Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Tuan Romero


__ADS_3

" Kak Kevin, sungguh mencintaiku?" Tanya Gadis sambil tersenyum malu.


" Tentu saja , ayo kita pergi." Ajak Kevin


" Pergi kemana?" Tanya Bela dan Gadis serempak.


" Bukankah tadi aku katakan kalau Bela akan aku kenalkan dengan bosku." Ucap Kevin sambil memutar ke dua bola matanya dengan malas.


" Oh iya aku lupa." Ucap Bela.


Kevin hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian berjalan sambil menarik tangan Gadis dengan lembut membuat Bela menahan rasa cemburu. Kevin membuka pintu mobil dan Gadis pun langsung masuk ke dalam mobil sambil tersenyum manis dan duduk di samping pengemudi kemudian menutup pintunya dengan perlahan.


" Kamu punya tangan kan buat buka mobil?" Tanya Kevin sambil tersenyum.


" Kamu..." Ucap Bela menggantungkan kalimatnya sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat.


Bela membuka pintu mobil dan duduk di belakang pengemudi sedangkan Kevin duduk di kursi pengemudi. Kevin mengendarai mobil dengan kecepatan sedang hingga tidak berapa lama ponsel milik Kevin berdering sekali tanda ada pesan masuk.


Kevin memarkirkan mobilnya di pinggir bahu jalan kemudian mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang mengirim pesan untuknya dan ternyata adalah Rina.


💌 Kak nama mansionnya xxxxxxx, Jl. xxxx No 33. Nanti kakak bilang sudah ada janji dengan tuan Romero.


Kevin menyimpan kembali ponselnya dan melanjutkan kembali mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju mansion milik psychophat. Dua puluh menit kemudian Kevin sudah sampai di mansion xxxxxxx, Jl. xxxx No 33. Kevin menghentikan mobilnya dan menurunkan kaca mobilnya.


" Aku Kevin sudah ada janji dengan tuan Romero." Ucap Kevin dengan nada sopan.


Ke dua orang bodyguard hanya menganggukkan kepalanya kemudian membuka pintu gerbang mansion dan Kevin mengendarai mobil ke arah gerbang mansion dan memarkirkan mobilnya di garasi.


Kevin berjalan ke arah pintu utama bersama Bela dan Gadis. Dua orang bodyguard membuka pintu utama kemudian mempersilahkan mereka bertiga untuk masuk ke dalam dan seorang kepala pelayan berjalan ke arah mereka.


" Silahkan masuk tuan dan nona-nona." Ucap Kepala pelayan sambil berjalan dan diikuti oleh mereka bertiga.


Kevin, Bela dan Rina hanya mengikuti kepala pelayan sambil matanya menatap ke sekeliling ruangan mansion yang sangat indah dan barang-barang yang sangat mahal.


" Silahkan duduk tuan dan nona-nona." Ucap Kepala pelayan dengan nada sopan.


" Terima kasih, tuan Romero ada di mana?" Tanya Kevin.


" Dia ada di kamarnya sebentar lagi datang, maaf saya mau ambilkan minum dulu." Ucap kepala pelayan dengan nada sopan walau hatinya sangat kesal dengan sikap arogant dua gadis itu yang tidak menjawab hanya tatapan merendahkan pekerjaannya.


" Aku ingin juice jambu dan juice alpukat." Ucap Bela dengan nada angkuh dan ketus.


" Kalau aku ingin juice sirsak dan juice strawberry." Ucap Gadis dengan nada angkuh.

__ADS_1


" Baik nona." Jawab kepala pelayan.


Kepala pelayan itupun pergi meninggalkan mereka bertiga di ruang keluarga.


" Bagaimana kamu suka tinggal di sini?" Tanya Kevin


" Suka banget, tapi apakah bos mu pasti akan menyukaiku dan menikahiku?" Tanya Bela sambil berdiri dan memegang barang-barang yang sangat mahal.


" Pasti suka karena kamukan cantik." Puji Kevin sambil tersenyum menyeringai tanpa di ketahui oleh mereka berdua karena Gadis pun juga sama seperti kakaknya.


" Aku juga mau menikah dengan bos." Ucap Gadis tidak mau kalah dengan kakaknya.


