
" Mommy mengira kejadian kemarin sudah berakhir tapi ternyata perkiraan mommy salah." Ucap mommy Gloria sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
Grep
" Maafkan daddy yang belum bisa menjaga mommy dan anak - anak kita." Ucap daddy Thomas sambil memeluk istrinya dari arah samping dengan perasaan bersalah.
" Daddy jangan pernah mengatakan itu karena bagi mommy, daddy adalah sosok suami yang sempurna buat mommy dan anak - anak kita. Mommy dan anak - anak kita sangat bahagia dan bangga mempunyai seorang daddy yang selalu menjaga dan melindungi mommy dan anak - anak." Jawab mommy Gloria sambil membalas pelukan suaminya.
" Apa yang dikatakan mommy benar dad, kami bangga menjadi putra daddy." Ucap Aleandro sambil menggenggam tangan daddy Thomas.
" Kami sangat mencintai daddy dan kami bangga mempunyai orang tua seperti daddy dan mommy." Sambung Maximus
" I love You daddy and mommy." Ucap Yohanes
Daddy Thomas melepaskan pelukannya kemudian merentangkan ke dua tangannya agar istri dan anak - anaknya memeluk dirinya. Mommy Gloria, Aleandro, Maximus dan Yohanes yang mengerti langsung memeluk daddy Thomas.
" Terima kasih, kalian semua adalah harta berharga milik daddy." Ucap daddy Thomas.
" Begitu pula dengan kami, daddy adalah harta berharga milik kami." Jawab mereka serempak.
Daddy Thomas tersenyum bahagia dalam hatinya sangat bersyukur mempunyai istri dan anak - anak yang sangat sayang padanya, dirinya berjanji untuk melindungi keluarganya dengan sepenuh hati. Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya dan duduk di tempat masing - masing sambil melanjutkan pembicaraan mereka.
" Oh ya besok opa dan oma akan datang ke sini." Ucap daddy Thomas.
" Asyik sudah lama tidak bertemu dengan opa dan oma." Ucap Aleandro.
" Iya benar, terakhir datang dua tahun yang lalu pas kita ulang tahun." sambung daddy Thomas.
" Iya benar." Jawab mereka serempak.
" Besok daddy dan mommy yang jemput oma dan opa di bandara." Ucap daddy Thomas.
" Aku antar ya dad." Ucap Aleandro.
" Tidak usah kamu jaga adik - adikmu." Ucap daddy Thomas.
" Adik - adikku sudah besar dad jadi tidak perlu di jaga." Ucap Aleandro.
" Memang benar adik - adikmu sudah besar tapi sebagai anak pertama kamu sebagai pengganti daddy dan Cantika istrimu sebagai pengganti mommy jika kami tidak ada." Ucap mommy Gloria.
" Kok mommy sama daddy bicaranya seperti itu?" Protes Aleandro.
" Kami masih membutuhkan mommy dan daddy jadi jangan bicara seperti itu." Ucap Maximus.
" Iya mom, kami tidak sanggup, jangan bicara seperti itu ya mom, dad." Pinta Yohanes.
" Aleandro, Maximus dan Yohanes hidup dan mati seseorang tidak ada yang tahu karena itu jika memang pada akhirnya kami di panggil kalian harus rukun dengan saudara kalian dan saling melindungi." Ucap Mommy Gloria sambil tersenyum.
" Mommy jangan bicara seperti itu, Aleandro tidak suka." Ucap Aleandro.
__ADS_1
" Aku juga mom." Jawab Maximus dan Yohanes serempak.
" Sudah lupakan apa yang tadi kami katakan, kita istirahat dulu nanti siang kita makan bersama." Ucap mommy Gloria berusaha mengalihkan pembicaraan.
" Baik mom." Jawab mereka serempak.
Mereka pun berdiri dan berjalan menuju ke arah tangga menaiki satu persatu anak tangga menuju ke kamar mereka masing - masing, di tempat yang sama tepatnya di kamar Quenby.
Quenby sudah tertidur dengan pulas nya hingga setengah jam kemudian ponselnya berdering membuat Quenby meraba tempat tidur untuk mencari ponselnya yang tadi digunakan untuk menatap wajah Fico dari galeri ponselnya sebelum dirinya tidur.
Setelah menemukan ponselnya Quenby menggeser tombol berwarna hijau tanpa melihat siapa yang menghubungi dirinya.
