Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Bala Bantuan Datang


__ADS_3

" Punya daddy masih ada tiga lagi, Arlan, Dennis dan Maya kalian ke tempatku dan yang lainnya gunakan tongkat untuk memukul musuh," perintah daddy Alvonso.


" Baik dad," jawab Arlan dan Dennis serempak


" Baik paman," jawab Cantika istri Aleandro, Claudia, Quenby dan Maya serempak.


" Daddy mereka berhasil masuk ke dalam mansion dan sebentar lagi mereka menaiki lift ke lantai 2, 3 dan 4 Dennisa akan bantu mommy dan yang lainnya," ucap Dennisa sambil membawa dua pistol dan tongkat seukuran telapak tangan jika di tarik tuasnya akan memanjang.


" Ok," jawab daddy Alvonso singkat sambil berfikir.


Hening


Hening


" Cantika istri Aleandro, Claudia dan Quenby serang mereka di depan lift, khusus untuk Maya lindungi saudara - saudaramu dengan cara sembunyi jika ada yang ingin menembak kamu tembak duluan dan untuk Dennis dan Arlan tetap di tempat semula sambil menembak musuh yang datang tanpa henti." perintah daddy Alvonso.


" Baik dad," jawab Dennis dan Arlan serempak.


" Baik paman," jawab Cantika istri Aleandro, Claudia, Quenby dan Maya serempak.


Sebagian menggunakan pistol dan sebagian menggunakan tongkat untuk menyerang para musuh, Maya yang sudah memegang pistol pemberian daddy Alvonso bersembunyi di belakang saudara - saudara iparnya untuk melihat Cantika istri Aleandro, Claudia dan Quenby yang sedang menunggu para penjahat yang masih di dalam lift. Cantika istri Aleandro berada di posisi kanan lift sedangkan Claudia dan Quenby berada di posisi kiri lift.


ting


Pintu lift terbuka lima belas orang keluar satu persatu namun langsung mendapatkan sambutan dari Cantika istri Aleandro, Claudia dan Quenby, mendapatkan serangan mendadak membuat lima orang babak belur hingga salah satu dari mereka menembakkan senjatanya ke arah Quenby.


Maya yang melihat kakak iparnya dalam bahaya langsung menembak kening pria tersebut dan langsung mati seketika. Maya menembak satu persatu hingga menyisakan 3 orang dan entah kenapa perut Maya terasa kram membuat Maya mengelus perutnya. Tanpa sepengetahuan Maya dan Quenby dari lantai 3 ada dua orang mengarahkan pistol ke mereka berdua.


Dor                Dor


" Akhhhhhhhh..." Teriak Maya dan Quenby serempak.


Bruk              Bruk


" Quenby, Maya!!!" Teriak Cantika istri Aleandro dan Claudia serempak sambil memukul ke tiga pria tersebut.


Maya dan Quenby langsung ambruk ketika dua peluru mengenai ke dua punggung Maya dan Quenby hingga terdengar dua suara bentakan yang sangat keras.


Di saat terdesak bantuan datang dan menembaki semua musuh tanpa mengenal ampun sehingga mansion itu penuh dengan banjir darah dari para musuh dan beberapa penghuni mansion hingga tidak berapa lama banyak suara tembakkan saling bersahutan.


" Quenby!!! Maya!!!" Teriak pria itu sambil menatap tajam ke arah dua pria yang telah menembaknya dengan tatapan membunuh.


" Sayangku Quenby!!!" Teriak pria itu yang ikut menatapnya dengan tatapan membunuh.

__ADS_1


Dor                Dor


" Akhhhhhhhh..." Teriak ke dua pria tersebut.


Bruk              Bruk


Dua pria itupun menembak dua pria yang telah berani menembak dua orang yang sangat disayanginya membuat dua penjahat tersebut meninggal di tempat. Dua pria tampan tersebut mendekati dua wanita yang sangat dicintainya, siapa lagi kalau bukan Nathan dan Fico.


xxxxxxxx Flash Back On xxxxxxxx


Ketika daddy Alvonso mendapat laporan kalau ke dua sahabatnya dan juga ke dua sahabatnya daddy Thomas di serang musuh, daddy Alvonso langsung menekan jam tangannya dan otomatis ke enam anak daddy Alvonso dengan mommy Laras berdering nyaring begitupula dengan ke 6 menantunya dan anak - anak angkat daddy Alvonso dengan mommy Laras berserta para cucunya.


" Bella kamu retas mansion opa Thomas, Charli dan Della drone yang ada di mansion opa Thomas kamu kendalikan dari sini dan cari musuh sudah sampai di mana, Ellie dan Felix cek mansion milik opa Thomas." perintah Albert sambil mengutak atik laptopnya.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Albert, Bella, Charli, Della, Ellie dan Felix adalah enam remaja kembar genius anak dari pasangan Alviana dan Arlan. Untuk mengetahui kisah orang tuanya silahkan baca di novel dengan judul Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


" Ok," jawab mereka serempak


" Paman Max, siapa yang belum masuk ke dalam pesawat?" tanya Albert yang matanya fokus ke laptop sedangkan jari jemarinya yang lincah menari di atas papan keyboard.


