Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Masa Lalumu


__ADS_3

" Maaf bu, aku tidak bisa." Jawab Maya dengan nada tegas


" Kenapa?" Tanya mantan ibu mertuanya sambil masih menahan amarahnya.


" Hanya wanita bodoh yang mau kembali menjadi menantu mu." Ucap Maya dengan sinis.


brak


" DASAR WANITA TIDAK TAHU MALU, KAMU ITU SUDAH MANDUL DAN AKU SEBAGAI MERTUAMU BERUSAHA UNTUK MENASIHATIMU AGAR KAMU MAU MENERIMA JIKA SUAMIMU MENIKAH LAGI TAPI APA YANG AKU DAPATKAN??? KAMU MALAH BERSIKERAS INGIN BERCERAI DAN MEMAKIKU!!" Teriak mantan ibu mertuanya sambil memukul meja dengan keras


Semua orang menatapnya membuat Maya sangat kesal terutama orang-orang banyak yang mencibir Maya.


" Benarkah begitu perkataan mu mantan ibu mertua?" Tanya Maya sambil tersenyum sinis


" Kau .." Ucapan ibu mertuanya terpotong oleh Maya


" Aku apa? Selama ini aku menjadi menantu yang baik, kalian menumpang di rumah kami dan kami tidak pernah mempermasalahkannya, kalian memperlakukan aku seperti seorang pelayan padahal asal ibu tahu rumah yang kami beli separuhnya adalah uang pesangon ku ketika dulu aku berkerja dan aku juga tidak mempermasalahkannya, ketika ibu mertuaku, ayah mertuaku dan ke dua adik iparku meminta motor baru jujur aku katakan gaji mantan suamiku sudah habis untuk biaya hidup sehari-hari karena kalian menumpang di rumah kami di tambah untuk membayar uang sekolah ke dua adik ipar yang sangat mahal." Ucap Maya sambil menatap tajam ke arah ibu mertuanya.


" Lalu dari mana kekurangan uangnya? Apakah kamu menjual diri?" Hina mantan ibu mertuanya.


plak


Maya menampar mantan ibu mertuanya sambil menatap tajam.


" Kamu tahu sudah lama sekali aku ingin menampar mulutmu yang penuh racun. Dengar ya aku tidak pernah menjual diri aku berkerja sebagai penulis dan juga menjual barang - barang lewat online. Uang itu untuk menutupi angsuran motor kalian, untuk membiayai ayah mertuaku yang pergi entah kemana, membiayai mu yang hobinya berfoya-foya, memberikan uang saku, membeli buku dan lain sebagainya untuk ke dua adik ipar. Seharusnya itu tugas kalian sebagai ke dua orang tuanya tapi tidak kalian lakukan. Aku diam ketika kalian memperlakukan aku seperti mesin ATM tanpa kalian ketahui tapi ketika suamiku berselingkuh aku menyerah dan mengajukan cerai." Ucap Maya tanpa sadar air matanya keluar.


" Sekarang aku bertanya sama kalian semuanya apakah aku harus kembali ke mantan suamiku yang tidak menghargai ku atau lebih baik kami memang berpisah dan tidak rujuk lagi?" Tanya Maya ke semua para pengunjung restoran.

__ADS_1


grep


" Hanya wanita bodoh yang mau kembali ke mantan suaminya." Ucap Nathan sambil memeluk Maya dari arah samping.


" Iya benar hanya wanita bodoh kembali ke mantan suaminya yang brengs*k apalagi keluarga mantan suaminya brengs*k semuanya." Ucap salah satu pengunjung.


" Semoga keluarga mereka mendapatkan hukuman yang sangat setimpal. Ucap pengunjung yang lainnya


byur


byur


byur


Semua wanita menyiram minumannya ke mantan ibu mertuanya Maya hingga basah kuyup.


" Ma*i saja kamu." Maki para wanita.


bugh


bugh


bruk


Pukulan dan tendangan yang bertubi-tubi dari para pengunjung membuat wanita itu ambruk.


" Berhenti, lebih baik usir saja wanita itu." Ucap Maya yang tidak tega mantan ibu mertuanya terluka.

__ADS_1


Para pengunjung mengusir wanita itu untuk keluar dari restoran tersebut sedangkan Maya hanya menatapnya tanpa bicara sedikitpun.


grep


" Ayo kita kembali ke mobil." Ajak Nathan


" Tapi pesanannya?" Tanya Maya


" Aku tidak selera makan." Ucap Nathan sambil menarik tangan Maya keluar dari restoran.


" Tapi aku tidak suka kalau makanan di buang." Ucap Maya


Nathan menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian melambaikan tangannya ke arah pelayan.


" Semua makanan yang aku pesan bungkus dan ini kartunya." Ucap Nathan sambil memberikan kartu kredit tanpa batas


" Baik tuan." Jawab pelayan restoran dengan sopan sambil menerima kartu kredit tersebut.


Setelah hampir lima belas menit pelayan memberikan kartu kredit dan dua paper bag yang berisi makanan dan minuman.


" Biar aku yang pegang paper bagnya." Ucap Maya ketika melihat Nathan menerima kartu kredit dan memasukkannya ke dalam dompetnya.


Nathan hanya tersenyum kemudian menyimpan kembali dompetnya dan mengambil dua paper yang di pegang oleh Maya.


" Ayo kita pulang." Ajak Nathan sambil menggenggam tangan Maya.


Maya membiarkan tangannya di genggam oleh Nathan hingga Nathan membuka pintu mobil belakang dan memintanya untuk masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


" Coba ceritakan tentang masa lalumu?" Tanya Nathan


__ADS_2