
Sela dan Seli serempak menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya sambil menatap tajam ke arah ke tiga gadis tersebut.
"Ada apa lagi sih?" Tanya Sela dengan nada kesal.
"Sepertinya mereka di kasih pelajaran kak biar mereka mengerti," ucap Seli dengan nada ikut kesal.
"Urusan kita belum selesai, serang mereka berdua," ucap salah satu gadis tersebut.
Ke tiga gadis itu pun menyerang Sela dan Seli sedangkan Sela dan Seli yang mendengar ucapan salah satu gadis tersebut langsung bersiap untuk membalas serangan mereka.
Perkelahian yang tidak seimbang di tambah tubuh Sela dan Seli habis melakukan hubungan suami membuat ke dua gadis itu cepat lelah dan membuat mereka terdesak.
Di saat krisis dua gadis yang kebetulan melewati lorong tersebut melihat perkelahian yang tidak seimbang ikut membantu Sela dan Seli membuat ke tiga gadis itu sangat kesal karena kedatangan ke dua gadis tersebut telah menggagalkan rencana mereka di tambah ke dua gadis tersebut sangat lincah.
"Kalian berdua mundur lah biar kami berdua melawan ke tiga gadis itu," ucap salah satu gadis tersebut sambil memukul dan menghindar.
"Tapi..." ucapan Sela terpotong oleh gadis ke dua.
"Benar kata sahabatku tubuh kalian sepertinya lelah biar kami yang melawannya," ucap gadis ke dua.
"Baiklah," jawab Sela dan Seli serempak sambil berjalan mundur dan melihat mereka bertarung.
Hingga lima belas menit kemudian ke tiga gadis tersebut mulai terdesak dan mereka pun terpaksa melarikan diri meninggalkan tempat tersebut sambil menahan amarah dan dendam ke Sela, Seli dan ke dua gadis tersebut karena telah menggagalkan rencana jahat mereka.
"Jangan di kejar biarkan saja," ucap Sela ketika ke dua gadis tersebut.
"Siapa mereka?" tanya gadis pertama.
"Kurang tahu tiba - tiba menyerang kami," jawab Sela.
"Aneh mereka," ucap gadis ke dua.
"Betul," jawab Sela dan Seli serempak.
"Oh ya kenalkan namaku Seli dan ini kakak kembarku Sela," ucap Seli memperkenalkan diri.
"Namaku Soraya," sambung Soraya ikut memperkenalkan dirinya sambil membalas uluran tangan Seli dan Sela secara bergantian.
"Namaku Delisa," ucap Delisa memperkenalkan dirinya sambil membalas uluran tangan Sela dan Seli secara bergantian.
"Oh iya kak Lemos," ucap Sela dan Seli serempak.
"Memang kenapa dengan kak Lemos?" tanya Soraya.
"Tidak tahu tadi aku melihat wajah kak Lemos memerah sepertinya sakit," ucap Sela.
__ADS_1
"Boleh aku melihatnya?" tanya Soraya.
"Boleh," jawab Sela dan Seli serempak.
"Maaf aku tidak bisa karena aku ingin istirahat," ucap Delisa.
"Ok," jawab ke tiganya serempak.
Sela, Seli dan Soraya berjalan ke arah kamar di mana Lemos masih mandi air dingin dengan di tunggu Delon, Presdir Axel dan Presdir Albert sedangkan Delisa berjalan ke arah berbeda yang ternyata bersebelahan dengan kamar Sela dan Seli.
Ceklek
Seli membuka pintu kamar kakak kembarnya dan melihat Delon, Presdir Axel dan Presdir Albert sedang duduk di sisi ranjang sambil menatap ke arah mereka bertiga tapi pandangannya ke arah Soraya karena mereka tidak mengenalnya kecuali Delon.
"Kok Sela dan Seli membawa gadis lain?" tanya Delon.
"Maaf kak tadi kami di serang sama ke tiga gadis yang memaksa ingin menemani kak Lemos kami terdesak ketika melawan mereka tapi untung Soraya dan Delisa menolong kami," ucap Sela menjelaskan.
"Apa jangan - jangan ke tiga gadis itu yang melakukan sesuatu ke kak Lemos," celetuk Presdir Axel.
"Bisa jadi," jawab mereka serempak.
