersenyum puas.


Lemos menarik segi tiga bermuda ketika Soraya sudah selesai mendapatkan pelepasan, Lemos melihat segi tiga bermuda dan goa yang masih sempit agak basah membuat Lemos tersenyum bahagia sambil melepaskan jubah handuk yang dikenakannya hingga terlihat tombak saktinya yang lumayan panjang dan agak besar.


Senyuman pertama untuk seorang gadis yang tidak di sadari oleh Lemos karena selama ini Lemos tidak pernah memberikan senyuman tulus walau dengan gadis yang disukainya Lemos tidak pernah tersenyum dengan tulus hanya berwajah datar dan dingin.


Kemudian Lemos menuntun tombak saktinya ke arah goa yang disekelilingnya dipenuhi rumput hitam tapi tertata dengan rapi.


"Akhhhhh.... Sakit!!!" teriak Soraya ketika kepala tombak milik Lemos masuk ke dalam goa.


Lemos yang sudah tidak bisa menahannya akibat pengaruh obatnya yang sangat kuat membuat Lemos tidak memperdulikan teriakan kesakitan Soraya hingga di hentakkan ke tiga tombak saktinya masuk sepenuhnya ke dalam goa bersamaan Soraya menangis dan berteriak kesakitan.


Lemos memberikan pemanasan kembali hingga rasa perih berganti rasa nikmat barulah Lemos menggoyangkan pinggulnya secara berulang kali hingga setengah jam kemudian keluarlah lahar dari tombak sakti milik Lemos dan sengaja dimasukkan ke dalam rahim Soraya.


Setelah beberapa saat Lemos menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping sedangkan Soraya hanya memejamkan matanya dengan air mata tidak berhenti keluar.

__ADS_1


("Jika kak Lemos tidak bertanggung jawab dan aku hamil, apa yang harus aku lakukan?" tanya Soraya dalam hati sambil membalikkan badannya dan menutupi tubuh polosnya dengan menggunakan selimut).


("Aku tidak mungkin menggugurkannya karena dosaku akan semakin bertambah banyak," sambung Soraya dalam hati).


("Jika kak Lemos tidak bertanggung jawab aku akan pergi dari kehidupannya agar rasa sakit ku berkurang," ucap Soraya dalam hati).


("Mungkin sudah takdirku kekasihku di rebut sahabat baikku dan kini harta yang selama aku jaga direnggut oleh pria yang baru aku kenal demi pria itu tidak meninggal karena pengaruh obat perang sang," sambung Soraya dalam hati sambil memejamkan matanya).


Tidak membutuhkan waktu lama Soraya tidur dengan pulas dengan mata bengkak karena habis menangis sedangkan Lemos yang melihat Soraya membalikkan badannya memejamkan matanya dan tidak berapa lama ikut tertidur dengan pulas.


Dua jam kemudian Lemos merasakan tubuhnya panas kembali dan ingin melakukan hubungan suami istri membuat Lemos menarik selimut Soraya membuat Soraya memaksakan membuka matanya.


"Apa yang kak Lemos lakukan?" tanya Soraya.


"Obatnya berkerja kembali," ucap Lemos sambil menaiki tubuh Soraya.


Lemos menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping sedangkan Soraya hanya diam namun air matanya tidak berhenti keluar.


Empat kali Lemos melakukan hubungan suami istri setelah itu Lemos tumbang begitu pula dengan Soraya yang tubuhnya terasa tidak bertulang mereka tidur dengan pulas dan tanpa sadar saling berpelukan.


Malam berganti pagi perlahan Soraya membuka matanya namun matanya membulat sempurna karena dirinya memeluk Lemos membuat Soraya melepaskan pelukannya membuat Lemos terusik tidurnya.


"Kenapa kamu ada di sini? Apa yang kita lakukan?" tanya Lemos.


Ketika Lemos merasakan tubuhnya polos membuat Lemos membuka selimutnya dan ternyata benar begitu pula dengan Soraya membuat Lemos menatap Soraya dengan tatapan horor.


"Kak Lemos terkena obat perang sang dan ...." ucapan Soraya terpotong oleh Lemos.

__ADS_1


"Dan kamu dengan sengaja menyerahkan tubuhmu agar aku mau menikah denganmu? Benar bukan?" tanya Lemos sambil tersenyum menyeringai.


"Aku bukan wanita seperti i..." ucapan Soraya kembali terpotong oleh Lemos.


"Aku tidak akan bertanggung jawab apalagi mau menikah denganmu karena aku tahu kamu wanita licik, berapa yang kamu minta?" tanya Lemos sambil bangun dari ranjang untuk mengambil dompetnya yang tergeletak di meja dekat ranjang.


Duar                Duar


Bagai petir di siang hari itu yang dirasakan oleh Soraya membuat Soraya mengeluarkan kembali air mata sambil berusaha bangun dan turun dari ranjang sambil memunguti pakaiannya dan memakainya sambil menahan rasa perih pada bagian privasinya.


"Ini aku berikan kartu kredit hitam tanpa batas aku rasa cukup membeli mahkotamu dan menggugurkan kandungan mu," ucap Lemos sambil melemparkan kartu kredit hitam miliknya.


"Tidak perlu," jawab Soraya sambil berjalan ke arah pintu kamar milik Lemos dengan perasaan hancur.


"Cih... Aku tidak percaya kalau kamu tidak mau, apa masih kurang?" tanya Lemos dengan nada menghina.


"Simpan saja uang kak Lemos," jawab Soraya sambil menatap wajah tampan Lemos dengan wajah penuh kecewa.


Soraya membuka pintu kamarnya dan berjalan ke arah lorong menuju ke kamarnya bersamaan Sela membuka pintu kamarnya membuat Sela sangat terkejut dengan wajah sembab Soraya.


"Ada apa?" tanya Sela.


"Tidak ada apa - apa, aku ingin berjalan ke arah kamar," ucap Soraya sambil tersenyum menutupi kesedihannya sambil menahan rasa perih pada bagian privasinya di tambah hatinya yang sangat hancur.


"Aku akan temani kakak," ucap Sela yang tidak tega melihat cara jalan Soraya.


Soraya hanya diam dan terus berjalan dengan pikiran kosong membuat Sela tidak tega dan membantu Soraya berjalan namun ketika mereka melewati tangga tiga orang gadis yang sejak tadi menunggu mereka berdua dengan sengaja mendorong Sela dan Soraya secara bersamaan.

__ADS_1


"Akhhhhhhhhhhhhhh...." Teriak Sela dan Soraya secara bersamaan.


__ADS_2