Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
3 Gadis


__ADS_3

" Itu namanya psychophat, tapi yang aku tahu opa Thomas dulunya ketua mafia begitu pula dengan paman Aleandro, paman Maximus, daddy mu dan paman Yohanes semuanya dulunya ketua mafia tapi semenjak menikah anggota mafianya dibubarkan atas permintaan istrinya masing - masing. Jadi bagaimana bisa kamu menjadi seorang psychophat tidak mungkin paman atau paman Aska adalah daddy mu?" tanya Fico karena hanya Fico dan Aska yang menjadi seorang psychophat.


" Kenapa namaku di sebut?' tanya Aska ketika membuka pintu kamar mandi dalam kondisi sangat segar.


" Ini, aku ingin tanya ke Lemos kenapa Lemos menjadi seorang psychophat karena yang aku tahu keluarga besarnya keturunan mafia," ucap Fico menjelaskan


" Iya... ya kok aku baru sadar karena yang aku tahu psychophat itu adalah keturunan tapi tidak tahu benar atau tidaknya karena aku saja tidak tahu siapa keluargaku dan aku tidak mau tahu," jawab Aska yang tidak perduli dengan masa lalunya.


Aska tidak perduli karena sekarang hidupnya sudah sangat nyaman mempunyai keluarga kecil di tambah keluarga besar istrinya yang mau menerima dirinya apa adanya.


" Daddy pernah cerita kalau kakek buyutnya seorang psychophat dan daddy juga cerita di antara ke 7 anak kembar opa dan oma hanya daddy yang menuruni jiwa psychophat karena itulah aku menuruni dari daddy sedangkan ke 4 saudara kembarku tidak," ucap Lemos menjelaskan.


" Tapi aku belum melihat jiwa psychophat daddy mu bangun," ucap Fico.


" Aku pernah melihat ketika mommy mu terluka mata daddy mu berubah merah dan mem bu nuh tanpa ada rasa iba sedikitpun," ucap Aska.


" Oh iya aku baru ingat waktu itu mommy mu dilukai oleh musuh daddy mu," ucap Fico yang tiba - tiba teringat dengan masa lalu.


" Tepat sekali," jawab Aska.


" Sekarang siapa yang mau mandi duluan? karena setelah selesai mandi kita pergi dari sini menuju ke rumah sakit," ucap Fico


" Paman duluan saja yang mandi," ucap Lemos


" Ok," jawab Fico


Fico masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Lemos mengambil satu steel pakaian miliknya yang masih baru kemudian diberikan ke Aska dan Aska pun langsung menerimanya dan dengan cuek Aska memakai di depan ponakannya.


" Apakah paman tidak punya malu memakai pakaian di depanku?" tanya Lemos


" Kenapa malu kamu kan laki - laki dan kamu pria normal," jawab Aska dengan nada santai


" Paman salah aku pria tidak normal," ucap Lemos sambil berjalan ke arah Aska


" Lemos, aku ini pamanmu, kamu jangan aneh - aneh," ucap Aska dengan wajah mendadak pucat pasi sambil memakai kembali jubah handuknya.

__ADS_1


" Aku tahu karena itu aku ingin melakukannya bersama paman," jawab Lemos sambil tersenyum menyeringai.


" Satu langkah lagi paman akan melakukan sesuatu yang sulit kamu lupakan sambil melihat sekeliling untuk mencari sesuatu yang bisa digunakan sebagai senjata.


" Apa itu paman?" tanya Lemos dengan wajah polos


" Paman akan memukulmu pakai ini," ucap Aska sambil memegang vas bunga.


" Aku akan lapor ke daddy kalau paman Aska ingin memukulku pakai vas bunga," ucap Lemos sambil tersenyum menyeringai.


" Ah... Pintar sekali paman akan telepon mommy mu dan mengatakan kalau putranya yang bernama Lemos adalah pria tidak normal," ucap Aska.


Aska baru ingat kalau Lemos paling takut sama mommy Maya dan selalu menuruti apa permintaan mommy Maya. Mommy Maya tidak tahu kalau putranya seorang psycophath seandainya tahu mommy Maya akan menasehatinya untuk berhenti melakukannya.


" Ih paman tidak seru ngadu nya ke mommy," ucap Lemos sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah jendela.


" Lemos kamu serius bukan pria normal?" tanya Aska dan tidak memperdulikan ucapan Lemos


" Enak saja paman, Lemos normal paman hanya saja tadi Lemos iseng godain paman," jawab Lemos sambil membalikkan badannya.


