Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Amarah mommy Laras


__ADS_3

"Kamu tidak perlu tahu siapa kami yang pasti semua keturunan keluarga besar Alvonso harus ma ti," ucap salah satu pria dari lima tersebut sambil mengarahkan pistolnya ke arah Katarina dengan diikuti ke empat temannya.


Jleb              Jleb               Jleb                  Jleb


"Akhhhh....!!" teriak ke empat pria tersebut.


Bruk             Bruk               Bruk                 Bruk


Sebelum mereka menekan pelatuk, Katarina melempar empat domino dan tepat mengenai keningnya membuat ke empat pria tersebut berteriak kesakitan dan langsung ambruk seketika hingga menyisakan satu orang membuat pria tersebut menarik pelatuknya dan diarahkan ke Katarina sedangkan Katarina menatap pistol tersebut sambil tangan kanannya masuk ke dalam tas untuk mengambil kartu domino.


Dor


"Akhhhhhhh," teriak pria tersebut.


Bruk


Di saat kritis Jimmy datang dan melihat Katarina dalam bahaya membuat Jimmy dengan cepat mengambil pistolnya yang di simpan di saku jasnya kemudian menembak pria tersebut dan tepat mengenai kepalanya membuat pria itu berteriak kesakitan dan langsung ambruk seketika.


"Kakak baik - baik saja?" tanya Jimmy sambil berjalan ke arah Katarina tanpa mengetahui kalau daddy Alvonso dan Max tidak sadarkan diri.


"Kakak baik - baik saja, tapi opo Alvonso dan paman Max tidak sadarkan diri," ucap Katarina sambil berjalan ke arah daddy Alvonso dan Max.


"Apa yang terjadi kak?" tanya Jimmy.


"Kakak tidak tahu tapi yang pasti pas opa Alvonso keluar dari kamar tiba - tiba terdengar suara ledakan membuat kakak keluar dari kamar dan melihat opa dan paman Max tidak sadarkan diri, bisakah kamu mengangkat opa Alvonso?" tanya Katarina sambil mengeluarkan botol yang berisi obat dan diberikan ke opa Alvonso sambil memijat lehernya agar segera sadar dan mengobati lukanya untuk sementara waktu begitu pula dengan Max.


"Jimmy akan membantu mengangkat opa Alvonso," ucap Jimmy sambil menyimpan kembali pistolnya ke dalam saku jasnya.

__ADS_1


Namun ketika Jimmy memasukkan pistolnya ke dalam saku jasnya datang empat pria dan menodongkan pistol ke arah mereka berdua membuat Jimmy dan Katarina sangat terkejut terlebih ke empat pria tersebut menarik pelatuknya ke arah kening Jimmy dan Katarina membuat mereka menelan salivanya dengan kasar.


("Haruskah aku ma ti untuk ke dua kalinya?" tanya Katarina dalam hati).


("Haruskah aku ma ti sekarang padahal aku baru menikmati indahnya surga bersama istriku Jessica? Jessica aku sangat mencintaimu, aku tidak marah jika kamu menikah lagi," ucap Jimmy dalam hati).


Dor                  Dor                    Dor                 Dor


"Akhhhh....!!" teriak ke empat pria tersebut.


Bruk             Bruk               Bruk                 Bruk


Dalam kondisi kritis datang Delon, Lemos, Presdir Axel dan Presdir Albert, ketika melihat Jimmy dan Katarina dalam bahaya mereka langsung memberikan kode kemudian masing - masing mengarahkan pistol ke arah kening ke empat pria tersebut dan tepat hingga ke empat pria tersebut langsung ambruk seketika.


"Apa yang terjadi?" tanya Delon sambil  menahan amarahnya.


"Tolong angkat opa Alvonso dan paman Max untuk di bawa ke kamar nanti aku akan mengatakannya tapi jangan semuanya karena kita harus berjaga - jaga  jika musuh datang tiba - tiba," ucap Katarina.


"Ok," jawab mereka serempak.


"Kamarnya di ujung sebelah kiri," ucap Katarina.


"Ok," jawab mereka serempak lagi.


Presdir Albert dan Presdir Axel bersama - sama menggendong opa Alvonso sedangkan Delon dan Jimmy menggendong Max sedangkan untuk Katarina dan Lemos berjaga - jaga melihat sekeliling ruangan sambil berjalan mundur ke arah kamar di mana mommy Laras, dokter Amelia, dokter Kasandra, Jessica, Cantika istri Aleandro, Claudia istri Maximus, mommy Maya istri Nathan dan Aurora istri Yohanes.


Ceklek

__ADS_1


Lemos membuka pintu kamarnya dengan lebar agar Presdir Albert dan Presdir Axel bisa masuk ke dalam kamar tersebut begitu pula dengan Delon dan Jimmy sedangkan Katarina masih memegang kartu domino sambil memasang telinganya dengan baik - baik.


Jleb              Jleb               Jleb                  Jleb


"Akhhhh....!!" teriak ke empat pria tersebut.


Bruk             Bruk               Bruk                 Bruk


Katarina mendengar 4 suara langkah kaki dan melalui tatapan mata elangnya melihat ada empat pria berseragam hitam - hitam sedang menuju ke arah mereka membuat Katarina melempar 4 kartu domino hingga tepat mengenai ke empat kening pria tersebut membuat mereka berteriak kesakitan dan tidak membutuhkan waktu lama ke empat pria tersebut langsung menghembuskan nafas terakhirnya.


"Apa yang terjadi dengan suamiku dan putraku Max?" tanya mommy Laras sambil turun dari ranjang dan berjalan dengan cepat menuju ke arah suaminya dan Max.


"Kata kak Katarina pas opa Alvonso keluar dari kamar tiba - tiba terdengar suara ledakan membuat kakak keluar dari kamar dan melihat opa dan paman Max tidak sadarkan diri dan lift rusak parah sepertinya terkena ledakan bom dan mengenai opa dan paman Max," jawab Jimmy menjelaskan.


"Apa???" tanya mommy Laras menahan amarahnya.


"Letakkan di ranjang," perintah mommy Laras sambil mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi keluarga besarnya khusus para pria lewat grup wa.


"Daddy kalian dan Max luka sepertinya terkena ledakan bom," ucap mommy Laras melaporkan.


"Apa??" teriak ke enam anak kembarnya dan ke empat anak angkatnya serempak.


"Mommy tidak terima hukum mereka seberat - beratnya dan mommy membebaskan Leo, Baron, Charli, Louis dan Leo untuk menghukum mereka," ucap mommy Laras.


"Mommy setuju jika jiwa psychophat kami bangun?" tanya ke lima pria psychophat dengan serempak.


Amarah mommy Laras melihat dua orang yang disayangi membuat mommy Laras menutup mata hatinya dan membiarkan menantu dan anak angkatnya untuk menyiksa para penjahat.

__ADS_1


"Mommy setuju," jawab mommy Laras dengan nada penuh keyakinan.


__ADS_2