"Terima kasih sudah menolong ke dua adik kembarku," ucap Delon merasa tidak enak hati karena mengingat kejadian ketika temannya ingin mengajaknya berkenalan tapi Delon dan Lemos menolaknya.
"Sesama manusia harus saling tolong menolong," ucap Soraya.
"Masih di kamar mandi," ucap Delon.
Ceklek
Lemos keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah handuk dengan tubuh menggigil membuat mereka sangat kuatir.
"Bagaimana kak?" tanya Sela dan Seli serempak.
"Tubuh kak menggigil tapi badan kakak terasa panas, kalian pergilah biarkan aku merawat diriku sendiri," ucap Lemos.
Bukan kenapa - napa, Lemos ingin melakukan hubungan suami istri agar menghilangkan pengaruh obat perang sang dosis tinggi sedangkan dirinya tidak mungkin melakukan itu terhadap ke dua adik kembarnya karena itulah Lemos mengusir mereka.
"Boleh aku cek sebentar?" tanya Soraya sambil berjalan ke arah Lemos.
"Siapa kamu?" tanya Lemos dengan nada tidak suka.
("Seandainya gadis yang aku sukai datang aku akan suka," ucap Lemos dalam hati).
"Dia Soraya kak, tadi Soraya dan Delisa menyelamatkan kami dari tiga gadis yang tadi mengobrol dengan kak Lemos," ucap Sela.
__ADS_1
"Tidak mungkin mereka melakukan itu," ucap Lemos tidak percaya.
"Apa yang dikatakan oleh kak Sela benar kak," ucap Seli.
"Kalian pergilah dan juga kak Delon dan kamu," usir Lemos menunjuk ke arah Soraya.
Soraya tidak memperdulikan ucapan Lemos malah memegang tangan Lemos untuk mengecek nadi Lemos tapi Lemos menepisnya.
"Aku hanya ingin mengecek lewat nadi siapa tahu aku bisa mengobatinya," ucap Soraya.
"Aku tidak mau," tolak Lemos.
"Kak Lemos, Sela mohon agar mau mau di cek," mohon Sela.
"Sepertinya kak Lemos terkena obat perang sang," ucap Presdir Axel dan Presdir Albert serempak.
"Apa???" tanya mereka serempak.
"Orang yang sudah terkena harus segera diobati jika tidak orang tersebut akan sangat menderita dan bisa menyebabkan ...." ucap Soraya menggantungkan kalimatnya.
"Soraya, tolong obati adik kembarku," mohon Delon untuk pertama kalinya menghilangkan egonya demi keselamatan adik kesayangannya.
"Tapi kak ..." ucapan Lemos terpotong oleh Delon.
"Tidak ada penolakan," ucap Delon sambil menatap tajam ke arah adik kembarnya.
Lemos menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian dengan berat hati Lemos mengarahkan tangannya ke arah Soraya. Soraya langsung mengecek kondisi Lemos lewat nadi dan entah kenapa jantung Lemos berdetak lebih cepat tapi berusaha untuk melawannya.
"Obatnya sudah lama berada di dalam tubuh kak Lemos dan harus dituntaskan jika tidak bisa membahayakan nyawanya,?" ucap Soraya.
"Soraya, maukah kamu menolong adik kembarku untuk melakukan itu?" tanya Delon penuh harap.
"Maaf aku tidak bisa karena aku masih menjaga kehormatan ku dan aku ingin memberikan itu untuk suamiku," tolak Soraya.
Grep
"Tolong aku," mohon Lemos sambil memeluk tubuh Soraya kemudian mengecup leher Soraya membuat Soraya kegelian.
"Kak Soraya, kami mohon untuk membantu kakak kembarku," mohon Sela mengganti panggilannya menjadi kakak.
"Iya kak, kami mohon," sambung Sela.
Soraya memejamkan matanya sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju membuat Delon, Sela, Seli, Presdir Axel dan Presdir Albert bernafas dengan lega kemudian pergi meninggalkan Lemos bersama Soraya di kamar.
"Aku akan memesan kamar lagi," ucap Delon yang tidak mungkin sekamar dengan Lemos.
__ADS_1
"Kami akan temani kak," ucap Sela dan Seli serempak yang tidak ingin kakak kembarnya di ganggu oleh ke tiga gadis tersebut.
"Aku juga ikut," sambung Presdir Albert dan Presdir Axel serempak.