Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Ulah Daddy Alvonso


__ADS_3

Dua jam kemudian Presdir Albert dan Jimmy menggendong istri mereka masing - masing, awalnya Jessica dan Seli menolaknya tapi suami mereka memaksanya dengan alasan tidak tega melihat Jessica dan Seli berjalan sambil menahan rasa pegal pada ke dua kakinya karena mereka menggunakan sepatu hak tinggi.


Presdir Albert dan Jimmy berjalan ke arah lift dengan diikuti oleh Sela dan Presdir Axel, Presdir Axel menekan tombol lift bersamaan daddy Nathan menemui mereka.


" Setelah kalian membersihkan diri kalian naik ke lantai atas," perintah daddy Nathan.


" Ada apa dad?" tanya mereka serempak.


" Daddy tidak tahu, daddy hanya di minta sama paman Alvonso untuk meminta kita untuk datang ke lantai atas bersama pasangan masing - masing," ucap daddy Nathan.


" Kok tumben opa Alvonso mengundang kita? Ada apa ya?" tanya Presdir Albert.


" Daddy juga tidak tahu kenapa paman Alvonso mengundang kita, jadi kalian bersiap - siaplah jam 9 malam," ucap daddy Nathan.


" Baik dad," jawab mereka serempak


" Khusus Jimmy dan Albert tahan dulu melakukan hubungan suami istri," ucap daddy Nathan tanpa basa basi dan dengan nada cuek.


" Daddy," panggil Seli dengan wajah memerah.


" Baik dad," jawab Jimmy dan Presdir Albert serempak.


Presdir Axel dan Presdir Albert hanya bisa menggelengkan kepalanya karena mempunyai mertua seperti berbicara dengan teman hal itu membuat mereka sangat bahagia dan bersyukur mempunyai mertua seperti daddy Nathan. Presdir Albert dan Jimmy masuk ke dalam lift menuju ke kamar mereka untuk beristirahat sebentar karena masih ada waktu 2 jam.


Dua Jam Kemudian

__ADS_1


Kini daddy Alvonso bersama istrinya mommy Laras, daddy Thomas bersama istrinya mommy Gloria, ke 7 anak kembarnya bersama pasangannya masing - masing dan anak - anak mereka yang sudah menikah, mereka berkumpul di ruangan yang luas dan sudah tersedia berbagai minuman dan cemilan,.


" Setelah bertahun - tahun kita bersahabat akhirnya kita menjadi satu keluarga karena itulah aku ingin merayakan bersama sahabatku Thomas berserta keluarga besarnya," ucap daddy Alvonso membuka percakapan.


" Aku juga tidak menyangka kita akhirnya menjadi satu keluarga," sambung daddy Thomas.


" Untuk merayakannya mari kita bersulang," ucap daddy Alvonso mengambil gelas yang berisi anggur merah.


Mereka pun masing - masing mengambil gelas dan bersulang sambil tersenyum bahagia bersama kemudian mereka meminumnya hingga habis tanpa sisa.


Mereka mengobrol bersama sambil makan camilan yang tersedia hingga satu jam kemudian mereka satu persatu keluar dari ruangan tersebut menuju ke kamar mereka masing - masing.


"Daddy kenapa tubuh mommy panas ya?"tanya mommy Laras ketika mereka sudah berada di kamarnya.


"Daddy juga mom, kok badan daddy panas apa AC nya rusak?" tanya daddy Alvonso dengan wajah polos.


" Hehehe... "


"Daddy iseng banget dari jaman dulu sampai sekarang tidak pernah berubah," omel mommy Laras dengan kesal.


" Ya sudahlah daddy cari wanita lain kalau mommy tidak mau," ucap daddy Alvonso dengan wajah di tekuk sambil berjalan ke arah pintu kamar mereka.


" Keluar dari kamar ini, mommy juga akan mencari pria lain," ancam mommy Laras sambil melepaskan satu persatu pakaiannya dan membuangnya secara asal.


"Haish.. Ancaman mommy jelek," ucap daddy Alvonso sambil melepaskan jasnya dan membuangnya dengan asal.

__ADS_1


" Biarin," jawab mommy Laras sambil menyalakan remote AC agar bertambah dingin padanya dirinya tidak mengenakan sehelai benang pun.


Grep


Daddy Alvonso membalikkan badannya sambil melepaskan dasinya yang terasa mencekik lehernya kemudian membuangnya secara asal dan berlanjut melepaskan kemeja, celana panjang dan terakhir celana boxer nya semua di buang secara asal.


Daddy Alvonso membalikkan badannya kemudian memeluk mommy Laras dari arah belakang. Mereka pun melakukan hubungan suami istri begitu pula dengan daddy Thomas bersama istrinya mommy Gloria dan ke tujuh anak mereka serempak melakukan hubungan suami istri bersama pasangan masing - masing begitu pula dengan para cucu daddy Thomas yang sudah menikah melakukan hal yang sama.


POV Jimmy dan Jessica


Jimmy dan Jessica berada di kamar dan berbaring di kamar sambil berpelukan setelah mereka sudah selesai mencuci muka dan menyikat gigi tanpa melakukan hubungan suami istri karena ke duanya sangat lelah dan ingin lekas tidur toh mereka sudah resmi menikah dan bisa melakukan hubungan suami istri bisa kapan saja hingga tiba - tiba tubuh Jimmy dan Jessica terasa panas.


" Kak Jimmy kok panas ya?" tanya Jessica sambil melepaskan pelukannya.


" Iya tumben," jawab Jimmy sambil turun dari ranjang dan mengambil remote AC dan menurunkan suhunya agar lebih dingin.


Jessica yang tidak bisa menahan tubuhnya yang terasa terbakar melepaskan pakaiannya hinga polos tanpa sehelai benangpun sedangkan Jimmy yang juga tidak bisa menahan tubuhnya yang terasa terbakar meletakkan remote nya kemudian melepaskan pakaiannya satu persatu hingga polos tanpa sehelai benang pun.


Grep


Jessica turun dari ranjang kemudian memeluk tubuh polos suaminya dari arah belakang sambil menggenggam tombak sakti milik suaminya membuat Jimmy membulatkan matanya karena merasakan kulitnya bersentuhan langsung dengan kulit istrinya membuat ha srat Jimmy mulai naik.


" Sayang, kakak ingin," ucap Jimmy dengan suara semakin berat sambil memegang ke dua tangan Jessica.


Jimmy membalikkan badannya dan matanya membulat sempurna melihat tubuh polos istrinya sedangkan Jessica yang di tatap oleh suaminya membuat wajah Jessica merona merah.

__ADS_1


" Aku juga ingin kak," jawab Jessica sambil memeluk tubuh polos suaminya dari arah depan.


__ADS_2