Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Kau!!!


__ADS_3

" Seratus kali lipat pun aku tetap tidak tertarik." Ucap pria tersebut


" Siapa kamu sebenarnya?" Tanya Robert berusaha mengulur waktu agar bantuan segera datang.


" Kami anggota mafia Elang Sakti dan sebentar lagi ketua kami akan datang untuk membereskan Arlan dan anak - anaknya." Ucap pria itu.


" Arlan dan anak - anaknya?" Tanya Robert mengulangi perkataannya.


" Ya, mereka adalah anggota keluarga Alvonso yang akan membantumu tapi sayang tidak bisa karena ketua kami akan membunuh mereka semua." Ucap pria itu.


" Anggota keluarga Alvonso? Aku tidak kenal dengan mereka." Ucap Robert


" Dasar kamu ini kenapa kamu mengobrol? Hah!!!" Bentak seorang pria yang tiba - tiba datang.


" Maafkan saya ketua." Ucap anak buahnya merasa bersalah.


" Apakah kamu tahu kalau kamu itu sudah membuka identitas diriku." Umpat ketua mafia dengan nada naik satu oktaf.


" Maafkan saya ketua." Ucap anak buahnya lagi.


" Dasar bod*h." Umpat ketua mafia lagi dengan nada naik satu oktaf.


" Sekali lagi maafkan saya...." Ucapan anak buahnya terpotong oleh ketua mafia.


" Stop!!!" Bentak ketua mafia.


" Oh jadi ketua mafia." Ucap Robert ketika anak buahnya terdiam.


" Jangan banyak bicara tembak mereka semua tanpa sisa!!!" Perintah ketua mafia.

__ADS_1


" Baik ketua." Jawab mereka serempak sambil mengarahkan pistolnya ke arah Robert dan anggota mafianya.


" Akhhhhhhhhhhhhhhhhhh...." Teriak sepuluh anak buah anggota mafia Elang Sakti.


Bruk      Bruk      Bruk        Bruk            Bruk


Bruk        Bruk          Bruk          Bruk            Bruk


Tiba - tiba sepuluh orang langsung berteriak kemudian ambruk meninggal di tempat membuat para anak buah anggota mafia Elang Sakti bersama ketua mafia melihat sekelilingnya tapi tidak ada satupun orang.


" KELUAR!!! JANGAN JADI PENGECUT!!! Teriak ketua mafia.


" Akhhhhhhhhhhhhhhhhhh...." Teriak sepuluh anak buah anggota mafia Elang Sakti.


Bruk          Bruk         Bruk          Bruk            Bruk


Bruk           Bruk        Bruk          Bruk            Bruk


" Aku tahu pasti kalian pasti Arlan bersama ke enam anakmu, Baron, Charli dan Alex." Ucap ketua mafia.


" KELUAR!!!!" Teriak ketua mafia itu lagi.


" Akhhhhhhhhhhhhhhhhhh...." Teriak sepuluh anak buah anggota mafia Elang Sakti.


Bruk          Bruk         Bruk    Bruk       Bruk


Bruk          Bruk         Bruk     Bruk   Bruk            


Sepuluh orang kembali berteriak kemudian ambruk meninggal di tempat membuat para anak buah anggota mafia Elang Sakti bersama ketua mafia melihat sekelilingnya tapi tidak ada satupun orang membuat ketua mafia semakin bertambah kesal.

__ADS_1


" Tembak mereka semua." Perintah ketua mafia


" Akhhhhhhhhhhhhhhhhhh...." Teriak sepuluh anak buah anggota mafia Elang Sakti.


Bruk         Bruk         Bruk          Bruk            Bruk


Bruk           Bruk        Bruk         Bruk            Bruk


Bruk          Bruk         Bruk          Bruk           Bruk


Bruk           Bruk        Bruk          Bruk           Bruk


Bruk          Bruk         Bruk          Bruk           Bruk


Bruk           Bruk        Bruk          Bruk           Bruk


Bruk          Bruk         Bruk          Bruk           Bruk


Bruk           Bruk        Bruk          Bruk           Bruk


Bruk          Bruk         Bruk          Bruk          Bruk


Bruk           Bruk        Bruk          Bruk           Bruk


Baru saja ingin menarik pelatuknya tiba - tiba dua puluh lima orang kembali berteriak kemudian ambruk meninggal di tempat membuat para anak buah anggota mafia Elang Sakti saling memandang sedangkan ketua mafia melihat sekelilingnya tapi tidak ada satupun orang membuat ketua mafia membalikkan badannya dan berjalan ke arah mobilnya untuk bersembunyi karena dirinya tidak ingin mati sia - sia.


Ketua mafia dilindungi oleh anak buahnya yang berani ma*i sejumlah sepuluh orang namun baru beberapa langkah sepuluh anak buahnya tiba - tiba jatuh dan meninggal di tempat membuat ketua mafia menatap ke sekelilingnya yang gelap gulita.


" Dasar pengecut menyerang secara diam - diam." Umpat ketua mafia.

__ADS_1


" Ck.... Ck... Ck ... Aku tidak menyangka ternyata kamu masih hidup." Ucap pria paruh baya keluar dari persembunyiannya sambil menodongkan pistol.


" Kau!!!" Pekik ketua mafia dengan wajah terkejut karena bertemu dengan musuh lamanya.


__ADS_2