Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Ingin Di Nyanyikan


__ADS_3

Ceklek


Quenby membuka pintu dan melihat suaminya sedang melamun membuat Quenby berjalan ke arah ranjang dan duduk di samping suaminya sambil melambaikan tangannya ke wajah suaminya.


" Sayang," panggil Quenby


" Eh... Ada apa sayang?" tanya Fico sambil membelai pipi istrinya.


" Ada apa sayang? Aku melihat suamiku sedang melamun, mikirin wanita lain ya?" tanya Quenby tanpa menjawab pertanyaan suaminya dengan nada curiga dan cemburu.


" Sayangku cemburu ya," goda Fico sambil memegangi ke dua pipi Quenby agar menatap dirinya.


" Kalau aku mikirin laki - laki lain, suamiku cemburu tidak?" tanya Quenby tanpa menjawab ucapan suaminya.


" Laki - laki siapa yang kamu pikirkan?" tanya Fico dengan wajah tiba - tiba menggelap.


" Kalau aku jawab, apakah suamiku akan memukulku atau memukul pria itu?" tanya Quenby.


" Memukul pria itu, siapa dia?" tanya Fico sambil menahan amarahnya.


" Suamiku yang paling aku cintainya namanya tuan Romero Fico Saverio. Suamiku ingin memukul diri sendiri?" tanya Quenby usil.


Wajah Fico yang awalnya menggelap seperti awan mendung mendadak berubah menjadi terang benderang seperti matahari yang menyilaukan matanya membuat Fico tersenyum bahagia dan ingin menggoda Quenby.


" Coba ulangi sekali lagi?' tanya Fico tanpa menjawab pertanyaan Quenby.


" Tidak ada siaran ulang," jawab Quenby sambil berbaring di ranjang dan membelakangi Fico.

__ADS_1


" Pffftttt... Hahahaha..." tawa lepas Fico ketika mendengar ucapan Quenby.


Grep


" Istriku senang banget bikin suami cemburu," ucap Fico sambil memeluk istrinya dari belakang.


" Yang mulai duluan siapa?" ucap Quenby sambil memegang tangan suaminya.


" Ceritanya balas nih?" Goda Fico sambil memainkan salah satu pucuk himalaya milik Quenby.


" Iya dong, suamiku saja cemburu kalau aku memikirkan pria lain apalagi aku jika suamiku yang aku cintai memikirkan wanita lain," jawab Quenby sambil membalikkan badannya dan menatap wajah tampan suaminya.


Cup


" Aku sangat senang jika kamu cemburu dan sangat mencintaiku begitu pula dengan diriku sangat cemburu dan sangat mencintaimu," ucap Fico posesif.


" Sayang," panggil Quenby


" Aku ngantuk dan ingin di peluk, bolehkah?" tanya Quenby manja.


" Tentu saja boleh kenapa tidak," jawab Fico yang sangat suka istrinya manja dengan dirinya.


Quenby menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya sambil memeluk pinggang Fico sedangkan Fico membalas pelukan istrinya.


" Sayang," panggil Quenby lagi


" Hmmmmm," jawab Fico berupa deheman lagi.

__ADS_1


" Aku ingin..." ucap Quenby menggantungkan kalimatnya sambil membuat pola abstrak di dada bidang suaminya.


" Sayang, aku mohon tangannya berhenti membuat pola abstrak di dadaku," pinta Fico.


" Memang kenapa?" tanya Quenby polos sambil kepalanya mendongak ke atas.


" Sayangku membangunkan adik kecilku," bisik Fico.


" Memang sayangku punya adik kecil? mana adik kecilnya?" tanya Quenby polos


" Ini adik kecilku," jawab Fico sambil mengarahkan tangan Quenby ke bawah perut di mana tombak saktinya perlahan mulai bangun.


" Punya suamiku besar dan panjang ya," ucap Quenby sambil memainkan tombak sakti milik suaminya.


" Quenby hentikan, apakah kamu ingin aku makan lagi?" tanya Fico sambil menahan tangan Quenby.


" Tidak, aku lelah sayang," jawab Quenby yang mengerti ucapan Fico.


" Aku tahu karena itulah jangan coba pancing aku," ucap Fico.


" Ikan kali di pancing," celetuk Quenby sambil menyandarkan kembali kepalanya di dada bidang suaminya.


" Kamu itu," ucap Fico sambil mengacak rambut Quenby.


" Berantakan tahu," ucap Quenby sambil merapikan rambutnya.


" Biarin, oh ya tadi memanggilku ada apa?" tanya Fico sambil menguap.

__ADS_1


" Aku ingin tidur tapi aku ingin di nyanyikan sama suamiku? bolehkah?" tanya Quenby sambil kepalanya mendongak ke atas dengan tatapan berkaca - kaca.


__ADS_2