Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Quenby


__ADS_3

Dita dengan penuh semangat berjalan ke luar kamarnya meninggalkan daddy Alvonso dan mommy Laras di kamarnya.


" Semoga Dita bisa di kontrol emosinya jangan seperti Clara," ucap mommy Laras.


" Semoga saja mom, sekarang tugas kita menunggu keluarga Thomas berkumpul untuk membicarakan hal ini karena daddy merasakan setelah kematian ibunya Dita ada orang yang akan mempengaruhi Dita sama seperti yang Clara alami," ucap daddy Alvonso.


" Mommy juga merasakan seperti itu dad, apalagi Dita masih kecil sangat mudah dipengaruhi oleh orang jahat," ucap mommy Laras


" Benar kata mommy, sekarang kita istirahat sambil menunggu mereka datang," ucap daddy Alvonso.


" Ok," jawab mommy Laras singkat.


Mereka pun keluar dari kamar Dita menuju ke arah kamar mereka untuk beristirahat sedangkan di tempat yang sama namun berbeda ruangan Dita mengetuk pintu kamar Maya di ketukan ke dua pintu terbuka tampak Maya menatap Dita sambil tersenyum kemudian berlutut agar sejajar dengan Dita.


" Maafkan mommy sayang," ucap Maya sambil merentangkan ke dua tangannya.


Grep


Dita yang mengerti langsung memeluk Maya bersamaan Dita kembali terisak membuat Maya membalas pelukan Dita sambil membelai punggung Dita.


" Mommy... Hiks.... Hiks... Hiks... Maafkan Dita." Ucap Dita sambil terisak.


" Maafkan mommy juga sayang," ucap Maya.


" Hiks... Hiks.... Hiks... Dita yang salah makanya mommy memarahi Dita... Mommy tidak membenci Dita kan?" tanya Dita sambil terisak


" Tidak sayang, mommy tidak mungkin membenci Dita karena mommy sangat sayang sama Dita," ucap Maya sambil mendorong perlahan tubuh Dita kemudian menghapus air matanya dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.


" Dita juga sangat sayang sama mommy," ucap Dita sambil tersenyum.


Maya membalas senyuman Dita kemudian Maya berdiri namun tiba - tiba kepalanya terasa pusing membuat Maya memijat kepalanya sedangkan Dita menggenggam tangan Maya sambil tersenyum bahagia tanpa mengetahui kalau kepala Maya terasa seperti berputar - putar.


" Mommy kita ke kamar tante Quenby yuk?" Ajak Dita.


" Ok," jawab Maya singkat sambil masih memijat kepalanya.


bruk


Baru beberapa langkah Maya tidak bisa menahan rasa sakit pada kepalanya hingga Maya tidak sadarkan diri membuat Dita berteriak memanggil Maya.

__ADS_1


" Mommy!!!!" Teriak Dita


" Mommy hiks.... hiks... hiks...." Panggil Dita sambil terisak sambil menggoyangkan tubuh Maya agar segera bangun.


Suara teriakan Dita membuat penghuni lantai dua berjalan ke arah kamar Maya termasuk Quenby dan mommy Laras bersama suaminya daddy Alvonso. entah kenapa Quenby masih kesal dengan Dita karena gara - gara ibu kandung Dita membuat opa dan oma meninggal dunia membuat Quenby memarahi Dita.


" Kamu apakan Maya sampai Maya pingsan Hah!!!" bentak Quenby yang kebetulan kamarnya bersebelahan dengan kamar adik kembarnya yang bernama Nathan.


" Tante hiks.. hiks...  hiks....Dita ngga ngapain mommy, tiba - tiba mommy pingsan," ucap Dita sambil terisak.


Quenby yang ingin memaki Dita kembali tangannya di pegang oleh mommy Laras kemudian tangan satunya mengangkat jari telunjuknya ke bibirnya tanda supaya Quenby untuk diam sedangkan daddy Alvonso menggendong Maya dan di bawa ke arah kamar Nathan bersama Maya. Daddy Alvonso dengan perlahan tubuh Maya sedangkan mommy Laras menghubungi menantunya yang bernama dokter Amelia atau di kenal dokter Amel istri Alvian.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Cerita tentang dokter Amelia bisa di baca di novelku dengan judul : Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


" Dita sayang, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya mommy Laras dengan nada lembut sambil menghapus air mata Dita.


