Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Apakah oma terkena penyakit?


__ADS_3

Daddy Thomas mulai berbicara dengan keluarganya untuk memilih apa Dita di rawat oleh mereka atau diserahkan oleh keluarga besar daddy Alvonso sedangkan daddy Alvonso dan mommy Laras menunggu keputusan mereka. Setelah dua belas menit berlalu akhirnya keluarga daddy Thomas memutuskan apa yang harus dilakukannya.


" Kami sudah mengambil keputusan," ucap daddy Thomas.


" Apa keputusanmu?" tanya daddy Alvonso pura - pura tidak tahu apa keputusan daddy Thomas.


" Kami akan merawat Dita," ucap daddy Thomas akhirnya.


" Tenang saja, kami akan membantu kalian jika ada orang yang berani mempengaruhi Dita," ucap mommy Laras.


" Kami juga akan memasang alat tambahan yaitu cctv di mansion milikmu di tempat tersembunyi tanpa diketahui oleh musuh, jika ada yang menyabotase cctv mansion mu maka otomatis ponsel tersebut terdengar suara yang sangat nyaring," sambung daddy Alvonso.


" Ponsel milik siapa yang akan terdengar sangat nyaring? ponsel milikmu?" tanya daddy Thomas.


" Ponsel salah satu dari keluarga kalian dan juga keluarga kami agar salah satu dari keluarga kami akan langsung memblokir data agar dia tidak berhasil meretas rekaman cctv mansion ini," ucap daddy Alvonso.


" Ponsel milik siapa yang berbunyi?" sambung daddy Alvonso.


" Ponsel milikku," Jawab Aleandro, Maximus, Jonathan dan Yohanes serempak.


" Berikan ponsel kalian," pinta mommy Laras.


" Baik tante," jawab ke empatnya dengan serempak.


Aleandro, Maximus, Jonathan dan Yohanes memberikan ponselnya ke mommy Laras kemudian mommy Laras mengambil ponsel milik Aleandro lalu mengutak atik ponsel tersebut setelah dua belas menit kemudian mommy Laras memberikan ponsel milik ke Aleandro kemudian berlanjut mengambil ponsel milik Maximus sama seperti yang dilakukan ponsel milik Aleandro, mommy Laras mengutak atik ponsel tersebut hingga akhirnya selesai sudah mengutak atik ponselnya.


" Coba tante tes dulu," ucap mommy Laras sambil mengutak atik laptopnya.


Belum ada dua menit ponsel milik Aleandro, Maximus, Jonathan dan Yohanes serempak berdering kemudian mommy Laras mengutak atik laptopnya kembali dan ponsel mereka berempat serempak berhenti.


" Jika ponsel kalian tetap berbunyi terus itu tanda kami sedang mencoba memblokir orang itu dan sekaligus memberikan hadiah istimewa yang tidak pernah dilupakan oleh ke mereka," ucap mommy Laras sambil tersenyum.


" Hadiah istimewa apa?" tanya mereka serempak kecuali daddy Alvonso.


" Virus, virus ini langsung merusak data mereka," jawab daddy Alvonso dengan wajah yang sulit diartikan.


" Kenapa wajahmu berubah?" tanya daddy Thomas penasaran.


" Aku ingat ketika puluhan tahun yang lalu aku menyewa seorang hacker untuk meretas cctv untuk mencari seseorang namun tiba - tiba laptopnya mendapatkan hadiah istimewa," ucap daddy Alvonso.


" Aku tahu ketika mengklik gambar itu yang keluar adalah virus dan membuat laptopnya langsung rusak dan tidak bisa digunakan," ucap mommy Gloria.


" Tahu dari mana?" tanya daddy Alvonso dengan nada bingung 😕.


" Dari mana lagi kalau bukan dari novel karangan Yayuk Triatmaja dengan judul : Cinta Satu Malam Bersama Mafia," jawab daddy Thomas.


" Kamu baca juga?" tanya daddy Alvonso

__ADS_1


" Baca dong," jawab daddy Thomas.


" Aku tahu pasti membaca novel itu sebagai dongeng pengantar tidur istrimu karena sebagai upah melakukan kegiatan suami istri," tebak daddy Alvonso.


" Kok kamu tahu?" tanya daddy Thomas penasaran.


" Ya tahulah karena aku juga begitu," jawab daddy Alvonso.


" Maaf daddy dan paman, kenapa sebagai upah melakukan kegiatan suami istri? Bukankan melakukan hubungan suami istri itu hal yang sangat wajar? Jadi kenapa mesti membacakan dongeng" tanya Aleandro penasaran.


" Bisa ceritakan ke kami daddy dan paman?" sambung Maximus penasaran.


"  Cerita dong," pinta mereka serempak kecuali mommy Laras, daddy Alvonso, daddy Thomas dan mommy Gloria.


" Mommy kalian telah berhasil membuat daddy sangat puas karena itu sebagai hadiahnya daddy mendongeng novel karangan Yayuk Triatmaja ke mommy kalian," ucap daddy Thomas menjelaskan.


" Sama seperti yang dikatakan oleh daddy kalian paman juga sama dan lama - lama kami jadi kecanduan untuk membaca semua novel karangan Yayuk Triatmaja," sambung daddy Alvonso.


" Oh ya sebelum aku lupa, lebih baik Gloria dan Maya mengecek kondisi kesehatan sama Katarina," ucap mommy Laras terpaksa menghentikan percakapan mereka.


" Benar kata istriku lebih baik Gloria dan Maya di cek, Katarina bisa tahu kalau ada racun atau makanan yang mesti di hindari," sambung daddy Alvonso


" Baiklah kalau begitu kami keluar dulu untuk mengecek kondisi kami, ayo sayang." ajak Gloria sambil menggenggam tangan Maya.


