Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Akhirnya kami menemukanmu


__ADS_3

" Maaf aku tinggal dulu, mau mengecek pasien lainnya." Ucap dokter Kasandra.


" Tunggu, Quenby apakah sudah mempunyai kemampuan kekasih?" Tanya Fico penasaran.


" Belum, dirinya sangat sibuk dengan kuliah dan mengurus perusahaan." Jawab dokter Kasandra.


" Mengurus perusahaan?" Tanya Fico mengulangi perkataan dokter Kasandra.


" Iya perusahaan, daddy memberikan masing-masing perusahaan untuk ke tujuh anak-anaknya." ucap dokter Kasandra.


" Kalau istrinya sudah menikah apakah istrinya tetap mengurus perusahan? JIka suaminya tidak mengijinkan berkerja bagaimana?" Tanya Fico


" Paling suaminya yang akan mengurus perusahaan seperti adik bungsuku karena adik iparku melarangnya berkerja." Jawab dokter Kasandra.


" Apakah tidak takut jika seandainya suaminya menguasai perusahaan milik istrinya?" Tanya Fico.


" Tidak kenapa mesti takut? Perusahaan milikku juga yang mengurus suamiku dan aku percaya suamiku tidak akan melakukan itu padaku." Ucap dokter Kasandra.


" Jika seandainya itu terjadi, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Fico masih tidak percaya dengan ucapan dokter Kasandra.


" JIka itu benar-benar terjadi aku tidak perduli mungkin bukan rejekiku." Ucap dokter Kasandra dengan nada santai.


" Kenapa tidak perduli?" Tanya Fico


" JIka kita ma*i semua harta yang kita punyai sebanyak apapun tidak bisa di bawa ke kuburan jadi aku tidak pernah perduli dengan harta yang berlimpah ruah." Jawab dokter Kasandra.


" Satu lagi pertanyaan, jika suamimu selingkuh apa yang akan kamu lakukan?' Tanya Fico


" Aku akan melepaskannya." Ucap dokter Kasandra


" Kenapa melepaskannya?" Tanya Fico dengan nada bingung


Ceklek


Dokter Kasandra akan menjawab tapi pintu ruang perawatan vvip terbuka membuat dokter Kasandra dan Fico memalingkan wajahnya ke arah pintu dan melihat Quenby sedang tersenyum menatap mereka berdua.


" Masih di sini? Di cari sama Aska." Ucap Quenby


" Iya tadi aku lagi mengobrol, oh ya Fico kalau menanyakan kenapa aku melepaskannya jawabannya sama seperti jawaban Quenby." Ucap dokter Kasandra sambil berdiri meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


" Melepaskan apa?" Tanya Quenby penasaran


" Kamu kan belum menikah jadi pertanyaanku berbeda, jika seandainya kekasihmu selingkuh apa yang akan kamu lakukan? Apakah marah dan memberikan hukuman ke mereka?" Tanya Fico


" Aku belum punya pacar tapi mommy mengajarkan pada kami jika seandainya mempunyai kekasih ataupun mempunyai suami selingkuh maka lepaskanlah karena buat apa mempertahankan seseorang yang tidak mencintai kita. Awalnya memang sulit tapi seiring berjalannya waktu perasaan terluka dan sakit hati akan hilang dengan sendirinya dengan catatan menyibukkan diri dari pekerjaan karena kalau kita diam tanpa melakukan apa-apa yang ada kita akan sedih terus mengingat kekasih atau suami." Ucap Quenby


Fico hanya terdiam mendengar ucapan Quenby sedangkan Quenby melihat Fico belum menyentuh makanan sama sekali membuat Quenby mengambil mangkok tersebut dan membuka plastik wrapping yang menutupi bagian atas mangkok hal itu membuat Fico menatap Quenby dengan tatapan bingung.


" Kenapa tidak di makan?" Tanya Quenby dengan nada lembut.


" Belum lapar." Jawab Fico


Krucuk Krucuk Krucuk


" Pfffttttt... Hahahaha...." Tawa Quenby pecah ketika mendengar suara dari perut Fico.


" Tidak lucu." Ucap Fico dengan wajah di tekuk tapi dalam hatinya entah kenapa sangat senang mendengar tawa lepas Quenby.


" Sepertinya tadi aku dengar ada cacing lagi demo lapar ya." Goda Quenby sambil menahan tawa.


" Makan ya." Sambung Quenby sambil memberikan mangkok yang berisi bubur.


" Tanganku sakit, bisa minta tolong panggil perawat untuk menyuapiku?" Ucap Fico yang sebenarnya dirinya ingin disuapi oleh Quenby.