" Paman, tolong hubungi Paman Alvonso, paman Leo, paman Nathan dan Katarina kalau pesawat sebentar lagi mau berangkat agar kita bisa segera sampai di negara kita," mohon Albert.


" Ok," jawab Max singkat.


Max mengambil ponselnya kemudian menghubungi Alvonso untuk segera meninggalkan lokasi karena sebentar lagi musuh akan datang setelah selesai Max menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya.


Selesai menerima telepon dari Max, Alvonso mengajak Leo, Nathan dan Katarina untuk pergi dari tempat tersebut hingga mereka melihat ada dua motor sport yang ada kuncinya terparkir di parkiran.


" Lebih baik kita naik motor sport saja biar cepat sampai," usul Alvonso.


" Terus mobil?" tanya Katarina.


" Aku akan menghubungi anak buahku untuk membawanya ke mansion daddy," Jawab Alvonso


" Ok," jawab Katarina singkat.


Alvonso duduk di jok motor dan Katarina membonceng Alvonso sedangkan Leo membonceng Nathan, mereka mengendarai motor dengan kecepatan tinggi hingga lima belas menit mereka sudah sampai di mansion milik daddy Alvonso.


Singkat cerita kini mereka semua sudah terkumpul di dalam pesawat dan Albert yang melihat Alvonso langsung memberitahukan kalau mansion milik daddy Thomas akan di serang oleh musuh.

__ADS_1


" Kalau begitu Max tolong katakan ke pilot untuk menjalankan pesawat ke mansion daddy Alvonso." Perintah Alvonso.


" Baik," jawab Max sambil berjalan ke tempat di mana pilot sedang duduk di kursi kebesarannya.


" Nanti Alvian, Louis, Albert, Bella, Charli, Della, Ellie dan Felix  menjaga opa Thomas dan oma Gloria di mansion sedangkan untuk yang lainnya kita naik motor sport agar lekas sampai ke mansion paman Thomas," ucap Alvonso.


" Ok," jawab mereka serempak.


" Di ruang khusus ada banyak tas yang berisi perlengkapan dokter jadi untuk semua dokter harap membawanya." ucap Alvonso.


" Baik," jawab para dokter serempak.


" Sebelum berangkat kita membawa pistol yang berada di gudang penyimpanan," ucap Alvonso.


" Ok," jawab mereka serempak lagi.


Keluarga besar daddy Alvonso termasuk anak angkat serta para cucu dan keluarga besar daddy Thomas ada yang berprofesi sebagai dokter karena itulah Alvonso tidak menyebutkan satu persatu nama dokter karena ada banyak.


Singkat cerita kini mereka sudah sampai di mansion daddy Alvonso kemudian para dokter mengambil tas masing - masing, mereka langsung pergi ke garasi dan naik motor sport saling berboncengan menuju ke mansion milik daddy Thomas.


Dari kejauhan mereka melihat di sekeliling mansion para penjahat sedang masuk ke dalam mansion milik daddy Thomas sambil saling menembak lawannya membuat Alvonso memberikan kode untuk berpisah agar bisa menyerang mereka dengan segala posisi.


Sampai di tempat keluarga besar daddy Alvonso dan keluarga besar daddy Thomas langsung menembak mereka secara serentak. Dua sahabat daddy Alvonso berserta keluarganya dan dua sahabat daddy Thomas berserta keluarganya yang awalnya terdesak dan ada yang terluka kini mendapatkan bala bantuan datang membuat mereka menjadi bertambah semangat.


Serangan mendadak membuat para penjahat banyak yang mati dan mereka langsung masuk ke dalam mansion untuk menembak para penjahat hingga akhirnya Fico dan Nathan berada di lantai 2.


Fico dan Nathan yang mendengar teriakan yang menyebut nama Quenby dan Maya membuat ke dua pria tampan tersebut marah karena istri mereka masing - masing yang sangat dicintainya di tembak oleh ke dua penjahat tersebut membuat Nathan dan Fico ikut berteriak bersamaan mereka menembak ke dua penjahat tersebut.


xxxxxxxx Flash Back Of xxxxxxxx


Fico dan Nathan langsung menaiki anak tangga menuju ke lantai 4 dengan berlari menuju ke arah istri mereka masing - masing sambil menembaki para musuh hingga terdengar suara tembakan dan teriakan yang sangat familiar di telinga mereka.


" Alviana!!!" Teriak Alvonso dan Alvian serempak sambil menembak orang yang telah menembak Alviana.


" Dennisa!!!!" Teriak Max melihat istri yang dicintainya tidak sadarkan diri.


" Cantika!!!" Teriak Aleandro melihat istrinya memegang lengannya akibat luka tembak


Dor


" Akhhhhhhhh..." Teriak salah satu penjahat.


Bruk

__ADS_1


" Aku tidak pernah mengijinkan istri dan anggota keluargaku yang aku cintai di lukai oleh siapapun," ucap Maximus yang melihat istri yang dicintainya akan di tembak oleh seseorang.


__ADS_2