
Katarina berdiri dan berjalan ke arah mommy Gloria kemudian duduk di samping mommy Gloria dan mulai mengecek nadi mommy Gloria sedangkan mommy Gloria dan Maya menunggu apa yang akan dikatakan oleh Katarina, setelah lima menit kemudian Katarina sudah selesai mengecek nadi mommy Gloria.
" Apakah oma terkena penyakit?" tanya mommy Gloria.
" Tidak oma, hanya saja tekanan darah oma menurun secara tiba - tiba sehingga aliran darah dan suplai oksigen ke otak berkurang. Sejumlah kondisi yang dapat memicu pingsan adalah stress, ketakutan, cuaca yang terlalu panas, sengatan listrik atau orang bilang ke setrum dan perubahan posisi secara tiba - tiba," ucap Katarina menjelaskan.
" Apa yang akan oma lakukan?" tanya mommy Gloria.
" Kebetulan aku membawa obatnya jadi oma tinggal meminum obat sehari tiga kali dan oma jarang pingsan lagi." ucap Katarina sambil membuka tasnya kemudian memberikannya ke mommy Gloria.
" Terima kasih sayang." ucap mommy Gloria sambil menerima botol yang berisi tablet.
" Sama - sama oma," jawab Katarina sambil tersenyum.
" Kalau istriku bagaimana?" tanya Nathan.
" Sebentar," ucap Katarina.
Katarina mengecek nadi Maya setelah lima menit kemudian Katarina sudah selesai mengecek kondisi Maya, Katarina mengambil dua botol obat yang di simpan di dalam tas miliknya dan diberikan ke Maya.
" Minumlah obat penguat kandungan dan vitamin, obat yang diberikan oleh dokter hentikan jangan meminumnya lagi," ucap Katarina.
" Terima kasih." jawab Maya sambil tersenyum manis.
" Sama - sama tante," jawab Katarina.
" Istriku memang sakit apa?" tanya Nathan penasaran.
" Kurangi aktifitas kegiatan suami istri karena itu sangat membahayakan kandungan tante, lakukan kegiatan suami istri jika kandungan tante mulai kuat," jawab Katarina.
" Usia berapa kandungan istriku mulai kuat?" tanya Nathan
" Trimester ke dua baru janinnya kuat," jawab Katarina.
" Trimester ke dua itu minggu ke berapa?" tanya Nathan
" Trimester ke dua itu usia kehamilan tiga belas minggu tapi walau janinnya kuat jangan sering - sering melakukannya apalagi sehari bisa menambah berkali - kali," ucap Katarina.
" Darimana kamu tahu kalau paman sering melakukannya apalagi sehari bisa menambah berkali - kali?" tanya Nathan dengan tatapan menyelidik.
__ADS_1
" Ya tahulah kan aku sudah periksa nadi tante Katarina," jawab Katarina.
' Karena sifat paman mirip dengan suamiku yang sehari bisa bermain berkali - kali dan hal itu membuat tubuhku sangat lelah sama seperti wajah Maya,' ucap Katarina dalam hati.
Grep
" Sayang, kamu ngomongin aku di dalam hatimu ya," ucap Mikael sambil memeluk istrinya dari arah belakang.
Katarina mendongak kepalanya ke atas kemudian tersenyum menatap wajah tampan suaminya karena suaminya sangat pintar menebak ucapan dalam hatinya dan tidak pernah salah sedangkan Mikael membalas senyuman istrinya sambil mengacak rambut istrinya. Tidak berapa lama ke enam anak kembar berserta keluarganya datang dan mereka semua berkumpul sambil masing - masing membawa koper berukuran sedang.
" Ehem.. karena para musuh sudah tidak ada lagi maka kami sekeluarga pulang," pamit daddy Alvonso.
" Seperti yang tadi aku katakan, kami memberikan sepasang jam tangan untuk kalian masing - masing." ucap mommy Laras.
Daddy Alvonso membuka paper bag kemudian mommy Laras mengambil dua kotak berwarna merah di mana satu kotak terdiri sepasang jam tangan. Mommy Laras memberikan ke Aleandro, Maximus, Fico, Yonathan atau di kenal dengan nama Nathan, Yohanes, Aska dan Robert. Merekapun membukanya dan memasangkan jam tangannya ke istri mereka masing - masing kemudian baru mereka.
" Jika salah satu dari kalian mengalami bahaya yang kira - kira tidak bisa ditangani tekan tombol paling atas maka otomatis jam tangan ini langsung berbunyi dan secepatnya akan mendapatkan bantuan secepatnya," ucap mommy Laras.
