Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Daddy


__ADS_3

" Daddy?" tanya ulang Fico dengan nada bingung.


" Daddy, tolong jaga mommy," ucap anak perempuan kecil.


" Kami sangat sayang sama daddy dan mommy," sambung anak laki - laki kecil.


" Maafkan kami dad, kalau kami nakal mengatakan daddy bau," sambung anak perempuan kecil.


" Kami hanya ingin tahu daddy sayang tidak sama mommy dan ternyata daddy sayang sama mommy," sambung anak laki - laki kecil.


" Kalian siapa? kenapa memanggilku daddy?" tanya Fico.


" Nanti daddy akan tahu siapa kami nantinya," jawab anak laki - laki kecil.


" Bilang pada mommy, kalau kami sayang sama mommy dan jangan menangis jika kami pergi," sambung anak perempuan kecil sambil berjalan dengan mundur begitu pula dengan anak laki - laki kecil itu.


" Jangan pergi!!!" teriak Fico sambil berlari mengejar ke dua anak kecil tersebut.


" Daddy, kami sayang daddy dan mommy." ucap ke dua anak kecil tersebut.

__ADS_1


" Jangan pergi!!!" teriak Fico kembali sambil berlari mengejar ke dua anak kecil tersebut.


" Jangan pergi!!!" teriak Fico lagi sambil berlari mengejar ke dua anak kecil tersebut.


" Sayang... sayang... sayang..." panggil Quenby sambil menepuk pipi Fico dengan lembut


" Hosh... Hosh... Hosh..."


Fico terbangun dan duduk di samping ranjang dengan nafas tidak beraturan membuat Quenby mengambil gelas yang berisi air mineral diberikan ke suaminya. Fico menerimanya dan langsung meminumnya hingga habis tidak tersisa. Quenby menerima gelas yang sudah kosong dan diletakkan di atas meja dekat ranjang.


" Sayangku mimpi apa?" tanya Quenby dengan nada lembut.


" Aku mimpi ada sepasang anak kecil dan memanggilku dengan sebutan daddy," ucap Fico.


Grep


" Aku akui dulu aku laki - laki breng sek tapi sejak melihatmu pertama kali di panti asuhan entah kenapa bayanganmu selalu hadir hingga akhirnya kita bertemu kembali di rumah sakit. Kamu menungguku ketika aku di rawat dan jujur aku sangat bahagia karena ketika membuka mataku orang yang pertama aku lihat adalah kamu wanita yang paling aku cintai. Jujur ketika keluargamu merestui hubungan kita aku sangat bahagia, kamu adalah nafas hidupku dan kamu adalah wanita satu - satunya dalam hidupku jadi bagaimana mungkin aku mencintai wanita lain?" tanya Fico sambil memeluk Quenby.


" Lalu anak siapa yang memanggilmu daddy?" tanya Quenby dengan nada masih cemburu tanpa membalas pelukan suaminya.

__ADS_1


" Aku tidak tahu sayang, kan hanya mimpi," jawab Fico.


Quenby melepaskan pelukan Fico kemudian Quenby berbaring di ranjang dengan membelakangi tubuh Fico membuat Fico ikut berbaring dan memeluk Quenby dari belakang.


" Sayang, jangan ngambek dong, aku tersiksa tahu," ucap Fico sambil tangan kanannya me re mas salah satu gunung kembar himalaya milik Quenby.


" Kenapa tersiksa?" tanya Quenby sambil membalikkan badannya dan menatap wajah tampan suaminya.


" Sayangku kan tahu kalau aku cinta banget sama istriku yang sangat cantik ini," ucap Fico sambil menarik hidung istrinya dengan pelan.


" Berarti kalau aku jelek suamiku sudah tidak cinta banget ya?" tanya Quenby dengan pandangan penuh selidik.


' Aduh kenapa sekarang istriku sensitif?' tanya Fico dalam hati.


" Kalau istriku jelek atau gendut aku akan tetap cinta banget sama istriku," jawab Fico sambil tersenyum manis.


" Berarti sekarang aku jelek dan gendut ya?" tanya Quenby sambil mendorong tubuh Fico hingga terlentang.


Quenby menaiki tubuh polos Fico kemudian menatap mata Fico dengan tatapan tajam membuat Fico berfikir.

__ADS_1


' Aduh salah lagi, sabar Fico... untung cinta kalau tidak sudah aku siksa dan ma ti,' ucap Fico dalam hati.


" Maksudku apapun keadaan dirimu aku menerimamu apa adanya sama seperti dirimu yang mau menerima aku apa adanya karena aku mencintaimu bukan karena wajahmu melainkan hatimu yang sangat tulus mencintaiku. Kamu adalah wanita sempurna yang Tuhan berikan padaku dan aku sangat bahagia bisa menikah denganmu," ucap Fico sambil membelai pipi Quenby dengan lembut.


__ADS_2