Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Tiga Bulan Kemudian


__ADS_3

Tanpa menjawab Presdir Axel membuka resleting Sela membuat Sela menahan bagian depan agar gaunnya tidak terjatuh ke lantai hingga terlihat punggung mulus Sela. 


Presdir Axel menelan salivanya dengan kasar sambil membelai punggung mulus milik Sela membuat Sela memejamkan matanya menikmati sentuhan suaminya.


Entah kenapa Presdir Axel sangat kecanduan dengan tubuh istrinya hingga Presdir Axel menarik ke dua tangan Sela dan otomatis gaun pengantin tersebut meluncur ke lantai menampilkan tubuh mulus Sela dan hanya menyisakan segi tiga bermuda dan kain yang menutupi dua gunung kembarnya.


" Sayang kita mandi bersama," bisik Presdir Axel yang tidak bisa menahan gairahnya yang sudah memuncak sambil ke dua tangannya menyentuh tubuh mulus milik Sela.


Sela yang juga sudah terbakar gairahnya hanya menganggukkan kepalanya membuat Presdir Axel tersenyum bahagia kemudian menggendong Sela ala bridal style menuju ke arah kamar mandi.


Presdir Axel menurunkan tepat di depan shower kemudian memutar kran shower. Presdir Axel melucuti segi tiga bermuda dan kain yang menutupi dua gunung kembar milik Sela dan berlanjut boxer miliknya.


Kini tubuh mereka berdua polos tanpa sehelai benangpun. Presdir Axel memberikan pemanasan terlebih dahulu di bawah guyuran air shower setelah di rasa cukup Presdir Axel memegang tombak saktinya dan menuntunnya ke arah goa milik Sela.


Jleb


" Ahhhhhhh," desah mereka bersamaan ketika tubuh mereka disatukan.


Presdir Axel mematikan kran shower sambil menggoyangkan pinggulnya secara berulang - ulang dengan ke dua tangannya memegang ke dua gunung kembar milik Sela yang pas dengan ke dua tangannya hingga setengah jam keluarlah lahar dari tombak saktinya.


Setelah beberapa saat Presdir Axel menarik tombak saktinya. Presdir Axel kembali menyalakan air shower kemudian mandi bersama saling memandikan ke tubuh Sela dan Presdir Axel hingga bersih. Lima belas menit kemudian mereka keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah handuk.


Sela duduk di kursi rias sambil mengeringkan rambut dengan menggunakan handuk namun Presdir Axel mengambil hair dryer kemudian memegang rambut Sela untuk dikeringkan membuat Sela tersenyum bahagia mendapatkan perlakuan manis dari suaminya.


" Terima kasih sayang," ucap Sela


" Tapi ini tidak gratis sayang," jawab Presdir Axel sambil tersenyum.


" Aish, sama istri sendiri perhitungan," jawab Sela dengan bibir bawahnya dimajukan.

__ADS_1


" Sekali - kali boleh dong perhitungan," jawab Presdir Axel sambil mengacak rambut istrinya.


" Kalau begitu ketika suamiku yang sangat tampan ini menginginkan itu istrimu yang sangat cantik ini juga perhitungan," jawab Sela narcis tidak mau kalah.


" Menginginkan itu apa?" tanya ulang Presdir Axel sambil meletakkan hair dryer di meja rias karena sudah selesai mengeringkan rambut Sela.


Sela turun dari kursi rias kemudian berdiri lalu membalikkan badannya sambil tersenyum menyeringai membuat Presdir Axel menaikkan salah satu alisnya.


" Jika adik kecil suamiku meminta jatah aku akan pikirkan juga." jawab Sela sambil tangan kanannya membelai tombak sakti milik suaminya kemudian berjalan ke arah ranjang.


Grep


" Ceritanya istriku ingin membalas ya?" ucap Presdir Axel sambil memeluk Sela dari arah belakang.


" Kira - kira seperti itu," jawab Sela sambil menyenderkan tubuhnya ke dada bidang suaminya.


" Aku baru tahu ternyata istriku selain membalas juga nakal," bisik Presdir Axel kemudian menghirup wangi dari tubuh istrinya.


" Sayang, lagi ya," pinta Presdir Axel yang sudah kecanduan dengan tubuh istrinya.


