Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Daddy Thomas dan Tuan Saverio


__ADS_3

" Mommy!!! kenapa belum masuk ke kamar?" Ucap daddy Thomas dengan nada satu oktaf sambil menatap tajam ke arah istrinya.


" Sini sayang." Ucap mommy Gloria sambil tersenyum dan tangannya diarahkan ke suaminya tanpa rasa takut dengan nada keras dan tatapan tajam suaminya.


grep


Daddy Thomas langsung memeluk istrinya dari arah samping dengan posesif dan mommy Gloria membalas pelukan suaminya.


" Sayang." Panggil mommy Gloria sambil menyender kepalanya di dada suaminya dengan manja.


" Ada apa sayang?" Tanya daddy Thomas yang merasa tidak enak dengan sikap istrinya.


Bertahun - tahun mereka menikah dan masing - masing sudah tahu akan sifat masing - masing seperti saat ini pasti istrinya meminta sesuatu.


" Sayang, bolehkah aku meminta satu hal?" Tanya mommy Gloria sambil menatap wajah tampan suaminya.


" Apa itu sayang? Perasaan daddy kok tidak enak ya." Ucap daddy Thomas.


" Maaf aku ingin melihat putraku Fico." Ucap tuan Saverio yang tidak ingin melihat keromantisan musuhnya dengan istrinya.


" Pergilah." Usir daddy Thomas.


" Tunggu." Ucap mommy Gloria yang melarang tuan Saverio pergi.


" Kenapa mommy melarangnya?" Tanya daddy Thomas sambil menampilkan wajahnya yang di tekuk.


" Daddy, selama ini mommy tidak pernah meminta apapun dari daddy tapi saat ini bolehkah saat ini mommy meminta satu hal dari daddy?" Tanya mommy Gloria dengan wajah sendu.


Daddy Thomas menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan dirinya tahu apa yang akan dikatakan oleh istrinya yang sangat dicintainya sedangkan tuan Saverio tidak jadi beranjak karena dirinya menunggu apa yang dikatakan oleh mommy Gloria.


" Apa mommy meminta agar daddy dan tuan Saverio berdamai?" Tebak daddy Thomas.


" Iya dad, maukan dad?" Tanya mommy Gloria penuh harap.


" Tidak." Jawab daddy Thomas dan tuan Saverio serempak dengan nada tegas.


" Seseorang yang menyimpan rasa dendam, dapat meningkatkan tekanan darah yang tinggi. Hal ini disebabkan karena seseorang yang menyimpan perasaan dendam memiliki kadar stres yang berlebihan. Darah tinggi dapat menyebabkan penyakit yang berbahaya, misalnya saja seperti stroke dan serangan jantung." Ucap mommy Gloria.


" Haruskah mommy berlutut di depan daddy agar daddy mau memaafkan kak Saverio?" Tanya mommy Gloria sambil melepaskan pelukannya dan bersiap untuk berlutut tapi di tahan oleh daddy Thomas dengan menahan tangan mommy Gloria.


" Kenapa memanggil kak Saverio bukan tuan Saverio?" Tanya daddy Thomas.

__ADS_1


" Karena aku menganggap kak Saverio sebagai kakakku, jadi maukah daddy berdamai dengan kak Saverio?" Tanya mommy Gloria.


" Bukankah mommy sudah tahu kalau tuan Saverio adalah seorang psychophat?" Tanya daddy Thomas berusaha mengingatkan mommy Gloria karena dirinya tidak mau orang - orang yang dicintainya terluka.


" Iya dad." Ucap mommy Gloria.


" Apakah mommy tidak takut jika suatu saat mommy di siksa atau di bunuh oleh tuan Saverio dan juga putranya bernama Fico?" Tanya daddy Thomas


" Hidup dan mati seseorang sudah ada yang mengaturnya jika memang mommy harus mati di tangan kak Saverio mungkin sudah takdir mommy." Ucap mommy Gloria


" Lalu bagaimana dengan daddy dan anak - anak yang masih membutuhkan mommy terlebih daddy yang tidak bisa hidup tanpa mommy." Ucap daddy Thomas


" Mommy juga tidak bisa hidup tanpa daddy tapi kalau sudah takdir apakah kita bisa merubahnya?" Tanya mommy Gloria.


" Daddy dan kak Saverio aku hanya minta kalian berdamai lah tidak baik untuk menyimpan dendam." Ucap mommy Gloria sambil wajah suaminya kemudian tuan Saverio.


Hening


Hening


" Kak Saverio apa yang mesti aku lakukan agar suamiku dan kak Saverio bisa berdamai?" Tanya mommy Gloria dengan wajah sendu ketika mereka berdua sama - sama terdiam.


Ke duanya menghembuskan nafasnya dengan berat kemudian menganggukkan kepala tanda setuju membuat mommy Gloria tersenyum bahagia.


