Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Pingsan


__ADS_3

Keluarga besar daddy Thomas dan keluarga besar daddy Alvonso yang baru saja datang dari luar negri melihat keluarganya ada yang terluka pandangan mata mereka langsung menggelap.


Semua penjahat di tembak tanpa ampun terlebih tujuh pria psychophat termasuk Fico yang melihat para istrinya terluka matanya yang awalnya berwarna biru berubah menjadi berwarna merah.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Pria Psychophat :




Fico Menikah dengan Quenby ( anak dari pasangan daddy Thomas dengan mommy Gloria ).




Leo Menikah dengan Debby ( anak dari pasangan Daddy Alvonso dengan mommy Laras ) Judul novel : Perjalanan Cinta Sang Psychopath.




Max menikah dengan Dennisa ( anak dari pasangan Daddy Alvonso dengan mommy Laras ) Judul novel : Perjalanan Cinta Sang Psychopath.




Louis menikah dengan Angelina ( anak angkat dari pasangan Daddy Alvonso dengan mommy Laras ) Judul novel : Perjalanan Cinta Sang Psychopath.




Alex menikah dengan Inge ( anak angkat dari pasangan Daddy Alvonso dengan mommy Laras ) Judul novel : Perjalanan Cinta Sang Psychopath.




Baron menikah dengan Amora ( anak angkat dari pasangan Daddy Alvonso dengan mommy Laras ) Judul novel : Perjalanan Cinta Sang Psychopath.


__ADS_1



Charli menikah dengan Mira ( anak angkat dari pasangan Daddy Alvonso dengan mommy Laras ) Judul novel : Perjalanan Cinta Sang Psychopath.




xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Ke tujuh pria psychophat itupun mengeluarkan pisau lipatnya dari saku celana belakang dan menyerang para musuh tanpa ampun dan tanpa punya perasaan, mereka memotong leher mereka seperti memotong ayam hingga terdengar suara teriakan para istrinya.


" Sayang, jangan," mohon para istrinya.


Para pria psychophat itupun langsung berhenti sambil memejamkan matanya untuk mengatur emosinya dan tanpa mereka sadari 7 orang pria mengarahkan pistol ke arah 7 pria psychophat.


Maya yang sedang terluka dan Katarina melihat 7 anggota keluarganya dalam bahaya langsung mengarahkan senjatanya ke arah mereka.


Dor


" Akhhhhhhhh.." teriak salah satu pria itu ketika Maya menembak kening pria itu.


Bruk


Dor


Bruk


Jleb Jleb Jleb Jleb Jleb


" Akhhhhhhhh.." teriak ke lima pria ketika Katarina menembak kening pria itu dengan tepat dengan menggunakan kartu domino.


Bruk Bruk Bruk Bruk bruk


Ke dua pria yang di tembak Maya langsung mati seketika sedangkan Katarina yang melihat Maya menembak ke dua pria itu sangat terkejut tapi dengan cepat diabaikan karena masih ada lima pria lagi.


Katarina yang sudah memegang domino langsung melempar 5 kartu domino ke arah kening lima pria tersebut dan tepat sasaran hal itu membuat ke 5 pria itupun mati seketika.


Setelah semua penjahat mati Katarina langsung berjalan dengan cepat sambil tangan kanannya melempar kartu domino ke arah penjahat sedangkan ke 7 pria psychophat menyimpan kembali pisau lipatnya kemudian mengeluarkan pistolnya dan menembak semua musuhnya tanpa ampun.


Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya perang selesai, semua yang terluka dikumpulkan di ruangan khusus mirip rumah sakit. Para pria bersama anggota mafia yang masih hidup membersihkan kekacauan yang berada di mansion.


" Mayat - mayat ini bagaimana?" tanya Alvonso.


" Di kubur massal saja tapi dimandikan dan jangan lupa didoakan." perintah mommy Laras.

__ADS_1


" Tapi mom, mereka banyak sekali," ucap Alvonso


" Hubungi anak buah kita yang berada di markas untuk membantu kalian." ucap daddy Alvonso.


" Baik dad," jawab Alvonso patuh.


" Daddy dan mommy terluka lebih baik diobati dulu," ucap Alvian


" Hanya luka kecil," jawab daddy Alvonso dan mommy Laras serempak.


" Nanti infeksi dad, mom." ucap Alvonso dengan nada tegas.


" Iya - iya," jawab daddy Alvonso dan mommy Laras serempak lagi.


Merekapun membawa mayat - mayat yang sudah mulai dingin dan dimandikan hingga bersih. Sedangkan mommy Laras dan daddy Alvonso berjalan ke ruangan khusus perawatan milik daddy Thomas.


ceklek


Daddy Alvonso membuka pintu dan mommy Laras masuk ke dalam dengan diikuti oleh daddy Alvonso namun baru beberapa langkah mommy Laras merasakan kepalanya pusing membuat mommy Laras memijat kepalanya.


" Sayang," panggil mommy Laras lirih sambil memegang lengan suaminya dengan erat.


" Ada apa sayang?" tanya daddy Alvonso sambil menggenggam tangan istrinya.


" Kepalaku pu...." ucapan mommy Laras terpotong.


Mommy Laras yang sudah tidak bisa menahan rasa pusingnya langsung ambruk bersamaan melepaskan tangannya yang tadi menggenggam lengan suaminya.


Daddy Alvonso langsung menahan tubuh istrinya bersamaan dirinya merasakan kepalanya ikut pusing membuat daddy Alvonso meminta pertolongan menantunya yang bernama dokter Amelia istri Alvian. Mereka belum sadar kalau mommy Laras pingsan karena mereka semua sibuk mengurus para wanita yang terluka.


" Amelia." Panggil daddy Alvonso.


Dokter Amelia yang merasa dirinya di panggil langsung menengok ke arah ayah mertuanya yang bernama daddy Alvonso dan matanya langsung membulat sempurna melihat ibu mertuanya pingsan dan ayah mertuanya wajahnya pucat.


" Tolong bantu aku dan Alexa tolong panggil Dennis untuk membantu kita," perintah dokter Amelia sambil berjalan dengan langkah cepat.


" Ok," jawab dokter Alexa sambil melangkahkan kakinya dengan cepat.


Dokter Kasandra, dokter Melani, dokter Hendrik dan dokter Amelia membantu mommy Laras dan daddy Alvonso untuk berbaring di ranjang kemudian Katarina mengecek kondisi mommy Laras.


ceklek


Alvonso, Alvian dan Dennis langsung membuka pintu ruangan tersebut dan berjalan ke arah mommy Laras dan daddy Alvonso yang tidak sadarkan diri.


" Apa yang terjadi dengan mommy dan daddy?" tanya Alvonso, Alvian dan Dennis serempak dengan nada kuatir.

__ADS_1


__ADS_2