Grep


Mommy Laras membalas pelukan Dita sambil mengusap punggungnya agar jangan menangis sedangkan Quenby hanya diam di satu sisi sebenarnya dirinya tidak tega dengan gadis mungil dan cantik itu namun ketika mengingat oma dan opanya yang meninggal dunia membuat Quenby membenci Dita yang tidak mengerti apa - apa.


Tidak berapa lama muncul dokter Amel sambil membawa tas dokter kemudian langsung mengecek kondisi Maya setelah lima menit kemudian dokter Amel sudah selesai bersamaan Maya membuka matanya.


" Aku di mana?" tanya Maya sambil memijat keningnya yang masih terasa pusing.


" Kamu di kamarmu, tadi dirimu pingsan," ucap dokter Amel menjelaskan.


Grep


" Mommy hiks... hiks.... hiks... Maafkan Dita gara - gara Dita, mommy tidak sadarkan diri." ucap Dita sambil terisak dan memeluk Maya.


" Sstttt... Dita tidak salah tadi kepala mommy pusing banget dan tidak ingat apa - apa lagi," ucap Maya sambil membalas pelukan Dita.


" Tadi Dita berteriak memanggil namamu kalau tidak kami tidak tahu kalau kamu pingsan," ucap mommy Laras menjelaskan ke Maya sekaligus ke Quenby.


Quenby hanya diam di satu sisi lain dirinya merasa bersalah karena telah menuduh Dita tapi di sisi lain kehilangan ke dua orang yang disayangi Quenby membuat mata hatinya tertutup.

__ADS_1


" Terima kasih sayang, karena Dita jadi mommy cepat di tolong," ucap Maya sambil mendorong perlahan tubuh Dita kemudian menghapus air matanya dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.


" Mommy," panggil Dita dengan nada lirih.


" Ada apa sayang?" tanya Maya.


" Mommy... hiks... hiks... Dita ingin minta maaf sama tante Quenby tapi tante masih membenci Dita," adu Dita sambil terisak.


" Kak Quenby," panggil Maya sambil menatap kakak iparnya dengan tatapan sendu.


Quenby menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian berjalan mendekati Dita kemudian memeluknya.


" Maafkan tante yang sudah menuduhmu,' ucap Quenby akhirnya.


" Tante, Dita yang seharusnya meminta maaf karena telah membentak tante dan lain kali Dita janji untuk tidak melakukan hal itu lagi," ucap Dita sambil membalas pelukan Quenby.


" Sudah lupakan yang tadi dan sekarang waktunya istirahat terlebih Dita sepertinya sudah mulai mengantuk," ucap mommy Laras


" Iya oma, Dita mengantuk," ucap Dita sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Quenby.


" Mommy," panggil Dita


" Ada apa sayang?" tanya Maya dengan nada lembut.


" Bolehkah Dita tidur bersama mommy?" tanya Dita.


" Boleh sayang," ucap Maya.


Dita naik ke atas ranjang dan berbaring di ranjang bersebelahan dengan Maya sedangkan mommy Laras, daddy Alvonso, Quenby dan dokter Amel keluar kamar untuk beristirahat.


Di tempat yang berbeda seorang wanita cantik sedang menghancurkan barang - barangnya yang berada di sekitarnya sedangkan seorang pelayan hanya bisa diam dan membiarkan majikannya menghancurkan barang - barangnya.


" Nathan, aku sangat mencintaimu dan aku sangat yakin kamu pun masih mencintaiku tapi gara - gara pengaruh wanita murahan itu kamu jadi berubah." ucap wanita cantik itu sambil membanting semua barang - barang yang bisa di banting.


" Maaf nona," panggil pelayan setianya


" Ada apa?" tanya wanita cantik itu dengan nada ketus.


" Saya punya ide nona," ucap pelayan tersebut.

__ADS_1


" Ide apa?" tanya wanita tersebut dan langsung menghentikan membanting barang - barang miliknya.


__ADS_2