Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Panti Asuhan


__ADS_3

" Nathan, aku sangat mencintaimu dan aku sangat yakin kamu pun masih mencintaiku tapi gara - gara pengaruh wanita murahan itu kamu jadi berubah." ucap wanita cantik itu sambil membanting semua barang - barang yang bisa di banting.


" Maaf nona," panggil pelayan setianya


" Ada apa?" tanya wanita cantik itu dengan nada ketus.


" Saya punya ide nona," ucap pelayan tersebut.


" Ide apa?" tanya wanita tersebut dan langsung menghentikan membanting barang - barang miliknya.


Pelayan itupun membisikkan sesuatu yang dapat di dengan oleh Tuhan, wanita cantik dan author sedangkan para pembaca tidak dapat mendengar ide pelayan tersebut, wanita cantik itu tersenyum puas kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju.


" Sekarang bersihkan kamarku," perintah wanita itu.


" Baik nona," jawab pelayan tersebut.


Pelayan itupun dengan patuh membersihkan kamar wanita cantik itu seperti kapal pecah, di tempat yang berbeda keluarga daddy Thomas sudah kembali ke mansionnya dan langsung di sambut oleh daddy Alvonso bersama istrinya mommy Laras.


" Kami berencana mau pulang ke mansion kami karena misi sudah selesai," ucap daddy Alvonso.


" Terima kasih banyak, berkat bantuanmu dan keluarga besarmu kami semua selamat," ucap daddy Thomas sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


" Sesama manusia harus saling tolong menolong dan jangan sungkan - sungkan meminta bantuan kami," ucap daddy Alvonso


" Begitu pula dengan keluarga besar mu jika membutuhkan bantuan maka keluarga besar kami akan siap sedia untuk membantunya," ucap daddy Thomas.


" Sebelum kami pulang, bagaimana kalau keluarga besar mu berkumpul di ruang kerjamu ada yang ingin kami katakan," ucap daddy Alvonso.


" Ke tujuh anak kami berserta para menantunya?" tanya daddy Thomas memastikan.


" Ya  benar," jawab daddy Alvonso.


" Baik," jawab daddy Thomas singkat.


" Alviana dan Dennisa tolong panggilkan Quenby dan Maya," perintah daddy Alvonso.


" Baik dad," jawab Alviana dan Dennisa serempak.


" Oh ya setelah kalian memanggil Quenby dan Maya tolong kalian usahakan agar Dita bersama kalian," perintah mommy Laras.


" Baik mom," jawab Alviana dan Dennisa serempak.


Alviana dan Dennisa pergi meninggalkan ruang keluarga menuju ke kamar Quenby dan Maya sedangkan keluarga besar daddy Thomas bersama daddy Alvonso dan mommy Laras berjalan menuju ke ruang kerja milik daddy Thomas.


Sepuluh menit kemudian kini mereka semua sudah berkumpul termasuk Quenby dan Maya, semua wanita duduk di sofa sedangkan para pria berdiri.


" Maaf kalau kami mengumpulkan kalian semua di sini karena ini semata - mata untuk berjaga - jaga agar kejadian yang kami alami tidak terjadi pada anggota keluarga ini terlebih mengingat sekarang Maya sedang hamil," ucap daddy Alvonso.


Semua yang berada di ruang kerja tersebut sangat terkejut dengan ucapan daddy Alvonso terlebih Maya dan Nathan tapi mereka hanya diam menunggu cerita selanjutnya dari daddy Thomas.


" Jujur terlalu berat untuk mengatakan ini tapi terpaksa kami katakan agar tidak menjadi boomerang buat kalian," sambung daddy Alvonso.


" Katakan saja," ucap daddy Thomas yang tidak suka basa basi.


Daddy Alvonso menghembuskan nafasnya dengan perlahan setelah tiga menit kemudian daddy Alvonso menatap satu persatu ke arah mereka.


" Kami takut kejadian Clara puluhan tahun yang lalu terjadi pada Dita," ucap daddy Alvonso.


" Ceritakan lebih rinci," pinta daddy Thomas.

