Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Siapa kalian?


__ADS_3

Di saat yang kritis terdengar suara tembakan beruntun ke arah para penjahat hingga enam belas orang meninggal di tempat hingga menyisakan dua puluh orang membuat orang serempak membalikkan badannya sedangkan Maximus dan Aleandro melihat ke arah depan dengan tatapan bingung sama seperti para penjahat karena mereka melihat sekumpulan pemuda tampan mengarahkan pistol ke arah mereka.


" Kenapa heran kami bisa sampai di sini?" Tanya seorang pemuda.


" Siapa kalian?" Tanya salah satu penjahat.


" Kami semua cucu - cucu Alvonso Taylor." Jawab pemuda itu.


" Bagaimana mungkin?" Tanya salah satu penjahat tersebut.


" Pffftttt hahaha... paman - paman tidak menyangka bukan kenapa kami semua tidak di hadang." Ucap pemuda tersebut sambil tertawa.


" Baiklah karena paman - paman  penasaran aku akan katakan." Sambung pemuda itu.


xxxxxxxx  Flash Back On xxxxxxxx


Alvonso, Alvian, Max dan Leo sibuk mengutak atik laptopnya sedangkan daddy Thomas dan Markus hanya diam menunggu mereka hingga ponsel Max berdering sekali tanda ada pesan masuk. Max mengambil ponselnya di saku jasnya kemudian melihat mommy Laras menghubungi dirinya.


' Max, di ruangan kalian ada kamera cctv yang ada suaranya milik penjahat diletakkan di saklar dekat pintu, kamu retas balik agar mereka tidak melihat apa yang kalian lakukan tapi ingat jangan sampai ketahuan setelah itu mommy akan menghubungi kalian dan ponsel milikmu langsung loud speaker agar kalian tahu apa rencana mommy'.


Max menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya kemudian melakukan apa yang dikatakan mommy Laras setelah lima menit dirinya berhasil.


" Sebentar lagi mommy akan telepon." Ucap Max memberitahukan.


" Ada apa Max?" Tanya Alvonso, Alvian dan Leo serempak.


" Mommy bilang kalau ruangan ini ada kamera cctv yang ada suaranya milik penjahat diletakkan di saklar dekat pintu, aku sudah meretas balik agar mereka tidak melihat apa yang kita lakukan." Ucap Max menjelaskan.


" Apa???" Jawab mereka serempak sambil melihat saklar dekat pintu.


Tidak berapa lama ponsel milik Max berdering dan Max menggeser tombolnya berwarna hijau dan langsung men loud speaker agar semua bisa mendengarkan.


" Hallo mommy." Panggil Max.


" Mommy sudah memerintahkan semua cucu mommy dan daddy untuk membantu Aleandro dan Maximus karena ketua mafia itu sudah mengetahui kalau Robert bersama pasukannya dan Arlan berserta anak - anaknya membantu Aleandro dan Maximus. Bisa dipastikan kalau Robert bersama pasukannya dan Arlan berserta anak - anaknya akan dihadang oleh mereka karena itu mommy sudah bilang ke mereka untuk saling bertemu dan melawan ketua mafia dengan bantuan paman Ronald dan paman Kennath bersama anggota mafia milik paman Kennath dan mafia milik Arlan." Ucap mommy Laras langsung tanpa basi.

__ADS_1


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Cerita tentang perjalanan daddy Thomas, dokter Hendrik dan Markus dapat di baca di novelku satunya dengan judul : Cinta Pertama Mafia


Cerita tentang daddy Alvonso, Ronald dan dokter Kennath dapat di baca di novelku dengan judul : Cinta Satu Malam Bersama Mafia


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Mereka semua hanya diam karena mendengarkan penjelasan mommy Laras sambil menunggu penjelasan berikutnya.


" Alvonso." Panggil mommy Laras.


" Iya mom." Jawab Alvonso.


" Cucu - cucu mommy dan daddy diperkirakan akan datang sekitar setengah jam lagi jadi tugasmu satu jam lagi kamu menghubungi daddy untuk meminta bantuan menolong Aleandro dan Maximus." Perintah mommy Laras.


" Lho bukannya mommy sudah menyuruh para cucu mommy dan daddy?" Tanya Alvonso dengan nada bingung.


" Memang benar ini untuk mengecoh mereka agar tidak terlalu banyak menyerang Aleandro dan Maximus, apakah kamu paham maksud mommy?" Tanya mommy Laras.


" Bagus, jadi jangan lupa satu jam lagi hubungi daddy." Ucap mommy Laras.


" Baik mom." Jawab Alvonso patuh.


" Untuk Alvonso, Alvian, Max dan Leo jika kalian sedang meretas cctv jangan diperlihatkan ke paman Thomas dan paman Markus karena para musuh akan tahu." Ucap mommy Laras.


" Baik mom." Jawab mereka serempak.


" Untuk semuanya termasuk Thomas dan Markus, mommy minta kalian bersandiwara ngomongin daddy agar mereka mengira kalian tidak serius dalam kondisi seperti ini dan bisa mengecoh kan mereka." Ucap mommy Laras.


" Baik mom." Jawab mereka serempak lagi.


" Mommy kenapa daddy jadi bahan lelucon anak - anak?" Protes daddy Alvonso.


" Maaf daddy, karena musuh saat ini sangat pintar terlebih mereka juga musuh lama keluarga kita." Ucap mommy Laras.

__ADS_1


" Mereka memang sangat licik dan juga licin seperti belut susah untuk menemukan tempat markas mereka." Ucap daddy Alvonso dengan nada serius.


" Benar dad dan semoga saja rencana mommy ini bisa berjalan dengan lancar." Ucap mommy Laras.


" Iya mom, seandainya saja daddy masih muda ingin rasanya bertarung dengan mereka bersama ke dua sahabat daddy, Ronald dan Kennath." Ucap daddy Alvonso.


" Mommy juga dad." Ucap mommy Laras.


" Maaf mommy dan daddy, ada yang ingin dikatakan lagi?" Tanya Alvonso.


" Oh ya ada lagi, Max jangan lupa kembalikan ke awal cctv nya agar mereka tidak curiga." Ucap mommy Laras.


" Baik mom." Jawab Max.


Tut                      Tut                              Tut


Sambungan komunikasi langsung terputus secara sepihak kemudian Max menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya kemudian mengembalikan rekaman cctv ke semula agar mereka tidak curiga.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sekarang sudah tahukan kenapa mereka bercanda termasuk daddy Alvonso dan istrinya mommy Laras di saat yang seharusnya mereka serius tapi di buat candaan agar para musuh mereka terkecoh.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


xxxxxxxx   Flash Back Off xxxxxxx


" Keluarga kami sangat pintar bukan?" Tanya pemuda tampan tersebut sambil tersenyum devil sambil mengarahkan pistolnya ke arah mereka begitu pula dengan saudara - saudaranya.


Para penjahat yang melihat mereka menodongkan senjatanya ke arah mereka membuat mereka ikut mengarahkan pistolnya ke para pemuda tampan sedangkan orang yang dipanggil bos oleh para penjahat mengarahkan pistolnya ke Aleandro.


" Berhenti!!! Jika kalian menembak kami maka temanmu akan aku tembak." Ancam pria tersebut sambil menarik pelatuknya.


" Kalian semua tembak mereka jangan menyisakan sedikitpun." Perintah pria tersebut kepada anak buahnya.


" Baik tuan." Jawab mereka semuanya dengan serempak

__ADS_1


__ADS_2