" Hallo." Panggil Quenby masih memejamkan matanya dengan suara khas bangun tidur.
" Sayangku lagi tidur?" Tanya Fico dengan nada lembut.
Mata Quenby yang masih terpejam terpaksa membuka matanya dan melihat ponselnya kemudian tersenyum bahagia karena kekasihnya menghubungi dirinya.
Tut Tut Tut
" I..." Ucapan Quenby terhenti karena sambungan komunikasi terputus membuat Quenby kesal.
" Ih... Nyebelin sudah gangguin tidur eh main dimatikan lagi." Omel Quenby
Tidak berapa lama ponselnya kembali berdering tapi kini panggilan video call dengan wajah cemberut Quenby menggeser tombol berwarna hijau sambil berbaring di kamarnya.
" Hallo sayang, kok wajahnya di tekuk?" Tanya Fico sambil tersenyum.
" Maaf sayang aku ingin melihat wajahmu ketika sedang berbaring di ranjang." Ucap Fico sambil jarinya menyentuh layar ponselnya membelai wajah Quenby.
" Sayang, bibirnya jangan dimajukan donk." Pinta Fico.
" Memang kenapa?" Tanya Quenby.
" Aku ingin mencium bibirmu." Ucap Fico sambil tersenyum mesum.
" Kak Fico kalau bicara kok mesum terus sih." Protes Quenby.
" Ngga tahu nih sejak kenal kamu aku jadi mesum terus." Jawab Fico.
" Quenby." Panggil Fico
" Ya." Jawab Quenby singkat.
" Kamu punya pakaian lingerie?" Tanya Fico
" Punya, memang kenapa kak?" Tanya Quenby.
" Pernah di pakai?" Tanya Fico dengan nada cemburu.
__ADS_1
" Pernah dan rasanya aneh seperti tidak pakai pakaian." Jawab Quenby jujur tanpa menyadari kalau Fico sedang cemburu.
" Memang kamu pakai lingerie di depan siapa?" Tanya Fico sambil menahan amarahnya.
" Di depan kaca dong masa di depan keluarga." Jawab Quenby sambil tersenyum malu.
" Berarti hanya kamu saja yang melihatnya?" Tanya Fico penasaran.
" Iya, tapi aku ingin memperlihatkan di depan orang yang aku cintai." Ucap Quenby.
" Siapa?" Tanya Fico
" Yang sedang berbicara denganku kak Fico." Jawab Quenby sambil menatap wajah tampan Fico dengan penuh kerinduan.
" Aku tunggu kamu memakainya, Quenby aku sangat mencintaimu." Ucap Fico
" Aku juga sangat mencintaimu." Jawab Quenby
Fico tersenyum begitu pula dengan Quenby dan mereka langsung terdiam hanya saling menatap dan masing - masing membelai wajah kekasihnya dari ponsel mereka.
" Sayang." Panggil Fico setelah lama mereka saling diam.
" Ya." Jawab Quenby singkat.
" Tadi pulang jam berapa?" Tanya Fico mencari obrolan lain dan menghilangkan pikiran mesumnya.
" Setengah jam yang lalu, kenapa kak?" Tanya Quenby.
" Setengah jam yang lalu? Kok lama?" Tanya Fico
" Itu karena..." Ucap Quenby menggantungkan kalimatnya karena dirinya tidak ingin kekasihnya kuatir.
" Karena apa?" Tanya Fico sambil menatap mata Quenby dari layar ponselnya.
" Lupakan, kak Fico tadi sampai jam berapa?" Tanya Quenby mengalihkan pembicaraan.
" Satu jam yang lalu." Jawab Fico.
" Kak Fico ada di kamar?" Tanya Quenby
" Iya kakak di kamar dan ditemani wanita yang sangat cantik." Ucap Fico
Deg
Deg
Jantung Quenby berdetak kencang ketika mendengar ucapan Fico membuat mata Quenby berkaca - kaca tanpa disadari oleh Fico.
" Senang dong ditemani wanita yang sangat cantik." Ucap Quenby sambil senyum hambar.
__ADS_1
" Senang donk, oh ya kenapa tadi lama sampai ke mansion?" Tanya Fico.
" Ketika mobil kami dalam perjalanan pulang, mobil kami di serang oleh musuh dan hampir saja aku, Cantika, Yohanes, Aurora dan Robert kalah dan mati di bunuh oleh mereka." Ucap Quenby sambil tetap tersenyum hambar.