" Tidak, bos adalah milikku." Ucap Bela


" Ssttt sudah jangan ribut masih ada adiknya bos dia juga kaya seperti kakaknya." Ucap Kevin berusaha menahan amarahnya.


( " Cih, tidak kakak tidak adik sama saja hanya Maya yang tidak matre hanya saja gara-gara kamu Bela rumah tanggaku jadi hancur." Ucap Kevin sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat ).


" Baiklah aku dapat adiknya." Ucap Gadis.


" Nah begitu dong ngalah sama kakak." Ucap Bela


" Gadis bukannya kamu mau menikah dengan kakak!" Tanya Kevin berpura-pura.


" Baiklah, terserah kamu saja." Ucap Kevin berpura-pura.


" Terima kasih kak." Jawab Gadis.


Tidak berapa lama kepala pelayan datang bersamaan Bela tidak sengaja menyenggol vas bunga yang berukiran sangat indah.


prang


" Aduh nona itu vas bunga kesayangan tuan Romero." Ucap kepala pelayan.


" Aku tidak sengaja menyenggol, gara-gara kamu datang tiba-tiba aku jadi kaget." Ucap Bela tidak mau disalahkan.


" Sini minumnya aku haus." Ucap Bela dengan nada ketus sambil mengambil minuman juice jambu dan juice alpukat kesukaannya.


" Aku juga mau." Sambung Gadis sambil mengambil minuman juice sirsak dan juice strawberry kesukaannya.


Kepala pelayan memberikan kode ke arah Kevin dan Kevin mengerti.


" Aku pergi dulu, kalian berdua tinggallah di sini." Ucap Kevin sambil berdiri.

__ADS_1


" Baiklah." Jawab Bela kemudian meminum juice jambu dan hanya beberapa detik langsung habis.


" Baik kak." Jawab Gadis kemudian meminum juice Sirsak.


" Kok masih haus lagi ya." Ucap Bela kemudian meminum juice alpukat.


" Benar kak aku juga haus." Ucap Gadis kemudian meminum juice strawberry.


Tanpa curiga sedikitpun ke dua wanita itu meminum hingga habis tanpa sisa bersamaan kedatangan tuan Romero.


" Kalian sudah datang ayo ikut denganku." Ucap tuan Romero.


" Baiklah." Jawab Bela dan Gadis serempak sambil menatap tuan Romero tanpa berkedip karena tampan.


" Maaf tuan, nama tuan siapa?" Tanya Bela


" Tuan Romero, ada apa?" Tanya tuan Romero.


" Karena Kevin bilang aku akan dijodohkan dengan bosnya dan adikku akan dijodohkan dengan adiknya." Ucap Bela.


" Iya benar, aku yang dijodohkan olehmu dan adik kembarku juga ingin dijodohkan." Ucap tuan Romero berbohong.


" Sekarang adiknya kemana?" Tanya Gadis tidak sabar.


" Ada di kamarnya tapi sayang lagi tidak enak badan kamu temui lah adik kembarku." Ucap tuan Romero berbohong kembali.


" Baiklah, kamarnya di mana?" Tanya Gadis sambil menaiki anak tangga.


" Samping tangga." Ucap tuan Romero sambil menaiki anak tangga dan diikuti oleh Bela.


" Tuan Romero kenapa kita ke kamar?" Tanya Bela.


" Kamu akan tahu nanti." Ucap tuan Romero sambil tersenyum menyeringai.


Bela hanya menganggukkan kepalanya tanpa curiga sedikitpun hingga tidak berapa lama tubuh Bela dan Gadis terasa sangat panas.


" Tuan, kenapa tubuhku terasa panas?" Tanya Bela


" Di kamarku ada AC kita ke kamar sekarang." Ucap tuan Romero


Tuan Romero mendorong pintu dan masuk ke dalam diikuti oleh Bela sedangkan Gadis membuka pintu yang bersebelahan dengan kamar tuan Romero.


" Lho kok satu kamar?" Tanya Bela dan Gadis serempak.

__ADS_1


" Aku akan mengetes kalian berdua kalau kalian bisa memuaskan aku maka aku akan menikah dengannya." Ucap tuan Romero sambil melepaskan seluruh pakaiannya.


__ADS_2