" Mulai sekarang hilangkan rasa dendam dan lupakan semua masa lalu yang menyakitkan." Ucap mommy Gloria


' Sulit bagiku untuk memaafkannya karena tuan Saverio beberapa kali ingin merebut klienku dan nyaris aku terbunuh jika saja Markus tidak menolongku waktu itu tapi demi istri yang aku cintai dan tidak ingin melihat istriku sedih aku terpaksa menganggukan kepalanya.' Ucap daddy Thomas dalam hati sambil menatap tajam ke arah tuan Saverio.


' Sulit bagiku untuk memaafkannya karena gara - gara tuan Thomas adik kesayanganku meninggal tapi demi istrinya aku terpaksa menganggukan kepalanya.' Ucap tuan Saverio dalam hati sambil menatap tajam ke arah daddy Thomas.


" Aku ingin menemui putraku." Ucap tuan Saverio sambil membalikkan badannya dan membuka pintu kamar ruang perawatan meninggalkan mereka berdua.


" Ayo sayang kita masuk ke dalam." Ucap mommy Gloria sambil menarik perlahan tangan suaminya.


Daddy Thomas hanya menganggukkan kepalanya sambil membalas genggaman tangan istrinya kemudian mereka berdua membalikkan badannya dan daddy Thomas membuka pintu kamar perawatan. Mereka berdua masuk ke dalam dan melihat Nathan sedang menatapnya.


" Daddy dan mommy habis dari mana?" Tanya Nathan.


" Kamu sudah sadar, apakah ada yang sakit?" Tanya mommy Gloria tanpa menjawab pertanyaan Nathan.


" Iya mom, memang apa yang terjadi dengan Nathan? Nathan ingatnya setelah Nathan selesai makan kepala Nathan pusing dan berbaring di ranjang setelah itu Nathan tidak ingat apa yang terjadi." Ucap Nathan.

__ADS_1


" Makanan yang kamu makan itu mengandung obat tidur begitu juga dengan Fico." Ucap mommy Gloria.


" Fico? Kenapa Fico juga di kasih?" Tanya Nathan.


" Fico berkhianat dengan memberitahukan kalau Kevin masih hidup." Ucap mommy Gloria.


" Bukankah Kevin sudah mati di tembak oleh kak Aleandro?" Tanya Nathan dengan wajah terkejut.


" Pria itu bukan Kevin, pria itu menggunakan topeng yang mirip dengan Kevin." Ucap daddy Thomas.


" Ceritakan lebih detail dad." Pinta Nathan.


Daddy Thomas pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup - tutupi sedangkan mommy Gloria dan Nathan mendengarkan cerita daddy Thomas hingga selesai.


" Itulah yang terjadi." Ucap daddy Thomas mengakhiri ceritanya.


" Syukurlah Kevin sudah mati dan semoga ini segera berakhir." Ucap Nathan.


" Nathan, bagaimana kalau Maya dipindahkan di mansion?" Tanya daddy Thomas.


" Memang kenapa dad?" Tanya Nathan dengan nada bingung.


" Lebih aman karena di rumah sakit kita tidak tahu mana teman dan mana musuh sama seperti dokter Toni, daddy tidak mengira kalau dokter Toni hampir saja membuat Maya kehilangan nyawanya dengan menyuntikkan racun di botol infus." Ucap daddy Thomas.


" Apa yang dikatakan daddy benar, dulu waktu mommy mau melahirkan kalian daddy membuatkan ruangan khusus untuk mommy melahirkan sewaktu dengan menyewa beberapa dokter." Sambung mommy Gloria.


" Baiklah dad, demi keselamatan istriku lebih baik di rawat di mansion." Ucap Nathan.


" Sekarang istirahatlah, daddy mau menemui kakakmu dan mommy juga istirahat." Perintah daddy Thomas.


" Baik dad." Jawab mommy Gloria dan Nathan serempak.


Mommy Gloria dan Nathan tidur satu ranjang khusus untuk penunggu pasien sedangkan daddy Thomas keluar dari ruang perawatan Nathan menuju ke ruang operasi. Di tempat yang sama hanya beda ruangan tuan Saverio masuk ke dalam dan melihat tuan Saverio sedang berjalan ke arahnya.


" Daddy." Panggil Fico sambil matanya melihat ruangan seakan mencari seseorang.


" Bagaimana keadaanmu?" Tanya tuan Saverio


" Baik dad, aku masih mencium parfum Quenby. Apakah daddy melihat ada seorang gadis yang menungguku?" Tanya Fico


" Oh dia Quenby, ya tadi dia keluar dari ruangan mu anaknya cantik dan juga sopan." Ucap tuan Saverio.

__ADS_1


" Sekarang kemana Quenby dad?" Tanya Fico


__ADS_2