Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Dita Benci Mommy


__ADS_3

Di tempat yang berbeda tepatnya di mansion daddy Thomas, entah kenapa Dita yang sedang bermain dengan para sepupunya tiba - tiba menangis membuat Quenby, Maya datang menemui Dita.


" Dita sayang kenapa menangis?" tanya Maya dengan lembut.


" Mommy... Hiks... Hiks.. Hiks...." ucap Dita sambil terisak dan memeluk Maya.


" Iya sayang, ada apa?" tanya Maya.


" Hiks.... Hiks... Hiks..." isak Dita tanpa menjawab pertanyaan Maya.


" Ponakan - ponakanku sayang, kenapa Dita menangis?" tanya Quenby dengan  nada lembut.


" Tidak tahu tante, tadi kami sedang bermain tiba - tiba menangis," ucap Louisa putri ke dua Aleandro dengan Cantika.


" Dita sayang, mau permen?" tanya Quenby


Dita hanya menggelengkan kepalanya sambil  menangis membuat Quenby dan Maya mencari ide agar Dita berhenti menangis.


" Dita sayang, mau mommy masakin kesukaan Dita?" tanya Maya


Dita lagi - lagi hanya menggelengkan kepalanya sambil  menangis membuat Quenby dan Maya mencari ide kembali agar Dita berhenti menangis.


" Atau mau jalan - jalan ke mall?" tanya Quenby.


" Hiks... Hiks... Hiks... Tidak mauuuu!!" Teriak Dita.


" Ditaaa!!!" Bentak Maya tanpa sadar.


" Mommy jahat!! Dita benci mommy!!!" teriak Dita sambil berlari keluar dari ruang bermain dan berjalan ke arah kamarnya.

__ADS_1


" Dita sayang, maafkan mommy," ucap Maya bersiap mengejar Dita.


Grep


" Maya jangan berlari, ingat Maya kamu lagi hamil," ucap Quenby sambil menahan tangan Maya.


" Tapi Quenby kak?" tanya Maya yang merasa bersalah terhadap Dita karena telah membentaknya.


" Ada apa?" tanya mommy Laras dan daddy Alvonso serempak tiba - tiba datang ke ruang bermain.


" Tidak tahu paman dan tante kenapa Dita tiba - tiba menangis? tadi kami sudah menawari permen dan masakin buat Dita tapi tetap saja Dita menangis akhirnya aku mengajaknya ke mall tapi Dita tiba - tiba berteriak dan Maya tidak sengaja membentaknya." Ucap Quenby menjelaskan.


" Maaf aku tidak sengaja membentaknya," ucap Maya merasa bersalah.


" Tidak apa - apa sayang, kamu jangan merasa bersalah. Ingat kamu lagi hamil kalau sedih nanti anak - anakmu ikut sedih," ucap mommy Laras,


" Mungkin Dita merasakan kalau ibu kandungnya mati makanya tiba - tiba menangis," ucap daddy Alvonso.


" Sstttttt... Jangan berteriak keponakan kalian menatap kalian berdua," ucap mommy Laras


" Maafkan kami ponakan - ponakan ganteng dan cantik," ucap Quenby dan Maya serempak sambil tersenyum.


" Tidak apa - apa tante," jawab mereka serempak.


" KIta bicara di luar saja," ucap mommy Laras.


" Baik tante," jawab Quenby dan Maya serempak.


Mereka pun keluar dari ruangan khusus bermain menuju ke ruang kerja milik daddy Thomas, singkat cerita kini mereka sudah sampai di ruang kerja dan duduk saling berhadapan.

__ADS_1


" Tante dan paman coba ceritakan," pinta Quenby dan Maya serempak yang duduk bersebelahan dan berhadapan dengan mommy Laras dan daddy Alvonso.


Mommy Laras menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup - tutupi sedangkan Maya dan Quenby dengan setia mendengarkan cerita mommy Laras hingga selesai.


" Kasihan Dita masih kecil kehilangan ke dua orang tuanya," ucap Maya


" Iya benar tapi ibunya Dita memang pantas mati karena sangat jahat sekali," ucap Quenby


" Akhhhhh... Kenapa aku jadi membenci Dita?" pekik Quenby dengan nada kesal.


" Dita tidak salah tapi yang salah adalah ibunya, ibunya sangat jahat berkerja sama dengan pria itu untuk menghancurkan keluarga kita," ucap Maya.


" Tapi gara - gara ibunya Dita, kami kehilangan oma dan opa yang kami sayangi," ucap Quenby dan tidak berapa lama air matanya keluar.


Grep


" Aku mengerti apa arti kehilangan karena dulu aku juga pernah kehilangan kakek yang aku sayangi," ucap Maya sambil memeluk Quenby.


" Hiks... Hiks... Hiks... Kalau meninggal secara wajar mungkin aku tidak sesedih sekarang ini," ucap Quenby sambil terisak dan membalas pelukan Maya.


" Mati dan hidup seseorang tidak ada yang tahu semua adalah rahasia Tuhan, tante tahu bagaimana perasaanmu dan juga perasaan saudara - saudaramu tapi kita tidak bisa mengubah takdir. Sekarang yang terpenting kamu doakan oma dan opa agar di ampuni segala dosa - dosanya dan diringankan langkahnya," ucap mommy Laras.


" Terima kasih tante," ucap Quenby


" Sama - sama sayang, pesan tante jangan kamu membenci Dita karena Dita masih kecil dan dia tidak tahu kalau ibunya sangat jahat," ucap mommy Laras.


" Baik tante,' ucap Quenby patuh.


" Sekarang tante dan paman akan ke kamar Dita untuk membujuk Dita," ucap mommy Laras.

__ADS_1


" Maya ikut tante karena Maya merasa bersalah membentak Dita," ucap Maya.


__ADS_2