Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Penyesalan Lemos 3


__ADS_3

("Di bawa keluarganya untuk dimakamkan." jawab Louis).


("Apa ada yang lainnya lagi kak?" tanya mami Kelly).


("Tidak ada," jawab Louis).


("Terima kasih atas informasinya," ucap mami Kelly).


("Sama - sama," jawab Louis)


Tut               Tut                 Tut


Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian mami Kelly menyimpan kembali ponselnya ke dalam tasnya bersamaan pintu ugd terbuka dan tampak dua perawat mendorong brangkar di mana Sela berbaring dengan kepala di balut perban dan wajahnya sedikit lebam.


Kini mereka berada di ruang perawatan menunggu Sela sadar karena pengaruh dari obat bius. Presdir Axel sambil berdiri menggenggam tangan Sela sambil memandang Sela dengan wajah kuatir dan setelah beberapa lama jari jemari Sela bergerak membuat Presdir Axel tersenyum bahagia dan tidak berapa lama Sela membuka matanya.


Pandangannya yang kabur lama - lama Sela bisa melihatnya dengan jelas hingga dirinya melihat Presdir Axel sedang menggenggam tangannya membuat Sela menarik tangannya dengan kasar kemudian memalingkan wajahnya ke arah samping seakan enggan menatap suaminya membuat Presdir Axel dan yang lainnya terkejut.

__ADS_1


"Ada apa sayang?" tanya Presdir Axel dengan wajah bingung karena dirinya merasa tidak melakukan kesalahan sedikitpun.


"Kak Axel pergilah aku tidak mau melihatmu," ucap Sela dengan wajah dingin.


"Apa salahku?" tanya Presdir Axel dengan wajah makin bingung.


"Aku sudah ingat semuanya, kak Axel selingkuh dengan Dita dan aku di usir hingga aku mengalami kecelakaan," ucap Sela dan tidak berapa air matanya keluar.


Deg


Deg


"Axel apa benar yang dikatakan adikku?" tanya Delon dengan tatapan membunuh.


Glek


Presdir Axel menelan salivanya dengan kasar sedangkan Delon yang ingin memberikan pelajaran terhadap adik iparnya namun Delon mendapatkan tatapan tajam oleh mommy Maya membuat Delon menghembuskan nafasnya dengan perlahan.

__ADS_1


"Lebih baik kalian keluar dulu biar mommy, Kelly dan Axel menemani Sela," ucap mommy Maya.


"Baik mom," jawab mereka serempak dengan patuh.


"Tunggu bagaimana keadaan kak Soraya?" tanya Sela.


Semua serempak menghembuskan nafasnya dengan berat terlebih Lemos, wajah yang dingin dan tidak memiliki ekspresi sedikitpun kini terlihat jelas wajah penuh penyesalan dan amarah menjadi satu.


Lemos sangat menyesal karena melukai dengan sangat dalam terhadap Soraya wanita yang dihancurkan tanpa punya perasaan sedikitpun bercampur dengan amarah karena percaya dengan perkataan gadis yang disukainya.


"Apa yang terjadi dengan kak Soraya? Jangan katakan kalau kak Soraya meninggal?" tanya Sela dan tidak berapa lama air matanya kembali keluar.


Serempak semuanya menganggukkan kepalanya membuat Sela menutup mulutnya tidak percaya hingga tidak berapa lama Sela mulai menangis, tangisan yang menyayat kan hati dengan tubuhnya gemetar membuat Presdir Axel menggenggam tangan Sela.


"Kak Soraya hiks .... hiks ... hiks ... memeluk tubuhku dan menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya hiks ... hiks ... hiks ... Aku melihat bagaimana kak Soraya tersenyum menatapku sambil meringis menahan rasa sakit pada tubuhnya dan aku melihat hiks .... hiks ... hiks ... mulut, bibir dan kepalanya mengeluarkan darah segar tapi kak Soraya tersenyum dan mengatakan kamu akan selamat dan baik - baik saja. Ketika kepalaku terkena lantai keramik kak Soraya menahannya dengan menggunakan tangannya sambil menahan rasa sakit bersamaan aku tidak sadarkan diri," ucap Sela sambil terisak.


Bruk

__ADS_1


"Sorayaaaa!!!!!!" teriak Lemos.


__ADS_2