Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Hamil


__ADS_3

" Oh ya sayang, aku ingin memakai mobilmu ya.' pinta Sela sambil menatap wajah tampan suaminya dan menyentuh wajahnya.


" Memangnya sayangku mau kemana?" tanya Presdir Axel sambil memegang tangan Sela.


" Aku ingin menemui teman lamaku untuk masak bersama dan siangnya pergi ke kantor suamiku sambil membawa makan siang," jawab Sela


" Laki - laki atau perempuan? Memang kenapa dengan mobilmu?" tanya Presdir Axel beruntun dengan nada cemburu.


" Perempuan sayang dan mengenai aku ingin memakai mobilmu aku juga tidak tahu sayang kenapa aku ingin sekali memakai mobil sport milik suamiku," jawab Sela.


Tanpa banyak bicara Presdir Axel memberikan kunci mobilnya begitu pula dengan Sela setelah selesai menukar kunci mobil Sela memeluk tubuh Presdir Axel dengan erat seakan tidak ingin berpisah membuat Presdir Axel membalas pelukan istrinya.


" Kok tumben memelukku dengan erat?" tanya Presdir Axel sambil membelai rambut istrinya dengan lembut.


" Aku tidak tahu sayang kenapa aku sangat takut kehilanganmu,'' Jawab Sela.


'' Kayak aku pergi kemana saja,'' jawab Presdir Axel.


'' Sayang, aku hanya minta tolong jaga keluargaku," pinta Sela tanpa menjawab ucapan suaminya.


" Dari semalam kamu bicara seperti itu, sebenarnya ada apa?" tanya Presdir Axel dengan nada bingung dengan perubahan mendadak istrinya sambil mendorong tubuh istrinya dengan lembut.


" Tidak tahu sayang, oh ya sayang semalam aku bermimpi melihat sekelilingnya penuh dengan bunga tapi hanya ada aku, kakek buyut dan nenek buyut dari opa Thomas dan ke empat anak kecil yang dua anak kecil mirip paman Fico yang belum sempat dilahirkan oleh tante Quenby dan dua lagi mirip suamiku." jawab Sela dengan wajah sendu.


" Itu hanya bunga tidur sayang, jangan dipikirkan," ucap Presdir Axel


" Mungkin, jawab Sela singkat.


Mereka keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni anak tangga menuju ke ruang makan di mana keluarga besar Sela sedang menunggu mereka berdua.


" Pengantin baru datangnya terakhir terus nih," goda Delon.


" Baru? sudah lama kali kak," sambung Jimmy.


" Aku sangat senang melihat adik kembarku bahagia," sambung Lemos


" Kak Delon, kak Jimmy dan kak Lemos kapan menikah?" tanya Sela usil.


" Belum tahu," jawab ke tiga kakak kembarnya serempak.


'' Kak Delon, kak Jimmy dan kak Lemos tolong jaga mommy, daddy dan Seli ya,'' pinta Sela.

__ADS_1


'' Tanpa kamu minta kakak akan selalu menjaga mommy, daddy dan ke empat adik kembarku,'' jawab Delon.


'' Apa yang dikatakan kak Delon benar pasti kami akan saling menjaga,'' sambung Jimmy.


'' Kamu bicaranya aneh dek,'' jawab Lemos.


'' Pertanyaan ku biasa saja kak, oh ya kak mau aku kenalin temanku? Siapa tahu cocok dan salah satu ke tiga kakakku menikah dengan temanku,'' usul Sela mengalihkan pembicaraan.


'' Tidak,'' jawab ke tiga kakaknya serempak.


" Enak lagi kak kalau sudah menikah," celetuk Presdir Axel


" Enak kenapa?" tanya ke tiga kakak iparnya serempak.


" Kak Axel," panggil Sela sambil menggelengkan kepalanya dengan wajah memerah.


" Enaknya kalau tidur ada yang menemani, sekarang kalian makan," ucap daddy Nathan.


" Baik dad," jawab mereka serempak dengan patuh.


Salah satu dari mereka berdoa terlebih dahulu kemudian mereka pun makan tanpa ada yang bicara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.


