
sretttt
Nathan menarik paksa lingerie yang digunakan oleh Maya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian dilanjutkan dirinya membuang handuknya dengan asal.
Kini mereka berdua polos tanpa sehelai benangpun membuat adik kecil Nathan tegak dengan sempurna melihat pemandangan yang indah di depannya membuat Nathan menelan salivanya dengan kasar.
Nathan memberikan pemanasan terlebih dahulu hingga terdengar suara merdu dari mulut istrinya membuat Nathan tersenyum bahagia. Setelah di rasa cukup adik kecil milik Nathan ingin merasakan masuk ke dalam sangkar milik Maya yang sangat gelap.
Awal pertama adik kecil milik Nathan sangat sulit masuk ke dalam sangkar milik Maya yang sempit itu membuat Nathan bingung dan di hentakkan ke dua kepala yang berbentuk helm bisa masuk ke dalam sangkar tersebut.
" Hiks... hiks... hiks... sakit... aku mohon lepaskan kak.." Mohon Maya sambil terisak.
" Sayang, kenapa susah sekali?" Tanya Nathan dengan nada bingung.
" Karena ini pertama kalinya aku melakukan bersama suamiku." Ucap Maya sambil menahan perih bagian privasinya.
" Berarti sebelum sama aku..." Ucap Nathan menggantungkan kalimatnya.
" Kami tidak pernah melakukannya." Ucap Maya sambil memegang ke dua pipi suaminya.
cup
" Sungguh bodoh laki-laki itu May." Ucap Nathan
" Ssstt sayang, jangan bicarakan dia lagi aku tidak suka." Ucap Maya sambil mengalungkan ke dua tangannya ke leher suaminya.
Nathan tersenyum dan melanjutkan permainannya dengan membiarkan kepala yang berbentuk helm berdiam di dalam sangkar sambil tangannya memainkan salah satu pucuk gunung himalaya dan satu gunung himalaya dimasukkan ke dalam mulut Nathan.
Tindakan Nathan membuat Maya mengeluarkan suara merdu kembali setelah beberapa saat Nathan kembali memasukkan adik kecil ke dalam sangkar secara perlahan hingga masuk dengan sempurna namun Maya menjerit kembali hingga jari jemarinya mencakar punggung Nathan hingga mengeluarkan darah segar.
Nathan hanya tersenyum kemudian melanjutkan menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang. Mereka melakukan kegiatan suami istri pada malam hari hingga akhirnya Nathan sudah sampai ke puncak dan menembak vanila nya untuk pertama kalinya ke dalam rahim Maya.
Nathan menarik adik kecilnya dan menggulingkan tubuhnya untuk berbaring di sebelah Maya kemudian memeluknya sambil menyelimuti tubuh polos mereka berdua sedangkan Maya membalas pelukan suaminya dan menyadarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
cup
__ADS_1
" Terima kasih sayang sudah menyerahkan mahkota berhargamu untukku yang selama ini kamu jaga. Sungguh bodoh laki-laki itu tidak merasakan apa yang kurasakan saat ini. Aku tidak menyangka ternyata seperti ini rasanya sangat enak sekali." Puji Nathan sambil tersenyum bahagia
Nathan memejamkan matanya tapi baru setengah jam tertidur tanpa sengaja Maya menyentuh adik kecil miliknya membuat Nathan memaksakan untuk membuka matanya karena adik kecilnya kembali tegang.
" Sayangku ternyata nakal juga ya." Ucap Nathan sambil menaiki tubuh Maya kembali.
Nathan pun melakukan kembali hubungan suami istri, ******* demi ******* keluar dari mulut mereka hingga hampir satu jam kemudian Nathan menembak laharnya ke rahim Maya untuk yang ke dua kalinya.
Nathan menarik tubuhnya dan berguling ke arah samping kemudian memeluk tubuh polos istrinya sambil menyelimuti tubuhnya juga tubuh istrinya agar tidak kedinginan. Tidak berapa lama merekapun sudah tertidur dengan pulas.
xxxxxxxxxxxxxxxxx
Malam menjelang pagi perlahan Nathan membuka matanya dan melihat wajah cantik istrinya yang masih memejamkan matanya. Nathan tersenyum bahagia mengingat kejadian semalam ketika pertama kalinya dirinya melakukan hubungan suami istri.
