Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Makanannya sangat enak


__ADS_3

( ' Baru kali ini ada wanita yang berani meminta satu syarat pasti minta gaji yang besar dan minta tunjangan berupa mobil dan apartemen, di mana - mana wanita itu sama yaitu sama - sama matre. Dasar bodoh kamu Axel kenapa kamu ingin Sela menjadi sekretarismu,' ucap tuan Axel dalam hati sambil merutuki kebodohannya ).


" Syarat apa?" tanya tuan Axel penasaran setelah beberapa saat berfikir.


" Kejadian tadi itu yang pertama dan yang terakhir," jawab Sela.


" Kejadian yang mana?" tanya tuan Axel pura - pura polos.


" Ciuman," jawab Sela singkat dengan wajah memerah menahan malu.


" Memang kenapa dengan ciuman?" tanya tuan Axel pura - pura bodoh.


" Mungkin bagi tuan ciuman itu sudah biasa sedangkan aku tidak biasa karena aku ingin memberikan ciuman pertamaku dan harta berhargaku aku berikan untuk suamiku," ucap Sela.


" Aku tidak percaya kalau kamu masih menjaga kehormatan mu," ucap tuan Axel.


" Terserah tuan percaya atau tidak," jawab Sela tidak perduli sambil turun dari kursi.


" Mau kemana?" tanya tuan Axel.


" Pulang, badanku sakit tertimpa raksasa," jawab Sela sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu.

__ADS_1


" Sela, kamu mengatakan aku raksasa?" tanya tuan Axel dengan nada kesal kembali.


" Tuan merasa tidak? kalau merasa jangan marah tapi kalau tidak merasa ya jangan marah," jawab Sela sambil melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.


Tuan Axel tersenyum mendengar ucapan Sela dan merasa Sela bukan seperti wanita pada umumnya yang suka menggoda dirinya dan meyerahkan tubuhnya demi popularitas dan hidup enak.


Sela membuka gagang pintu kemudian membukanya sedangkan tuan Axel yang melihat Sela membuka pintu ruangannya membuat tuan Axel memanggilnya.


" Pulanglah dan usahakan besok jangan terlambat," ucap tuan Axel.


" Ok," jawab Sela singkat sambil menutup pintu ruangan CEO


Sela berjalan ke arah lift kemudian menekan tombol lantai dasar bertepatan kedatangan asisten Rey yang melihat Sela hendak masuk ke dalam lift sedangkan Sela yang teringat akan sesuatu membuat Sela membalikkan badannya dan melihat asisten Rey berjalan ke arah ruangan tuan Axel membuat Sela memanggilnya.


Asisten Rey yang merasa di panggil namanya langsung membalikkan badannya dan menatap Sela dengan tatapan bingung.


" Nona memanggilku?" tanya asisten Rey.


" Benar, aku memanggil tuan," jawab Sela.


" Ada apa nona?" tanya asisten Rey

__ADS_1


" Aku membawa bekal dari rumah maukah tuan memakannya? kalau tuan tidak mau berikan saja ke karyawan lain." ucap Sela sambil memberikan paper bag yang berisi bekal makanan ke arah asisten Rey.


" Apakah ada racunnya?" tanya asisten Rey curiga.


" Apakah wajahku seperti orang jahat?" tanya Sela menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.


" Kalau tidak mau ya sudah," sambung Sela dengan nada kesal.


Tanpa menjawab ucapan Sela, asisten Rey mengambil bekal makanan milik Sela membuat Sela tersenyum kemudian Sela membalikkan badannya meninggalkan asisten Rey sendirian sedangan asisten Rey membalikkan badannya dan berjalan ke ruangan tuan Axel.


" Aduh kenapa aku lupa menanyakan kenapa dia pulang sekarang? apa jangan - jangan gadis itu di pecat atau tidak mau berkerja di perusahaan ini. Sudahlah aku akan tanyakan saja sama tuan Axel." ucap asisten Rey sambil mengetuk pintu ruangan tuan Axel.


Tok                               Tok                           Tok


" Masuk," jawab tuan Axel


Ceklek


Asisten Rey membuka pintu ruangan kemudian berjalan ke arah tuan Axel yang sedang memeriksa dokumen yang sudah dikerjakan oleh asisten Rey.


" Maaf tuan tadi saya melihat sekretaris tuan, apakah sekretaris tuan di pecat?" tanya asisten Rey penasaran.

__ADS_1


" Tidak, besok dia datang." jawab tuan Axel sambil menandatangani dokumen.


__ADS_2