Para wanita berjalan ke ruang keluarga dan melanjutkan mengobrol hingga satu persatu berpamitan dan hanya tinggal daddy Nathan, mommy Maya dan Sela.


Sejak menikah Presdir Axel melarang Sela untuk berkerja di perusahaan dan Sela dengan patuh menuruti permintaan suaminya menjadi ibu rumah tangga.


" Sela, mommy dan daddy mau pergi ke tempat oma Laras apakah kamu mau ikut?" tanya mommy Maya


" Tidak mom, Sela ada janji sama teman untuk masak bersama dan nanti siang mau antar makanan," jawab Sela.


" Ok, deh kamu hati - hati di jalan," ucap mommy Maya.


" Mommy dan daddy juga hati - hati di jalan," jawab Sela.


Daddy Nathan dan mommy Maya hanya tersenyum kemudian Sela mengecup punggung tangan mommy Maya dan berlanjut ke daddy Nathan. Sela berjalan ke arah tangga dan menaiki anak tangga satu demi satu menuju ke arah kamarnya walau ada lift tapi dirinya lebih suka menaiki anak tangga. Singkat cerita kini Sela bersama temannya di mansion untuk mengobrol dan memasak bersama.


" Cindy, kamu tidak sepi tidur sendirian di mansion sebesar ini?" tanya Sela sambil melihat sekeliling mansion.


" Sepi juga sih tapi mau gimana lagi, oh ya sudah hamil belum?" tanya Cindy.


" Kurang tahu, Cindy kok aku ingin rujak ya," ucap Sela

__ADS_1


" Jangan - jangan kamu hamil," celetuk Cindy


" Amin, aku ingin kamu bikinin rujak untukku ya," pinta Sela sambil menampilkan puppy eyes nya.


" Demi ibu hamil baiklah," jawab Cindy


Singkat cerita Cindy sudah selesai membuat rujak pesanan Sela dan Sela dengan lahap memakan rujak buatan Cindy dan belum ada satu menit rujak yang di piring habis tanpa sisa.


" Aduh maaf rujaknya aku habiskan," ucap Sela tidak enak hati.


" Santai saja," jawab Cindy sambil tersenyum.


Merekapun melanjutkan mengobrol hingga tidak terasa waktu menunjukkan jam sepuluh lewat tiga puluh.


Cindy mengajak Sela ke dapurnya dan mereka pun mulai memasak bersama hingga tiga puluh lima menit kemudian mereka sudah selesai memasak.


Sela meminjam kotak makanan milik Cindy kemudian Sela berpamitan dengan Cindy dan pergi menuju ke perusahaan milik suaminya. Di dalam perjalanan ponselnya berdering membuat Cindy menghentikan mobilnya di pinggir jalan untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya.


" Kak Dita tumben telepon aku," ucap Sela sambil menggeser kan tombol berwarna hijau.


( " Ha..." ucapan Sela terhenti karena Sela mendengar Dita memanggil nama suaminya membuat Sela mendengarkannya ).


( " Kak Axel, kapan kak Axel menceraikan Sela?" tanya Dita )


( " Kakak..." ucapan Presdir Axel terpotong oleh Dita )


( " Kakak harus ingat Nathan yang telah mem bu nuh mommynya kakak selain itu kak Axel harus ingat dengan janji kakak untuk menghancurkan keluarga Nathan," ucap Dita yang tidak menyebut daddy Nathan tapi hanya namanya saja ).


( " Kakak..." ucapan Presdir Axel terpotong oleh Dita lagi )


( " Kakak juga harus ingat dengan surat wasiat mommynya kak Axel kalau kak Axel akan menikah denganku, jadi kak Axel ceraikan Sela dan ha bi si keluarga Nathan," ucap Dita )


( " Sudah cukup, jangan ingatkan lagi tentang janjiku dan surat wasiat dari mommy ku," ucap Presdir Axel )


( " Maaf kak, aku terpaksa mengingatkannya," jawab Dita )


( " Sekarang apa yang mesti kakak lakukan?" tanya Presdir Axel ).


( " Ceraikan Sela dan ha bi si keluarga Nathan," jawab Dita )


Tut                  Tut                Tut

__ADS_1


__ADS_2