" Oh ya ada yang lupa," ucap mommy Laras sambil memberikan satu kotak merah ke daddy Thomas.
" Terima kasih banyak," ucap mommy Gloria sambil tersenyum.
Daddy Thomas memakaikan jam tangan ke tangan istrinya kemudian baru dirinya setelah mereka semua sudah memakai jam tangan masing - masing, mommy Laras melanjutkan perkataannya.
" Tante akan mengecek jam tangan dulu dan Max tolong apa GPS-nya mereka semua terlacak," pinta mommy Laras.
" Baik mom," jawab Max patuh sambil mengambil laptopnya yang di simpan di dalam tasnya.
Mommy Laras menekan tombol yang paling atas kemudian serentak jam tangan mereka berbunyi semua hingga menimbulkan suara berisik baik keluarga besar daddy Thomas dan juga keluarga daddy Alvonso. Max menatap di layar laptopnya dan ada dua jam tangan yang tidak berfungsi kemudian mengutak atik laptopnya kembali dan tidak berapa lama bunyi suara berisik yang saling bersahutan berhenti.
" Jam tangan milik kak Alviana dan kak Arlan yang tidak berfungsi mom," ucap Max sambil masih mengutak atik laptopnya.
" Pantesan jam tangan kami tidak berkedip," ucap Alviana sambil melepaskan jam tangannya begitu pula dengan suaminya yang bernama Arlan.
" Kebetulan masih tinggal sepasang lagi, pakai yang baru saja," ucap mommy Laras sambil memberikan satu kotak yang berisi sepasang jam tangan ke Debby.
" Terima kasih mom," jawab Debby sambil menerima pemberian sepasang jam tangan dan langsung memakainya begitu pula dengan suaminya.
" Sama - sama sayang," jawab mommy Laras.
__ADS_1
" Apa ada yang ingin ditanyakan?" tanya daddy Alvonso.
" Tidak ada, terima kasih atas semuanya termasuk jam tangan untuk keluarga besarku," ucap daddy Thomas.
" Terima kasih paman Alvonso dan mommy Laras," sambung mereka serempak.
" Sama - sama dan sekalian kami pamit pulang," pamit daddy Alvonso.
" Kalau ada apa - apa jangan segan untuk menghubungi kami," sambung mommy Laras.
" Kamipun juga sama, jika membutuhkan bantuan maka keluarga besar kami siap membantu kalian semua," ucap daddy Thomas.
" Ok," jawab daddy Alvonso.
Keluarga besar daddy Alvonso berpamitan dan pergi meninggalkan kediaman keluarga besar Thomas dengan iringan mobil. Keluarga daddy Thomas kembali ke kamar masing - masing untuk beristirahat karena mereka tadi sudah makan bersama dengan keluarga besar daddy Alvonso dan para wanita yang memasak kecuali mommy Gloria, mommy Laras, Quenby dan Maya karena Quenby dan Maya masih terluka terlebih Maya sedang hamil.
Ceklek
Nathan membuka pintu kamarnya dengan lebar agar istrinya masuk terlebih dahulu setelah istrinya masuk barulah Nathan ikut masuk dan menutup pintu kamarnya dengan rapat kemudian menguncinya.
Grep
" Sayang, kalau di kamar berdua denganmu terlebih melihat ranjang rasanya ingin memakan dirimu," bisik Nathan sambil memeluk istrinya dari belakang.
" Tunggu sampai janinnya kuat dulu sayang," jawab Maya sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
" Tapi aku ingin dikeluarkan sayang karena kepalaku sangat pusing jika tidak dikeluarkan," Ucap Nathan yang merasakan tombak saktinya semakin sesak.
" Aku ada cara lain." ucap Maya sambil melepaskan pelukan suaminya kemudian membalikkan badannya.
" Jangan bilang aku nyuruh wanita lain ya karena aku maunya hanya kamu istri yang paling aku cintai," ucap Nathan dengan nada tegas.
" Aish, aku tidak mungkin mengatakan itu, kalau suamiku melakukan bersama wanita lain maka aku akan pergi meninggalkan suamiku yang aku sangat cintai," ucap Maya.
" Bagiku kamu istri pertamaku dan juga istri terakhirku jadi aku tidak mungkin ada niat untuk berselingkuh dengan wanita lain." ucap Nathan dengan tegas.
" Aku percaya," jawab Maya yang merasakan bokongnya terasa ada yang mengganjal.
" Terima kasih sudah percaya padaku, oh ya tadi sayangku bilang ada cara lain apa itu?" tanya Nathan dengan suara mulai berat.
__ADS_1