" Baik mommy," jawab Maya.


Mommy Gloria, Maya dan Nathan keluar dari ruangan tersebut meninggalkan mereka semua yang masih setia di ruang kerja milik daddy Thomas.


" Oh ya paman, mengenai program IT, kapan di mulai lagi?" tanya Aleandro.


" Anak dan menantu kami melakukan kerja sama membuat perusahaan baru tentang program IT, kalian bisa datang di perusahaan anak dan menantu kami," jawab daddy Alvonso.


" Mengenai perusahaan, tante jadi ingat kalau anak dan menantu kami yang lainnya membuat sepasang jam tangan yang seperti kami pakai ini," sambung mommy Laras sambil memperlihatkan jam tangannya yang dikenakan sambil memegang tangan suaminya yang memakai jam tangan.


" Apakah ada kegunaannya?" tanya Maximus.


" Banyak kegunaan, bila dalam bahaya kita tinggal menekan tombol," ucap mommy Laras.


" Lalu apa yang terjadi?" tanya daddy Thomas penasaran.


" Orang yang memakai jam tangan serentak berbunyi dan salah satu dari keluarga kami akan mengecek GPS nya dan membantunya," jawab daddy Alvonso.


" Seperti ini contohnya," sambung mommy Laras sambil menekan tombol paling atas,


Jam tangan daddy Alvonso langsung berbunyi dan daddy Alvonso langsung menekan tombol ke dua dan otomatis suara berisik itu pun berhenti.


" Kenapa paman langsung menekan tombol?" Tanya Fico.

__ADS_1


" Jika paman tidak menekan yang ada semua anak serta menantu paman dan tante akan datang ke sini semua termasuk anak - anak angkat berserta keluarganya," jawab daddy Alvonso.


" Bagus banget dan kami sangat membutuhkan itu tapi sayang keluarga kami tidak ada yang bisa program IT," ucap daddy Thomas.


" Bukankah kita satu keluarga?" tanya daddy Alvonso


" Benar kata suamiku, kita semua adalah satu keluarga jadi kami memberikan sepasang jam tangan masing - masing untuk kalian semua termasuk Thomas dan Gloria," sambung mommy Laras.


" Sebelum kami datang ke sini, kami sudah membawakan untuk kalian semuanya," sambung daddy Alvonso.


" Terima kasih banyak, sungguh aku tidak bisa berkata - kata," ucap daddy Thomas


" Ini semua berkat istriku yang mengajari diriku untuk melakukan kebaikan, terlebih aku merasa kalau keluarga kalian mirip dengan keluargaku karena itulah aku mau membantu keluargamu," ucap daddy Alvonso terus terang kenapa keluarga besarnya mau membantunya.


" Maksudnya mirip?" tanya Thomas.


" Kamu dan istrimu mengajari tentang kebaikan untuk ke tujuh putra kalian agar saling melindungi, menyayangi dan tidak merebutkan harta," jawab daddy Alvonso.


" Sebenarnya istriku yang mengajari kami untuk tidak merebutkan harta karena harta tidak bisa di bawa mati," jawab daddy Thomas.


" Kata - katanya sama persis seperti kata - kata istriku," ucap daddy Alvonso.


" Aku sangat bersyukur bisa menikah dengan istri yang baik dan tulus mencintai kita," ucap daddy Thomas.


" Akupun juga sama. Oh ya apakah ada pertanyaan lainnya?" tanya daddy Alvonso


" Tidak ada," jawab mereka serempak.


" Kalau begitu kita bisa keluar dari ruangan ini," ucap daddy Alvonso.


Semua hanya menganggukkan kepalanya, daddy Alvonso, mommy Laras dan daddy Thomas langsung membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu keluar dengan diikuti oleh masing - masing anak - anak dan para menantu daddy Thomas dengan mommy Gloria dari anak pertama hingga anak ke tujuh kecuali Nathan dan istrinya Maya karena sudah lebih dulu sudah keluar.


Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan mommy Gloria dan Maya keluar dari ruang kerja milik daddy Thomas dan berjalan ke arah ruang keluarga dan melihat Katarina sedang duduk di ruang keluarga bersama suaminya yang bernama Mikael.


" Hallo oma, tante," panggil Katarina sopan.


" Hallo sayang, lagi sibuk kah?" tanya mommy Gloria sambil duduk saling berhadapan hanya di batasi oleh meja.


" Tidak oma, ada yang bisa saya bantu?" tanya Katarina sambil tersenyum.


" Kata anak - anakku waktu oma dan opa koma, kamu bisa mendeteksi kalau tubuh kami mengandung racun dan memberikan penawar racunnya," ucap mommy Gloria.


" Benar oma, aku bisa mendeteksi kalau ada racun lewat nadi dan bukan hanya racun penyakit lain aku bisa mendeteksinya. Apakan oma dan tante Maya ingin aku cek nadinya?" tanya Katarina.


" Boleh." jawab mommy Gloria dan Maya serempak.


" Baik, aku cek nadi oma dulu," ucap Katarina.

__ADS_1


Katarina berdiri dan berjalan ke arah mommy Gloria kemudian duduk di samping mommy Gloria dan mulai mengecek nadi mommy Gloria sedangkan mommy Gloria dan Maya menunggu apa yang akan dikatakan oleh Katarina, setelah lima menit kemudian Katarina sudah selesai mengecek nadi mommy Gloria.


" Apakah oma terkena penyakit?" tanya mommy Gloria


__ADS_2