__ADS_1


" Bacalah novel karya Yayuk Triatmaja," ucap mommy Laras


" Novelnya kalau tidak salah ada dua puluh judul, judulnya yang mana?" tanya mommy Gloria yang suka baca novel di waktu senggang.


" Benar dua puluh novel judulnya : Cinta Pertama Sang Mafia 2," ucap mommy Laras yang juga suka baca novel.


" Aku pernah baca katanya Clara mendorong Alviana yang lagi hamil di anak tangga dan menuduh Max yang melakukannya," ucap mommy Gloria


" Ya benar jadi untuk menghindari supaya itu tidak terjadi mulai sekarang Maya tinggal di lantai satu dan jangan menaiki anak tangga karena Maya sedang hamil." ucap mommy Laras.


" Bagaimana kalau Dita diserahkan di panti asuhan?" tanya Quenby


" Aku setuju," jawab Aleandro, Maximus, Nathan, Yohanes, dokter Kasandra dan Cantika serempak.


" Tidak," jawab Cantika istri Aleandro, Claudia, Maya dan Aurora serempak.


" Bagaimana dengan Fico, Aska dan Robert?" tanya mommy Laras


" Jujur keselamatan istriku lebih penting jadi lebih baik serahkan ke panti asuhan," ucap Fico, Aska dan Robert serempak


" Kalau Thomas dan Gloria?" tanya daddy Alvonso


" Aku setuju jika Dita diserahkan ke panti asuhan." ucap daddy Thomas


" Aku tidak setuju," ucap mommy Gloria.


" Kenapa mommy tidak setuju? Gara - gara ibunya Dita ke dua orang tuaku meninggal dunia," ucap daddy Thomas sambil menahan amarahnya.


" Mommy tahu sayang tapi yang salah itu ibunya bukan Dita," ucap mommy Gloria.


" Tapi mommy tidak takut jika seandainya Dita seperti Clara?" tanya daddy Thomas bersikeras.


" Mommy bertanya dengan kalian semua kecuali Cantika istri Aleandro, Claudia, Maya dan Aurora karena kalian berpihak pada mommy. Jika seandainya itu terjadi pada keluarga kita mommy membunuh seseorang lalu orang itu memelihara kalian namun setelah tahu mommy ternyata sangat jahat dan menyakiti keluarganya maka kalian semua dimasukkan ke panti asuhan bagaimana dengan perasaan kalian?" tanya mommy Gloria


" Tapi mommy kan tidak jahat," ucap Quenby polos.


" Betul sekali," jawab mereka serempak.


Mommy Gloria menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap ke arah ke tujuh anak kembarnya dengan tatapan sendu.


Bukan tanpa alasan, sebenarnya mereka sayang dengan Dita tapi karena ulah ibunya mereka kehilangan ke dua orang tua daddy Thomas. Oma dan opa sangat sayang dengan ke 7 cucu kembarnya karena itulah mereka sangat kehilangan.


" Kita mengurus Dita dari kecil hingga sekarang, apakah kalian ingat kejadian satu setengah tahun yang lalu?" tanya mommy Gloria.


" Ingat mom, waktu itu mommy tidak sadarkan diri di kamar sedangkan para pelayan di lantai satu dan para bodyguard berada di posko," ucap Aleandro.


" Seperti biasa Dita datang ke kamar mommy untuk bermain boneka - boneka an namun ketika mommy pingsan, Dita langsung menghubungi Nathan kalau mommy tidur di lantai dan dibangunin tidak bangun - bangun padahal ingin mengajak main boneka, " sambung Nathan sambil mengingat masa lalu.


xxxxxx Flash Back On xxxxx


Nathan dan Yohanes sedang meeting bersama para pemegang saham hingga tiba - tiba ponsel milik Nathan berdering, Nathan mengangkat tangannya tanda untuk berhenti bicara kemudian mengambil ponsel yang di simpan di saku jasnya.


Nathan melihat kalau Dita menghubungi dirinya membuat Nathan mengerutkan keningnya sambil menggeser tombol berwarna hijau kemudian menempelkan ponselnya ke telinganya.


