Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Tembak ke dua pria itu!!!


__ADS_3

Sebelum menjawab ponsel milik Aleandro berdering membuat Aleandro mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya namun baru saja menggeser tombol berwarna hijau dokter yang berada di sebelahnya ingin mengambil pistol Aleandro yang berada di dalam saku jasnya dengan diam - diam namun mata elang Maximus melihatnya dan langsung mengambil pistolnya.


dor


" Akhhhh..." Teriak dokter tersebut ketika dadanya tertembak.


" Jangan sekali - kali melakukan sesuatu jika nyawa tidak mau melayang." Ancam Maximus sambil menatap tajam ke dokter tersebut.


" Begitu pula kamu karena aku tidak perduli walau kamu perempuan sekalipun jika berbuat macam - macam maka nyawamu akan melayang." Ancam Maximus.


Mereka berdua langsung terdiam karena mereka sangat sayang terhadap nyawanya sedangkan Aleandro menerima panggilan tersebut.


" Aleandro, ini Alvonso keluar saja dari mobil dan jadikan dokter dan perawat itu sebagai tameng kalian sebentar lagi bantuan akan datang, bertahanlah." Ucap Alvonso.


" Baik." Jawab Aleandro.


Tut                  tut                          tut


Sambungan komunikasi langsung terputus dan Aleandro menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya kemudian memegang tangan dokter tersebut.


" Maximus kita keluar dan jadikan perawat sebagai tameng mu." Ucap Aleandro sambil tangan satunya mengambil pistol yang disimpannya di dalam saku jasnya.


" Baik." Jawab Maximus sambil memegang tangan perawat dan tangannya juga mengambil pistol yang disimpannya di dalam saku jasnya.


" Kalian gi*a aku tidak mau ma*i." Ucap perawat sambil menahan rasa sakit pada dadanya karena di tembak oleh Maximus.

__ADS_1


" Kalian yang gi*a karena telah berani mengusik salah satu anggota keluarga kami." Ucap Maximus.


" Kalian berdua bersiap - siap jika aku keluar setelah dua menit kalian juga keluar dan buka pintu mobil dengan kasar dan tendang dengan menggunakan ke dua kaki kalian agar para musuhnya jatuh." Perintah Maximus.


" Baik tuan." Jawab ke dua bodyguard dengan serempak.


Selesai bicara Maximus membuka pintu mobil dengan cara kasar kemudian mendorongnya dengan menggunakan ke dua kakinya membuat beberapa penjahat terjatuh dan menjadikan perawat tersebut sebagai tamengnya begitu pula dengan Aleandro membuka pintu dengan kasar kemudian mendorongnya dengan menggunakan ke dua kakinya membuat beberapa penjahat terjatuh dan menjadikan dokter tersebut sebagai tamengnya.


" Buang senjata kalian kalau tidak dokter ini akan aku tembak." Ucap Aleandro sambil menodongkan pistol ke arah kening dokter tersebut sambil matanya melihat ke arah sekelilingnya.


" Kalian dengar kata kakakku turunkan pistol kalian." Perintah Maximus sambil mengarahkan pistolnya ke kening perawat.


" Cih, aku tidak perduli dengan nyawa mereka berdua." Ucap salah satu dari mereka.


dor                          dor                             dor                         


" Akhhhhhhhh....." Teriak dokter dan perawat itu bersamaan ketika peluru itu mengenai dadanya dan menebus jantungnya membuat dokter dan perawat itu mati seketika.


Aleandro dan Maximus tetap menjadikan jasad dokter dan perawat sebagai tamengnya sambil membalas tembakan mereka sedangkan dua bodyguardnya yang diperintahkan mengikuti perintah Maximus yaitu membuka pintu secara kasar kemudian menendang dengan ke dua kakinya membuat beberapa penjahat terjatuh. Mereka membantu Aleandro dan Maximus. Mereka saling menembak hingga dua bodyguard milik Aleandro dan Maximus terkena tembakan membuat Aleandro dan Maximus membalas tembakan mereka hingga peluru mereka habis.


" Si*l." Umpat Aleandro dan Maximus serempak.


" Hahaha... peluru kalian sudah habis jadi terimalah kematian kalian berdua." Ucap salah satu dari mereka.


" Apa permintaan terakhir kalian berdua?" Tanya salah satu pria tersebut.

__ADS_1


" Cih, kami tidak akan mungkin ma*i tapi kalianlah yang ma*i." Ucap Aleandro


" Kalian tentu berharap bantuan akan datang bukan?" Tanya salah satu pria tersebut.


" Kalian berdua salah besar mereka sudah di hadang oleh ketua mafia kami baik bantuan saudara kalian yang bernama Robert ataupun bantuan dari keluarga Alvonso jadi jangan pernah berharap kalian berdua untuk mendapatkan bantuan." Sambung pria itu sambil tersenyum menyeringai.


' Akankah aku harus ma*i mengenaskan di tembak oleh mereka, jika memang aku harus ma*i aku hanya berharap istriku bisa menemukan penggantiku yang lebih baik dariku.' Ucap Aleandro dalam hati.


' **Akankah aku akan ma**i di tembak oleh mereka? Istri dan anak - anak daddy maafkan daddy yang tidak bisa melihat tumbuh kembang kalian.' Ucap Maximus dalam hati*


' Maafkan daddy, daddy sayang kalian semua.' Ucap Aleandro dan Maximus bersamaan dalam hati.


dor                        dor


" Akhhhh......." Teriak ke dua bodyguardnya ketika peluru ke dua penjahat mengenai kening ke duanya.


Bruk                      Bruk


Ke dua bodyguard itupun langsung ambruk seketika bersamaan dengan menghembuskan nafas terakhirnya.


" Kini tinggal kalian berdua, terimalah kematian kalian." Ucap salah satu pria tersebut.


" Tembak ke dua pria itu!!!" Perintah pria itu ada anak buahnya.


" Baik tuan." Jawab mereka serempak sambil mengarahkan pistolnya ke arah kening Aleandro dan Maximus.

__ADS_1


__ADS_2