
Tidak membutuhkan waktu lama daddy Thomas menyusul istrinya ke dunia mimpi, mereka berdua saling berpelukan memberikan kehangatan masing - masing.
Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan Fico dan Quenby berbaring di ranjang yang sama dan saling berpelukan memberikan kehangatan masing - masing.
" Sayang, aku kok pengen ya?" bisik Fico kemudian men ji lat leher Quenby membuat Quenby merasa geli.
" Maaf sayang aku tidak bisa karena masih ada itu... Apalagi dokter kan mengatakan tunggu sampai empat puluh hari baru bisa kita lakukan" ucap Quenby sambil menjauhkan wajahnya dari wajah Fico.
" Terus adik kecilku bagaimana?" tanya Fico dengan wajah memelas.
Tanpa menjawab ucapan suaminya Quenby melepaskan pelukannya kemudian duduk di ranjang kemudian menurunkan celana boxer milik suaminya yang sudah tegak dengan sempurna sedangkan Fico memejamkan matanya karena dirinya tahu apa yang akan dilakukan oleh istrinya.
Quenby men ji lat tombak sakti milik suaminya layaknya men ji lat es krim membuat Fico mengeluarkan suara merdu dan menyebut nama Quenby. Quenby yang mendengarnya tersenyum bahagia kemudian memasukkan tombak sakti milik suaminya ke dalam mulutnya layaknya mengemut permen lollipop hingga lima belas menit kemudian tombak sakti milik Fico mengeluarkan cairan kental berwarna putih ke dalam mulut istrinya membuat Quenby terbatuk - batuk.
__ADS_1
" Uhuk ... Uhuk .... uhuk...."
Bugh
Quenby yang kesal langsung memukul bahu suaminya dengan wajah di tekuk sedangkan Fico tidak marah sedikitpun hanya tersenyum dengan puas. Quenby berlari ke arah kamar mandi untuk membersihkan mulutnya setelah lima menit kemudian Quenby keluar dari kamar mandi dengan wajah masih di tekuk.
" Lain kali kalau adik kecilmu tegang lagi aku tidak mau melakukannya lagi.'' ancam Quenby dengan nada kesal sambil berjalan ke arah ranjang.
" Jangan sayang, aku janji lain kali tidak lagi," jawab Fico yang sangat tidak setuju jika Quenby tidak mau melakukannya lagi.
" Janji deh lain kali tidak lagi," ucap Fico sambil menaikkan jari telunjuk dan jari tengah kanannya.
" Janji ya, kalau masih aku tidak mau lagi," ucap Quenby sambil berbaring di ranjang.
__ADS_1
Cup
" Iya aku janji tidak akan melakukan lagi," ucap Fico kemudian mengecup pucuk kepala istrinya.
Setelah selesai mengecup pucuk kepala Quenby, Fico berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah lima menit Fico keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya sudah tertidur dengan pulas membuat Fico tersenyum.
Fico berjalan ke arah lemari pakaiannya dan mengambil celana boxer yang baru setelah selesai memakai Fico mengambil celana boxernya yang tadi dipakainya kemudian diletakkan di keranjang khusus pakaian kotor.
Fico berbaring di samping istrinya bersamaan istrinya membalikkan badannya dan meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya membuat Fico memeluk istrinya sambil mengusap punggung istrinya yang sangat dicintainya.
" Aku berjanji, untuk selalu melindungi mu dari orang yang berbuat jahat dan tidak akan melakukan perbuatan baik lagi dengan menolong orang lain karena aku tidak mau kejadian waktu itu terulang kembali," ucap Fico sambil memandangi wajah cantik Quenby.
Tiba - tiba Quenby membuka matanya dan menatap wajah tampan suaminya sedangkan Fico yang mengira istrinya sudah tertidur ternyata perkiraannya salah.
__ADS_1
" Sayangku belum tidur?" tanya Fico dengan wajah pucat karena istrinya menatapnya dengan tatapan horor.