" Aku sangat bahagia sayang dan sekaligus bersyukur karena pria itu belum melakukan itu padamu." Ucap Nathan.
Perlahan Maya menggerakkan tubuhnya membuat Nathan memejamkan matanya. Maya perlahan membuka matanya dan melihat wajah tampan suaminya untuk pertama kalinya dirinya bangun tidur.
" Aku sangat bahagia menikah denganmu dan memberikan kehormatan ku. Kamu tahu sayang hanya kamu pria pertama yang menciumku dan sekaligus pria pertama yang melakukan hubungan suami istri." Ucap Maya sambil membelai pipi suaminya.
" Seandainya aku sudah tidak virgin lagi apakah sayangku masih mencintaiku?" Tanya Maya dengan nada lirih dan tidak berapa lama air matanya keluar.
grep
" Walau kamu tidak virgin lagi aku akan tetap mencintaimu karena aku mencintaimu apa adanya." Ucap Nathan sambil membuka matanya.
" Sayang Kenapa kamu menangis?" Sambung Nathan sambil menghapus air mata Maya dengan ke dua ibu jarinya
" Hiks... hiks... hiks... Terima kasih sayang... Berjanjilah padaku untuk setia padaku. Hiks.... hiks ... Hiks... Aku mohon jangan sakiti hatiku." Mohon Maya sambil terisak kemudian memeluk suaminya.
cup
" Tidak sayang, mana mungkin aku menyakiti hatimu. Aku janji untuk selalu setia padamu dan tidak ada wanita lain selain dirimu." Ucap Nathan sambil membalas pelukan istrinya kemudian mengecup kening istrinya dengan lembut.
" Aku percaya padamu." Ucap Maya
__ADS_1
" Terima kasih sayang sudah percaya padaku." Ucap Nathan
" Kita mandi yuk." Ajak Nathan sambil melepaskan pelukannya.
Maya menganggukkan kepalanya sambil melepaskan pelukannya. Maya turun dari ranjang tapi bagian privasinya terasa sangat perih membuat Maya menarik kembali kakinya.
" Kenapa?" Tanya Nathan dengan nada lembut
" Punyaku perih." Ucap Maya
Nathan tersenyum dan turun dari ranjang kemudian menggendong Maya ala bridal style menuju ke arah kamar mandi.
" Sayang malu." Ucap Maya sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
" Malu kenapa? Bukankah aku sudah melihat semuanya begitu pula dengan diriku kamu sudah melihat semuanya jadi kenapa mesti malu?" Tanya Nathan sambil tersenyum
" Iya memang benar tapi tetap saja aku malu." Ucap Maya.
Nathan hanya tersenyum melihat istrinya yang masih malu kemudian Nathan mendudukkan Maya di closed. Nathan menyalakan air kran untuk mengisi air di bathtub hingga penuh kemudian Nathan memberikan aroma mawar. Nathan menggendong kembali tubuh polos istrinya ke dalam bathtub.
Hingga satu setengah jam kemudian Nathan baru keluar dari kamar mandi dan masih menggendong istrinya. Wajah Nathan yang segar dan tersenyum bahagia berbeda dengan wajah Maya yang di tekuk pasalnya Nathan melakukan hubungan suami istri hampir satu jam membuat privasinya semakin bertambah perih.
Nathan meletakkan perlahan tubuh istrinya di kursi rias dengan memakai jubah handuk sedangkan Nathan memakai handuk menutupi bagian bawahnya hingga menampilkan perutnya yang kotak - kotak.
Nathan berjalan ke arah lemari mengambil satu set pakaian milik istrinya dan ingin memakaikan ke istrinya.
" Tidak biar aku saja." Ucap Maya
" Tidak sayang, biar aku saja." Ucap Nathan
" Tapi..." Ucapan Maya terpotong oleh Nathan
" Tidak ada penolakan." Ucap Nathan
Maya menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan membiarkan suaminya melakukan apa yang ingin dilakukan pada dirinya. Sebenarnya Nathan sangat tersiksa melihat tubuh polos istrinya tapi dirinya tidak tega karena baru pertama kali mereka melakukannya. Setelah hampir dua puluh menit akhirnya penderitaan Nathan sudah selesai membuat Nathan menghembuskan nafasnya dengan lega.
__ADS_1
" Sepertinya ada yang tersiksa." Goda Maya.