
" Nathan, aku tidak terima aku akan lapor ke polisi kalau kamu dan keluarga besar mu telah menculik putriku." Ancam Bela.
" Silahkan lapor dan aku bisa memastikan kalau hal itu tidak akan pernah terjadi." Ucap Nathan sambil menggendong istrinya ala bridal style.
" Sayang, kenapa aku di gendong." Protes Maya sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.
" Tadi sayangku di dorong, aku sangat takut terjadi dengan ke lima anak kembar kita." Ucap Nathan
" Kasandra tolong cek istriku." sambung Nathan memerintahkan adik kembarnya.
" Baik kak." Jawab dokter Kasandra.
Nathan menggendong istrinya ke arah kamarnya sedangkan daddy Thomas dan mommy Gloria hanya tersenyum melhat keromantisan putra dan menantunya.
" Maaf ada kejadian yang tidak kita duga." Ucap mommy Gloria merasa tidak enak hati dengan tuan Saverio.
" Tidak apa - apa santai saja.' Ucap tuan Saverio.
" Kalau boleh tahu memang siapa wanita itu dari yang aku tangkap wanita itu ibu kandung Dita," Ucap tuan Saverio kepo.
" Jangan bicara di sini." Ucap daddy Thomas.
Daddy Thomas hendak berdiri namun tiba - tiba kepala pelayan datang menemui mommy Gloria dan daddy Thomas.
" Maaf nyonya besar dan tuan besar, ada nyonya Laras dan tuan Alvonso datang ingin menemui nyonya besar dan tuan besar." Ucap kepala pelayan yang memberitahukan Kedatangan mommy Laras dan daddy Alvonso.
" Silahkan masuk." Ucap mommy Gloria.
" Baik nyonya besar, permisi nyonya besar dan tuan besar." Pamit kepala pelayan.
Pelayan itupun menundukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan mereka sedangkan Aleandro berdiri bersama istrinya yang bernama Cantika.
" Mommy, daddy dan semuanya kami mau istirahat dulu." Ucap Aleandro.
" Kami juga mau istirahat." Ucap Maximus sambil berdiri diikuti oleh istrinya yang bernama Claudia
" Sama dong." Ucap Robert ikut berdiri sambil berdiri bersama istrinya yang bernama Cantika.
" Aku tahu kak Aleandro, kak Maximus dan Robert ingin melakukan olah raga siang - siang bersama istrinya masing - masing." Ucap Aska.
" Hehehe... Tahu saja." Ucap mereka serempak sambil tertawa terkekeh - kekeh dan pergi meninggalkan ruangan keluarga.
" Aku juga pergi ke kamar dulu mom, dad sambil menunggu istriku selesai memeriksa kak Maya." Ucap Aska sambil berdiri dan meninggalkan mommy Gloria, daddy Thomas, Quenby, tuan Saverio, Fico dan Yohanes.
" Daddy, memangnya siang - siang itu olah raga apa? Kenapa mesti di kamar?" Tanya Yohanes polos.
" Kamu nanti tahu kalau sudah menikah." Ucap daddy Thomas.
" Aish daddy mah selalu jawabannya begitu bikin Yohanes penasaran." Gerutu Yohanes.
" Maksud dari olah raga yaitu melakukan hubungan suami istri tapi ingat Quenby dan Yohanes jangan melakukan itu jika kalian belum resmi menikah." Ucap mommy Gloria.
" Baik mom." Jawab ke duanya dengan patuh.
" Oh ya mom, dad aku mau pergi ingin bertemu dengan calon istriku Aurora untuk melihat gedung pernikahan." Ucap Yohanes
__ADS_1
" Ok, hati - hati di jalan." Ucap mommy Gloria.
" Terima kasih mom." Jawab Yohanes sambil mengecup punggung mommy Gloria dan berlanjut ke daddy Thomas kemudian Yohanes berjalan mendekati tuan Saverio.
" Daddy Saverio, Yohanes berangkat dulu." Pamit Yohanes sambil mengulurkan tangannya ke arah tuan Saverio.
" Hati - hati." Ucap tuan Saverio sambil tersenyum bahagia.
" Terima kasih dad." Jawab Yohanes kemudian berjalan ke arah kakak kembarnya.
" Kak Quenby aku berangkat dulu." Ucap Yohanes sambil mengecup punggung tangan Quenby.
" Hati - hati dek." Ucap Quenby
" Terima kasih kak." Jawab Yohanes kemudian berjalan ke arah Fico.
" Kak Fico, aku berangkat dulu." Ucap Yohanes sambil mengecup punggung tangan Fico
" Hati - hati dek." Ucap Fico sambil tersenyum bahagia,.
Tindakan kecil yaitu mencium punggung tangan sangat berkesan oleh tuan Saverio dan Fico karena mereka merasa di hargai karena selama ini mereka tidak pernah di hargai dalam keluarga besar tuan Saverio.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Oh ya apakah di dalam keluarga kalian sering melakukan itu jika pergi berpamitan dengan anggota kelurga? Kalau author seperti itu mencium punggung orang yang lebih tua dari author.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
" Terima kasih kak." Jawab Yohanes kemudian berjalan ke arah pintu utama bersamaan kedatangan mommy Laras dan daddy Thomas.