" Ada apa Dita?" tanya Nathan


" Daddy hiks... hiks... hiks..." ucap Dita sambil terisak.


" Dita sayang jangan menangis, ceritakan secara perlahan," ucap Nathan dengan nada lembut.

__ADS_1


Semua orang menatap ke arah Nathan dengan tatapan tidak percaya karena mereka semua mengetahui kalau Nathan bersikap dingin dan datar terlebih tidak pernah berkata dengan lembut.


" Daddy hiks... hiks... mommy tidur di lantai, Dita bangunin tapi tidak bangun - bangun padahal Dita ingin mengajak bermain boneka - boneka an seperti biasanya," ucap Dita sambil masih terisak.


" Yohanes hubungi kepala pelayan untuk pergi ke kamar mommy dan cek apakah mommy pingsan," pinta Nathan sambil berdiri dan meninggalkan tempat berlangsungnya acara bersama para pemegang saham.


" Baik kak," jawab Yohanes patuh sambil berdiri


" Rapat sementara dibubarkan," perintah Yohanes.


" Baik tuan," jawab mereka serempak.


Yohanes juga berjalan meninggalkan ruangan tersebut sambil mengambil ponselnya yang di simpan di saku jasnya untuk menghubungi kepala pelayan.


" Dita sayang, nanti paman datang kamu bukakan pintu ketika paman datang," perintah Nathan


" Baik dad," jawab dita patuh.


Tut                         tut                          tut


Sambungan komunikasi langsung terputus secara sepihak kemudian Nathan menghubungi daddy Thomas dan sambungan pertama langsung terhubung.


" Ada apa Nat?" tanya daddy Thomas tanpa basa basi.


" Hallo dad, kata Dita mommy tidak sadarkan diri," ucap Nathan.


" Apa??? Aleandro dan Maximus kita pulang sekarang mommy tidak sadarkan diri," perintah daddy Thomas sambil berjalan meninggalkan ruang kerjanya.


" Baik dad," jawab Aleandro dan Maximus


Maximus menghubungi adik kembarnya yang bernama dokter Kasandra untuk datang ke mansion sedangkan Aleandro menghubungi Quenby, mereka pergi meninggalkan perusahaan tersebut. Singkat cerita kini mereka sudah sampai di mansion dan melihat mommy Gloria sudah sadarkan diri membuat suami dan ke tujuh anak kembarnya bernafas lega.


" Mommy kenapa pingsan?" tanya daddy Thomas.


" Tidak tahu dad, tiba - tiba dada mommy sakit sekali dan mommy berjalan ke arah pintu setelah itu mommy tidak ingat apa yang terjadi," ucap mommy Gloria.


" Oma," panggil Dita sambil berjalan ke arah mommy Gloria


" Iya sayang," jawab mommy Gloria


Grep


" Maafkan Dita oma," ucap Dita sambil memeluk mommy Gloria


" Minta maaf kenapa?" tanya mommy Gloria sambil membalas pelukan Dita.


" Gara - gara Dita sering mengajak oma main boneka oma sakit," ucap Dita polos


" Tidak sayang oma tidak apa - apa jadi kamu tidak perlu minta maaf," ucap mommy Gloria.


" Dita sayang, daddy mengucapkan terima kasih karena berkat Dita kita semua tahu kalau oma pingsan jadi kamu jangan merasa bersalah ya," ucap Nathan dengan nada lembut.


" Kami semua sayang Dita," ucap mereka serempak.


" Dita juga sayang oma, opa, para tante dan para para paman," ucap Dita


Merekapun saling berpelukan dan tertawa bersama kemudian merekapun mengobrol bersama hingga setengah jam kemudian mereka keluar satu persatu meninggalkan kamar ke dua kamarnya menuju ke arah kamar mereka masing - masing.


xxxxxx Flash Back Off xxxxxxx

__ADS_1


" Kalian pasti sudah ingat bukan jadi mommy mohon sama kalian semua untuk membiarkan Dita tinggal di mansion ini," mohon mommy Gloria untuk pertama kalinya.


__ADS_2