Entah kenapa Fico sangat senang Quenby menyuapi dirinya sedangkan Quenby dengan telaten menyuapi Fico hingga habis tidak tersisa. Quenby meletakkan mangkok yang sudah kosong kemudian mengambil gelas yang berisi air dan memberikan ke Fico, Fico meminum dengan menggunakan sedotan hingga habis tanpa sisa.


" Sekarang tidurlah." Ucap Quenby sambil merapikan selimutnya.


" Mau kemana?" Tanya Fico


" Mau pulang, badanku sangat lelah ingin pulang tadi habis dari kampus langsung ke sini." Ucap Quenby sambil menarik ke dua tangannya ke atas.


" Bukannya besok libur?" Tanya Fico yang merasa keberetan Quenby pergi.


" Memang benar besok libur tapi biasanya kalau liburan kami berkumpul dan khusus perempuan masak kecuali mommy karena 7 perempuan sudah cukup, maklum kami keluarga besar." Ucap Quenby.


" Tujuh? Bukannya orang tuamu mempunyai 4 laki-laki dan 3 perempuan?" Tanya Fico dengan nada bingung.


" Iya benar, kan ada kakak ipar kak Cantika dan Kak Claudia, aku, adik ipar Maya, calon adik ipar Aurora, ke dua adikku Kasandra dan Cantika total 7 orang." Jawab Quenby.

__ADS_1


" Sepertinya kalian sangat akur ya." Ucao Fico


" Ini semua karena mommy mengajarkan kami untuk saling menghargai satu sama lain tanpa membedakannya." Ucap Quenby.


Fico hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Quenby menatap Fico sambil berusaha mengingat-ngingat sedangkan yang di tatap hanya tersenyum.


" Aku tahu kalau aku sangat tampan." Ucap Fico narcis.


" Aish narcis sekali, aku merasa kita pernah bertemu sekali di panti asuhan. Benar bukan?" Tanya Quenby.


" Oh pantas saja aku merasa kita pernah bertemu dan kamu gadis yang datang bersama keluarga besarmu di panti asuhan." Ucap Fico


" Iya benar sekali." Jawab Quenby.


" Maaf aku pulang dulu, besok aku ke sini lagi." Ucap Quenby.


" Ok." Jawab Fico yang merasa keberatan.


Quenby hanya tersenyum dan meninggalkan Fico sendiri sedangkan Fico hanya menatap kepergian Quenby hingga hilang di balik pintu, ada rasa hilang dalam dirinya hingga beberapa saat ponselny berdering. Fico mengambil ponselnya yang berada di meja kemudian melihat siapa yang menghubungi dirinya setelah mengetahui Fico menggeser tombol berwarna hijau.


" Hallo." Panggil Fico


" Nathan bangun dari komanya jadi aku minta malam ini Nathan dan Maya harus ma*i." Perintah seorang pria dengan nada dingin.


" Di mana Nathan dan istrinya di rawat?" Tanya Fico dengan nada tak kalah dingin dengan pria itu.


" Mereka berada di ruang icu." Ucap pria itu.


" Malam ini aku tidak bisa karena aku masih terluka, besok pagi-pagi sekali aku akan membunuh mereka berdua." Ucap Fico


" Baiklah," Jawab pria itu.


Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung terputus dan Fico menyimpan kembali ponselnya ke atas meja, Fico menatap ke arah langit-langit sambil pikirannya menerawang jauh.


" Setelah aku membunuh Maya dan Nathan maka aku akan berhenti untuk membunuh karena aku ingin memulai hidup baru untuk tidak membunuh lagi ataupun bermain dengan wanita terlebih menyiksanya karena aku mulai menyukai Quenby. Quenby sangat berbeda dengan gadis lain dan aku harap Quenby juga menyukaiku tapi jika Quenby menolakku aku akan melakukan segala cara agar Quenby menjadi milikku." Ucap Fico sambil memejamkan matanya.


xxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Di tempat yang berbeda setelah pria itu menghubungi Fico pria itu pergi meninggalkan tempat tersebut untuk mencari makanan, pria itu selalu bersembunyi di mana saja agar orang-orang tidak bisa menangkapnya namun sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya terjatuh juga begitu pula yang terjadi dengan pria itu. Selama ini pria itu selalu lolos dari kejaran tapi kini dirinya terkepung ketika dirinya keluar dari persembunyiannya, pria itu selalu keluar setiap malam untuk mencari makanan.


" Akhirnya kami menemukanmu." Ucap salah satu pria dengan tatapan membunuh.


__ADS_2