" Mommy, aku ingin istirahat dulu." Pamit Quenby.
" Fico boleh antar mom?" Tanya Fico penuh harap.
" Boleh tapi jangan lama - lama kembali ke kamarmu." Perintah mommy Gloria
" Baik mom." Jawab Fico tersenyum bahagia.
Fico membantu Quenby untuk berdiri kemudian mereka berjalan ke arah kamar Quenby meninggalkan mereka bertiga daddy Thomas dan tuan Saverio.
" Maaf sudah merepotkan nanti sore kami pamit karena ada masalah di perusahaan cabang." Ucap tuan Saverio.
" Kami tidak merasa direpotkan dan semoga masalah di perusahaan cabang segera diselesaikan." Ucap daddy Thomas.
" Terima kasih, kalau begitu aku ingin istirahat dulu." Ucap tuan Saverio.
" Silahkan." Jawab daddy Thomas.
Tuan Saverio berdiri dan berjalan meninggalkan mereka bersamaan kedatangan mommy Gloria dan daddy Alvonso.
" Apa kabar." Ucap mommy Gloria sambil cipika cipiki dengan mommy Laras.
" Kabar baik seperti yang kamu lihat." Jawab mommy Laras.
" Kenapa lama sekali datangnya?" Tanya mommy Gloria dengan nada bingung.
__ADS_1
" Tadi kami sudah sampai dari tadi tapi kami lihat di halaman mansion ada taman bunga sangat cantik, aku belum pernah melihatnya hingga aku lupa waktu makanya aku agak lama ke sini." Ucap mommy Laras.
" Memang bunganya sangat cantik di kasih temanku kebetulan aku ada dua pot, kalau mau pulangnya bawa satu." Ucap mommy Gloria.
" Terima kasih banyak." Jawab mommy Laras sambil tersenyum bahagia.
'' Sama - sama." Jawab mommy Gloria membalas senyuman mommy Laras.
" Apa kabar tuan Alvonso tambah makmur saja." Ucap daddy Thomas sambil tangan kanannya bersalaman dan tangan kirinya menepuk bahu daddy Alvonso begitu pula sebaliknya.
" Maklum istrinya sangat pintar memasak apa lagi putri - putriku dan para menantuku jadi hasilnya seperti ini." Ucap daddy Alvonso sambil memperlihatkan perutnya yang mulai membuncit.
" Perutku juga sama agak membuncit bagaimana kalau besok kita berolah raga." Ajak daddy Thomas
" Boleh... boleh." Jawab daddy Alvonso.
" Hallo paman Alvonso." Panggil Nathan sambil menuruni anak tangga.
" Hallo ponakanku, semakin bertambah tampan saja." Puji daddy Alvonso.
" Paman bisa saja." Jawab Nathan kemudian mengecup punggung tangan daddy Alvonso kemudian berlanjut ke mommy Laras.
" Hallo tante." Panggil Nathan sambil tersenyum.
" Hallo tampan tapi lebih tampan suamiku." Ucap mommy Laras sambil melirik ke arah daddy Alvonso.
Serentak daddy Thomas, mommy Gloria dan Nathan menatap ke arah daddy Alvonso yang tersenyum karena mendengar pujian istrinya membuat daddy Thomas, mommy Gloria dan Nathan hanya menahan tawa dan menggelengkan kepalanya.
" Tante Laras, kebetulan datang ada yang ingin aku minta bantuan. Tapi aku ingin mengambil minuman dan buah untuk istriku." Ucap Nathan.
" Minta bantuan apa?" Tanya mommy Laras kepo
" Nanti tante juga tahu." Ucap Nathan usil.
" Aish kamu itu kebiasaan bikin tante penasaran." Ucap mommy Laras.
" Hehehe... Nanti kita bicaranya di ruang kerja milik daddy ya." Pinta Nathan.
" Ok." Jawab mommy Laras singkat.
Nathan kemudian berjalan ke arah dapur dan mengambil minuman dan buah untuk istrinya yang bernama Maya setelah selesai Nathan menaiki anak tangga menuju ke arah kamarnya sedangkan di tempat yang sama berbeda ruangan Fico membantu membaringkan tubuh Quenby dengan perlahan di ranjang.
" Sayang aku baik - baik saja hanya luka bekas tembakkan kadang masih nyeri." Ucap Quenby
" Maafkan daddyku ya." Ucap Fico merasa sangat bersalah sambil duduk di samping Quenby
" Maaf kenapa?" Tanya Quenby
" Gara - gara daddy kamu tertembak." Ucap Fico
Grep
Quenby menggenggam tangan Fico kemudian tersenyum manis menatap wajah tampan Fico.
" Sudah lupakan jangan di ingat lagi karena aku sudah melupakannya apalagi itu juga sudah terjadi." Ucap Quenby.
__ADS_1