
Presdir Albert melihat Seli sedang berdiri di depan pintu menunggu pintu lift terbuka, Presdir Albert berjalan mendekati Seli sedangkan Seli yang mendengar langkah seseorang membuat Seli memalingkan wajahnya dan matanya langsung membulat sempurna.
" Cintya mau kemana?" tanya Seli
" Mau mengantar mommy ke parkiran mobil," jawab Cintya dengan wajah polosnya.
" Panggil ms Seli," pinta Seli
" Mommy," ucap Cintya sambil tersenyum pepsodent.
Ms. Seli hanya bisa menepuk keningnya bersamaan pintu lift terbuka dan ms. Seli masuk ke dalam dan diikuti oleh Presdir Albert hal itu membuat Seli hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan berat.
( ' Apakah aku mimpi?' tanya Seli dalam hati sambil mencubit tangannya ).
" Ouch sakit," ucap Seli ketika mencubit tangannya.
" Mommy kenapa?" tanya Cintya dengan nada kuatir.
" Mommy di gigit semut," jawab Seli bohong.
__ADS_1
Presdir Albert hanya bisa menahan tawa karena dirinya tahu kalau Seli berbohong namun berbeda dengan Cintya.
" Daddy semut nya nakal, daddy bantuin mommy supaya semut nya tidak gigit mommy lagi," pinta Cintya.
" Semut nya sudah pergi," jawab Seli berbohong lagi.
( ' Aku mencubit tanganku karena aku pikir aku sedang bermimpi tentang anak kecil yang memanggilku dengan sebutan mommy tapi ternyata aku tidak bermimpi. Apalagi aku tidak mungkin menikah dengan pria itu karena aku tidak mau di sebut sebagai seorang pelakor di tambah lagi pria itu sangat angkuh dan arogant. Apakah aku harus keluar dari pekerjaanku dan melamar di sekolah lain agar tidak bertemu dengan Cintya? Aku akan tanya sama kak Sela karena kak Sela biasanya bisa memberikan solusi," ucap Seli dalam hati ).
Ting
Pintu lift terbuka dan mereka keluar dari kotak persegi tersebut dan berjalan ke arah lobby hingga seseorang memanggilnya.
" Presdir Albert," panggil seorang pria.
Mereka berdua bersalaman sebentar kemudian Presdir Axel menatap ke arah Seli tanpa berkedip sambil menahan amarahnya sedangkan Presdir Albert yang melihat tatapan berbeda ke arah Seli entah kenapa dirinya sangat cemburu membuat Presdir Albert memeluk pinggang Seli dengan posesif.
cup
" Cintya cium mommy," ucap Presdir Albert sambil mengecup pipi Cintya.
__ADS_1
Presdir Albert sebenarnya ingin mengecup pipi Seli tapi dirinya takut dipermalukan sehingga dirinya hanya bisa mencium pipi Cintya sedangkan Seli menatap horor ke arah Presdir Albert sambil matanya mendelik sedangkan Presdir Albert hanya tersenyum menyeringai.
Cintya langsung mengecup pipi Seli membuat tuan Axel menggenggam ke dua tangannya dengan erat. Presdir Albert melihat kalau Presdir Axel menggenggam ke dua tangannya hal itu membuatnya dirinya tersenyum devil.
" Mommy, makanannya enak besok buat lagi ya," pinta Cintya sambil tersenyum manis.
Seli hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kemudian membalikkan badannya meninggalkan mereka tanpa mengeluarkan sepatah dua patah sedangkan Presdir Axel hanya bisa menatap nanar ke arah Seli.
" Presdir Albert, apakah dia istrimu?" tanya Presdir Axel memastikan.
" Ya, memangnya kenapa?" tanya Presdir Albert berbohong.
Duarr Duarr
Bagai petir di siang hari Presdir Albert mendengar ucapan Presdir Albert tapi wajahnya langsung berubah datar namun dapat terbaca oleh Presdir Albert membuat dirinya tersenyum devil.
" Sejak kapan? kok tidak ada pesta?" tanya Presdir Axel tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Presdir Albert.
" Sudah lama dan mengenai kenapa tidak ada pesta karena istriku lebih menyukai pesta secara sederhana," jawab Presdir Albert.
__ADS_1
" Oh ya ini anak kami," sambung Presdir Albert sambil memperlihatkan Cintya.
" Cintya ayo salaman dengan paman Axel," ucap Presdir Albert.