" Sungguh?" tanya Aska tidak percaya dengan wajah masih pucat pasi


bugh


Aska yang sangat kesal melempar bantal yang dekat dengan ranjang sedangkan Lemos yang mengetahui Aska akan melempar bantal dengan cepat menangkap bantal tersebut sambil tidak berhenti tertawa lepas membuat Aska bertambah kesal.


" Awas ya kalau meminta bantuan paman lagi, paman tidak bakalan mau," ancam Aska


" Tidak masalah pamanku masih banyak ada paman Aleandro, paman Maximus, paman Fico, paman Yohanes dan paman Robert," jawab Lemos sambil tersenyum devil.


" Dan kalau paman Fico tidak membantuku aku tinggal bilang sama tante Quenby kalau paman tidak mau membantu ponakannya yang tersayang," sambung Lemos sambil tersenyum menyeringai.


" Paman tidak tahu dulu mommy mu mengidam apa sampai mempunyai anak yang menyebalkan sepertimu," ucap Aska sambil mendengus


" Kalau paman bingung tanya sama mommy ku saja," ucap Lemos dengan wajah polosnya.

__ADS_1


" Sudahlah paman malas berdebat denganmu," ucap Aska dengan wajah masih kesal dan membalikkan badan.


" Maaf paman, Lemos hanya bercanda," ucap Lemos dengan wajah yang awalnya tersenyum devil kini berubah wajah bersalah.


" Sudahlah lupakan, apakah kamu belum menemukan seseorang yang membuat jantungmu berdetak kencang?" tanya Aska mengalihkan pembicaraan karena tidak tega melihat wajah sedih Lemos sambil membalikkan badannya.


" Belum paman. malah banyak gadis mendekatiku dan Lemos sangat kesal dengan mereka yang menempel seperti ulat bulu," ucap Lemos


" Karena kesal mereka berakhir ma ti di tempat ini," tebak Aska


" Benar paman," jawab Lemos jujur.


" Paman harap kamu menemukan seseorang yang bisa menghilangkan jiwa psychophat mu," ucap Aska dengan tulus


" Saat ini Lemos belum memikirkan hal itu dulu paman apa lagi kak Delon dan kak Jimmy belum menikah," ucap Lemos


Ceklek


Fico membuka pintu kamar mandi dengan memakai handuk yang menutupi bagian bawah perutnya dan menatap Aska dengan tatapan bingung pasalnya Aska masih menggunakan jubah handuk.


"  Kenapa belum memakai pakaian?" tanya Fico


" Keasyikan mengobrol dengan Lemos jadi belum memakai pakaian," jawab Aska berbohong karena tidak mungkin dirinya mengatakan kalau Lemos telah mengerjai dirinya.


" Oh... oh ya Lemos, pakaian untuk paman adakah?" tanya Fico


" Ada paman, sebentar... ( sambil membuka lemari dan memberikan satu steel pakaian ke arah Fico ) ... oh ya paman Fico dan paman Aska jangan lupa pakaian yang tadi dimasukkan ke dalam kantong hitam nanti mau di bakar tapi kalau mau di cuci silahkan di bawa pulang karena tempat ini tidak ada orang yang mengurusnya," jawab Lemos


" Paman akan masukkan semua pakaian yang tadi paman pakai," ucap Fico


" Aku juga," sambung Aska


Fico dan Aska memasukkan semua pakaiannya ke dalam kantong hitam kemudian memakai pakaian santai sedangkan Lemos masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


Singkat cerita kini ke tiga pria tampan keluar dari rumah tersebut tapi sebelumnya Lemos memasukkan kantong plastik hitam ke dalam tong kemudian membakarnya setelah tersisa sedikit mereka pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke arah rumah sakit.

__ADS_1


Belum ada setengah jam perjalanan mereka melihat 3 orang gadis sedang bertarung dengan sekelompok orang namun Fico tetap melajukan kendaraan tanpa memperdulikan ke tiga gadis tersebut sedangkan Aska dan Lemos hanya menatapnya dengan datar tanpa ada niat membantu sama sekali hingga tanpa sengaja Lemos melirik dari kaca spion kalau ke tiga gadis tersebut mulai terdesak.


" Paman Fico tolong putar balik, kita bantu ke tiga gadis itu," ucap Lemos yang entah kenapa dirinya tidak tega salah satu gadis tersebut terluka.


__ADS_2