
" Oh ya, katamu hanya mengerti bahasa Inggris hanya sedikit tapi kenapa kamu bisa bahasa Tiongkok?" tanya presdir Axel sambil berjalan ke arah ruangannya.
" Memang benar tapi kan presdir Axel tidak menanyakan apakah aku bisa bahasa Tiongkok apa tidak jadi aku diam saja," ucap Sela sambil mengikuti langkah presdir Axel.
Presdir Axel hanya diam karena apa yang dikatakan Sela ada benarnya karena dirinya tidak bertanya bahasa apa yang dikuasai oleh Sela.
Singkat cerita kini mereka berdua berada di ruangan presdir Axel dan seperti perkataannya presdir Axel memperlakukan Sela seperti sekretaris pada umumnya hingga tidak terasa waktunya makan siang.
Tiba - tiba ponsel miliknya berdering sekali dan Sela mengambil ponselnya di tasnya kemudian membaca isi pesan tersebut.
Seli : Kak, waktunya makan siang bekalnya di kasih ke teman kakak saja, kita makan bersama kak Delon, kak Jimmy dan kak Lemos di restoran favorit kita.
Sela : Ok
" Presdir Axel," panggil Sela sambil memasukkan ponselnya ke dalam tasnya.
" Ada apa?" tanya presdir Axel sambil mengecek dokumen tanpa melihat Sela sedikitpun.
" Presdir Axel mau makan di mana?" tanya Sela
" Belum tahu, memangnya kenapa?" tanya presdir Axel
__ADS_1
" Aku bawa bekal, maukah presdir Axel memakannya?" tanya Sela agak ragu
Hening
" Kalau presdir Axel tidak mau aku akan tawarkan ke temanku," sambung Sela karena Presdir Axel hanya diam dan tidak menjawab ucapannya.
" Tinggalkan saja di meja," jawab presdir Axel akhirnya.
Sela mengambil paper bag kemudian meletakkannya di meja presdir Axel sedangkan presdir Axel hanya diam tanpa mengeluarkan suaranya.
" Maaf presdir Axel aku mau ijin makan siang," ucap Sela
" Kenapa tidak di makan bekal makan siang?" tanya presdir Axel dengan mata masih tertuju ke dokumen.
" Oh sama suami dan putrimu ya," tebak presdir Axel
" Ya," jawab Sela singkat.
" Pergilah," ucap presdir Axel dengan nada dingin.
Sela membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan ruang presdir Axel, entah kenapa hatinya terasa sangat sakit melihat perubahan presdir Axel.
__ADS_1
( ' Ada apa dengan diriku? Kenapa hatiku sangat sakit ketika presdir Axel mendadak berubah? Bukankah ini yang aku mau?' tanya Sela dalam hati )
Sela berjalan menuju ke arah lift khusus CEO sambil memikirkan presdir Axel sedangkan sepeninggal Sela, presdir Axel menghentikan pekerjaannya kemudian memijat kepalanya.
" Apakah aku harus mengijinkan Sela untuk berhenti kerja? Sungguh jantungku berdetak kencang ketika aku dekat dengannya dan hatiku terasa sangat sakit ketika aku diam tanpa menjawab ucapan Sela. Apakah aku harus merebut Sela dari tangan suaminya?" tanya presdir Axel sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
Presdir Axel turun dari kursi kebesarannya untuk cuci tangan kemudian kembali lagi ke kursi kebesarannya. Presdir Axel mengambil kotak makanan yang berada di dalam paper bag kemudian membukanya.
" Cantik sekali bentuknya seperti orangnya, aku foto dulu," ucap presdir Axel sambil mengambil ponselnya
Cekrek
" Aku upload di FB dan IG, aku tulis apa ya?... ( sambil berfikir ) Kekasihku Sela, membawakan bekal untuk makan siang ku," ucap presdir Axel sambil mengetik di ponselnya.
Setelah selesai mengetik dan mengirim di FB dan IG, presdir Axel menyimpan kembali ponselnya kemudian mengambil hand sanitizer karena dirinya habis memegang ponselnya.
" Maaf Sela karena kamu aku akui sebagai kekasihku, aku akan selalu mencintaimu dalam diam sampai perasaan itu hilang dengan sendirinya," ucap presdir Axel.
" Aku bingung dengan diriku banyak gadis dan wanita yang ingin menjadi kekasihku bahkan merelakan harta berharganya untukku sampai ada yang berani tidak menggunakan sehelai benang pun tapi semua aku tolak dan wanita yang tidak punya rasa malu aku usir dengan memanggil sekuriti tapi kenapa ketika bertemu dengan Sela perasaanku sangat berbeda?" tanya presdir Axel.
__ADS_1
" Sudahlah lebih baik aku makan setelah itu melanjutkan pekerjaanku," ucap presdir Axel.