" Boleh, tapi aku yang memimpin," jawab Sela


Setelah selesai berbicara Sela melepaskan ke dua tangan suaminya yang sedang memeluk tubuhnya kemudian menarik tangan suaminya ke arah ranjang. Sampai di ranjang Sela mendorong perlahan tubuh suaminya hingga Presdir Axel tidur terlentang kemudian Sela menarik tali jubah handuknya dan membuangnya secara asal hingga menampilkan tubuh polosnya membuat Presdir Axel menatap Sela tanpa berkedip.


Sela menaiki tubuh Presdir Axel kemudian menarik jubah handuk suaminya dan melihat tombak saktinya berdiri dengan tegak membuat Sela turun dari tubuh suaminya dan duduk di sampingnya membuat Presdir Axel yang awalnya bahagia berubah kecewa,


" Kenapa turun dari tubuhku? Katanya istriku mau mimpin," ucap Presdir Axel dengan nada kecewa.


Sela hanya tersenyum kemudian mendekatkan wajahnya ke tombak sakti milik suaminya kemudian memasukkan ke dalam mulutnya membuat Presdir Axel memejamkan matanya menikmati sensasi yang sangat berbeda. Tanpa sadar Presdir Axel menarik rambut Sela untuk dimaju mundurkan sambil mengeluarkan suara merdunya hingga lima menit kemudian Sela menghentikannya karena mulutnya terasa pegal.

__ADS_1


Sela kembali menaiki tubuh suaminya sedangkan suaminya memegang dua gunung kembar milik Sela sambil me re mas nya membuat Sela bersemangat hingga beberapa menit kemudia Sela mendapatkan pelepasan pertama. Presdir Axel yang tahu Sela sudah mendapatkan pelepasan langsung membalikkan tubuhnya dan kini Presdir Axel berada di atas tubuh Sela kemudian menggoyangkan pinggulnya secara berulang - ulang hingga setengah jam kemudian tombak saktinya mengeluarkan laharnya dan sengaja dimasukkan ke dalam rahim Sela.


Setelah beberapa saat Presdir Axel menarik tombak saktinya kemudian memeluk istrinya dari arah samping dan sela pun membalas pelukan suaminya dengan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya sambil memejamkan matanya.


Cup


" Terima kasih sayang, aku sangat puas," ucap Presdir Axel sambil mengecup pucuk kepala istrinya dengan lembut.


" Sama - sama sayang, sayang aku ngantuk," ucap Sela manja sambil memejamkan matanya.


" Tidurlah," jawab Presdir Axel singkat sambil menyelimuti tubuh polos mereka berdua.


Tidak berapa lama Sela tertidur dengan pulasnya dan di susul oleh Presdir Axel mereka berdua tidur sambil berpelukan dengan saling memberikan kehangatan masing - masing.


Tiga Bulan Kemudian


Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya hubungan Sela dengan Presdir Axel berjalan dengan harmonis begitu pula dengan adik kembarnya yang bernama Sela dengan Presdir Albert. Tidak ada musuh yang menyerang ataupun menyakiti keluarga besar daddy Nathan membuat keluarga besar daddy Nathan menjadi lengah karena tanpa sepengetahuan mereka Dita yang awalnya sering mencari masalah dan membuat kesal daddy Nathan tiba - tiba berubah menjadi baik dan sering membantu mommy Maya memasak, dekat dengan ke lima adik angkatnya membuat mereka sangat bahagia akan perubahan dratis Dita. Padahal Dita sengaja melakukan itu agar dirinya bisa menjalankan rencana mulusnya untuk menghancurkan pernikahan Sela dan Presdir Axel.


" Oh ya sayang, nanti malam ada acara ulang tahun perusahaan dan aku ingin besok istriku yang cantik ini memakai perhiasan kalung dan cincin milik mommyku," ucap Presdir Axel.


" Ok sayang," jawab Sela sambil memasangkan dasi suaminya.


Setelah selesai memasang dasi suaminya, Sela memakaikan jas kemudian merapikannya sambil tersenyum menatap wajah tampan suaminya.


" Suamiku sangat tampan," puji Sela


" Dari dulu memang aku sangat tampan," jawab Presdir Axel narcis.


" Betul sekali karena itulah aku sangat mencintai suamiku yang tampan ini." jawab Sela.

__ADS_1


" Aku juga sama sangat mencintai istriku yang sangat cantik ini," puji Presdir Axel sambil menarik hidung mancung istrinya.


__ADS_2