Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Bazoka


__ADS_3

Setelah kepergian mereka datang 5 orang dan seperti apa yang dikatakan sebelumnya ke 5 orang tersebut memilih senjata dan berjaga sesuai perintah daddy Alvonso. Setelah hampir tiga puluh lima menit akhirnya selesai, daddy Alvonso menatap masih ada sebagian senjata milik Aleandro dan Maximus membuat daddy Alvonso berniat untuk mengambil semuanya.


" Bawa pakai apa ya?" Tanya daddy Alvonso sambil menatap ke arah sekeliling hingga dirinya melihat ada tas ukuran agak besar di sudut lemari.


Daddy Alvonso mengambil tas tersebut kemudian memasukkan beberapa pistol dan senjata tajam setelah selesai daddy Alvonso pergi meninggalkan ruangan tersebut menuju ke lantai 4 di mana lantai 4 adalah mansion yang paling tinggi dan bisa melihat dengan mudah para musuhnya sekaligus bisa bersembunyi.


Kini semua keluarga daddy Alvonso, keluarga daddy Thomas dan penghuni mansion sudah berjaga - jaga di tempat yang sudah di tentukan oleh daddy Alvonso, mommy Laras, Arlan dan Dennis.


Hingga setengah jam kemudian Dennisa melihat rombongan mobil dan motor menuju ke arah mansion membuat Dennisa menghubungi keluarganya lewat headset bluetooh.


" Dua puluh satu menit lagi mereka sampai," ucap Dennisa.


" Ok," jawab daddy alvonso, mommy Laras, Dennis dan Arlan serempak.


Dor                      Dor                             Dor


Duar                    Duar                           Duar


Cittttttttttttttttt

__ADS_1


Di tempat yang sama tepatnya di lantai empat setelah selesai daddy Alvonso, mommy Laras, Dennis dan Arlan serempak menjawab tiba - tiba terdengar suara tembakkan berbarengan dengan suara ledakan yang lumayan kencang membuat beberapa mobil dan motor menghindar hal itu membuat semua penghuni mansion terkejut termasuk keluarga daddy Alvonso dan keluarga daddy Thomas kecuali Dennisa.


" Apa yang terjadi?" tanya daddy Alvonso dan Dennis serempak.


" Siapa yang menembak mereka?" tanya mommy Laras dan Arlan secara bersamaan.


" Maya yang nembak," ucap Dennisa.


" Apa???" Teriak mereka serempak dengan nada terkejut.


" Ceritakan lebih detail." pinta daddy Alvonso.


" Daddy satu motor yang terdiri dua orang dan satu mobil terdiri dari sepuluh orang jadi total empat belas orang meninggal di tempat." lapor Dennisa


" Syukurlah setidaknya mengurangi orang yang menyerang mansion ini," ucap daddy Alvonso sambil mengarahkan bazoka ke arah salah satu mobil mereka dari jarak jauh.



Duar                    Duar                           Duar

__ADS_1


Bazoka yang ditembakkan daddy Alvonso tepat mengenai salah satu mobil di tengah membuat mobil itu meledak dan menyambar depan dan belakang mobil temannya.


" Apa yang terjadi?" tanya mommy Laras, Dennis dan Arlan serempak lagi.


" Daddy menembak salah satu mobil dan langsung meledak dan dua mobil ikut meledak sekarang mobil dan motor tidak beriringan lagi seperti tadi." lapor Dennisa.


" Daddy." panggil mommy Laras.


" Maaf sayang, daddy terpaksa biar musuh mati semua sebelum menuju ke mansion ini." ucap daddy Alvonso sambil tersenyum devil.


' Senjata yang paling aku sukai adalah bazoka hanya sayang hanya ada dua peluru dan sekarang tinggal satu peluru lagi nanti aku pakai lagi ketika mereka semua berkumpul untuk menyerang di depan gerbang mansion," ucap daddy Alvonso dalam hati.


Kini mobil tersisa 6 sedangkan motor tersisa 8, orang kepercayaan ketua mafia  atau tangan kanan mafia menahan amarahnya karena anak buahnya banyak yang mati membuat dirinya menghentikan mobilnya sambil mengarahkan tangannya ke atas supaya mobil dan motor untuk berhenti semua.


" Dua mobil dan 4 motor yang berada di depan jalan dan ingat jaga jarak agar jika musuh menembak tidak mengenai yang lainnya. Untuk sisanya tunggu di sini jika mereka sudah jauh baru sisanya menyusul untuk menyerang di segala posisi mansion," ucap orang kepercayaan mafia.


" Baik tuan." Jawab mereka serempak.


Dua mobil dan empat motor itu menyalakan mesin kendaraannya dan melajukan kendaraan di mana mereka sebentar lagi akan sampai di mansion milik daddy Thomas.

__ADS_1


__ADS_2