
" Amit - amit, mimpi buruk kalau aku berjodoh dengan pria itu," jawab Seli sambil memukul keningnya kemudian ke meja.
" Ms. Seli tidak mau menjadi mommy Cintya?" tanya Cintya dengan mata berkaca - kaca.
" Cintya pulang yuk? Ms. Seli antar ya," ucap Seli mengalihkan pembicaraan sambil memberi kode ke temannya untuk diam.
" Baik ms," jawab Cintya patuh.
Seli menggendong Cintya keluar dari ruangan guru menuju ke arah parkiran mobil sedangkan temannya merapikan buku - buku yang berada di mejanya dan bersiap - siap untuk pulang. Singkat cerita kini Seli sudah sampai di Perusahaan Global Internasional sambil menggendong Cintya karena dalam perjalanan Cintya tertidur dengan pulas. Seli berjalan ke arah resepsionis jika dirinya ingin bertemu dengan ayahnya Cintya.
" Selamat siang," sapa Seli
" Selamat siang, bisa saya bantu nona?" tanya salah satu resepsionis dengan nada sopan.
" Perkenalkan namaku Ms. Seli guru Sekolah Internasional Alexander, mau mengantarkan murid ku yang bernama Cintya ke ayahnya yang berkerja di Perusahaan Global Internasional," ucap Seli sambil membalikkan badannya agar resepsionis tersebut dapat melihat Cintya yang masih tertidur dengan pulas.
" Ms. silahkan ikuti saya," ucap resepsionis tersebut dengan nada sopan.
__ADS_1
" Baik dan terima kasih," jawab Seli.
" Sama - sama Ms." jawab resepsionis.
Resepsionis tersebut berjalan ke arah lift khusus CEO dengan diikuti oleh Seli, resepsionis menekan tombol dan tidak lama tombol lift terbuka mereka pun masuk ke dalam kotak persegi tersebut kemudian resepsionis menekan tombol empat puluh lima.
" Biasanya yang mengantar nona muda Cintya Ms. Arandiah," ucap resepsionis.
" Ms. Arandiah mengundurkan diri sebelum ajaran baru dan digantikan aku," jawab Seli.
Resepsionis tersebut menganggukkan kepalanya hingga pintu lift terbuka, mereka pun keluar dari pintu lift menuju ke ruangan di mana terdengar suara orang yang sedang memarahi seorang wanita karena pintu tersebut tidak tertutup dengan rapat.
" Presdir Albert pemilik Perusahaan Global Internasional, presdir Albert adalah ayahnya Cintya paling memarahi sekretaris baru," bisik resepsionis.
" Apakah setiap hari seperti itu?" tanya Seli ikut berbisik.
" Bukan setiap hari tapi hampir setiap saat tuan Albert sering marah - marah makanya banyak sekretaris yang keluar," jawab resepsionis yang suka bergosip.
__ADS_1
" Kita tunggu di sini dulu sampai tuan Albert selesai marah - marah," sambung resepsionis.
" Ok," jawab Seli singkat.
Mereka pun menunggu sampai tuan Albert selesai memarahi orang dan untungnya Cintya tertidur dengan pulas dan tidak merasa terganggu dengan suara daddynya yang sedang memaki sekretarisnya hingga lima menit kemudian sekretaris tersebut keluar dengan bercucuran air mata sambil menutup pintunya dengan rapat barulah mereka berjalan ke arah ruangan tersebut dan resepsionis tersebut mengetuk pintu.
Tok Tok Tok
" Masuk," jawab tuan Albert.
Ceklek
Resepsionis tersebut membuka pintu tersebut dengan lebar agar Seli bisa masuk ke dalam ruangan tersebut, Seli berjalan ke ruangan tersebut dan melihat pemuda yang sangat tampan, berkharisma namun sayang bersikap arogant, resepsionis tersebut langsung menutup pintu ruangan Presdir Albert. Presdir Albert yang sedang serius mengecek dokumen mengangkat kepalanya menatap Seli sebentar kemudian melanjutkan pekerjaan kembali.
" Letakkan di kamar pribadiku," perintah Presdir Albert dengan nada dingin.
" Baik Presdir Albert," jawab Seli sambil menjulurkan lidahnya karena dirinya sangat kesal dengan Presdir Albert.
__ADS_1
" Apakah lidahmu mau aku tarik pakai tang?" tanya Presdir Albert dengan nada dingin