Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Maya Dan Kevin


__ADS_3

" Maya." Panggil Kevin


Maya membalikkan badannya dan melihat mantan suaminya yang sudah mulai kurus dan tidak terawat.


" Kak Kevin." Panggil Maya


" Kamu tambah cantik, bagaimana pernikahanmu? Apakah kamu bahagia?" Tanya Kevin


" Terima kasih atas pujiannya, pernikahan kami sangat bahagia seperti kak Kevin lihat." Ucap Maya sambil tersenyum.


" Maya, apakah kamu tahu kalau suamimu adalah pria jahat?" Tanya Kevin yang berusaha menjelekan suami Maya


" Selama ini suamiku sangat baik padaku dan tidak pernah menyakiti perasaanku." Ucap Maya


" Saat ini memang dia sangat baik padamu tapi jika suamimu sudah bosan kamu akan di tendang." Ucap Kevin berusaha memprovokasi.


" Jika seandainya itu terjadi aku akan pergi asalkan suamiku bahagia sama seperti kak Kevin aku pergi dari kehidupanmu ketika kak Kevin bertemu dengan wanita lain." Ucap Maya


" Maya maafkan aku yang begitu banyak menyakiti perasaanmu, aku mohon berikan kesempatan ke dua untukku." Mohon Kevin sambil memegang tangan Maya tapi Maya langsung menepisnya.


" Maaf kak, ketika kita sudah menandatangani surat perceraian dan aku pergi dari rumah itu perasaanku pada kak Kevin sudah hilang. Aku sudah bahagia jadi lupakan aku dan menikahlah dengan wanita yang lebih baik dariku." Ucap Maya


" Tidak Maya hanya kamu wanita yang terbaik dan aku laki-laki bodoh yang telah menyia-nyiakan istri sebaik dirimu." Ucap Kevin merasa bersalah.


" Sudah terlambat kak." Ucap Maya sambil membalikkan badannya.


Kevin memegang tangan Maya tapi tiba-tiba tangannya di tahan oleh seseorang dengan tatapan membunuh.


" Jangan sentuh istriku." Ucap Nathan dengan nada dingin dan datar sambil mencengkram kuat tangan Kevin.


Maya yang mendengar suara suaminya langsung membalikkan badannya dan melihat wajah suaminya yang terasa sangat menyeramkan sama seperti waktu pertama kali mereka bertemu.


" Lepas." Ucap Kevin yang merasa kesakitan.


" Sayang sudah di lihat orang." Ucap Maya sambil mengelus punggung suaminya.


Nathan langsung melepaskan tangan Kevin dengan cara mendorong tubuhnya membuat Kevin mundur beberapa langkah kemudian memeluk pinggang istrinya secara posesif.


" Ingat ini yang terakhirnya kamu mengganggu istriku." Ucap Nathan sambil menatap tajam ke arah Kevin.


" Ayo sayang kita lanjutkan belanja lagi." Ucap Nathan sambil membalikkan badannya meninggalkan Kevin yang menatapnya dengan tatapan kebencian.

__ADS_1


" Apa yang terjadi?" Tanya Nathan yang sebenarnya sudah tahu tapi dirinya masih kurang percaya apa yang di dengarnya barusan


" Mantan suamiku berusaha mendekatiku dan tidak memperdulikan jika aku sudah menikah lagi." Ucap Maya


" Lalu apakah kamu ingin kembali padanya?" Tanya Nathan


" Tidak." Jawab Maya singkat


" Kenapa?" Tanya Nathan


" Suamiku yang sekarang sangat baik padaku dan alangkah bodohnya aku aku jika kembali padanya." Ucap Maya


" Tapi dia bilang kalau aku jahat, apakah kamu tidak takut padaku?" Tanya Nathan


" Buat apa aku takut suamiku mencintaiku begitu pula aku mencintai suamiku yang sangat tampan ini." Ucap Maya sambil memegang pipi suaminya.


" Jika suatu saat aku jahat padamu apakah kamu akan mencari laki-laki lain?" Tanya Nathan.


" Tidak." Jawab Maya singkat


" Kenapa?" Tanya Nathan penasaran


" Jika seandainya itu terjadi aku akan pergi jika suamiku memintaku untuk pergi, aku akan pergi jauh dan tidak mau mengenal lagi dengan namanya laki-laki dan jika seandainya aku mati di tanganmu itu mungkin sudah takdirku. Apakah suamiku sudah puas dengan jawabanku?" Tanya Maya sambil meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya.


" Terima kasih sayang aku puas mendengarnya." Ucap Nathan kemudian mengecup kening istrinya.


Maya hanya tersenyum merekapun melanjutkan belanja hingga akhirnya dua puluh menit kemudian mereka sudah selesai belanja barang kebutuhan.


" Kita kemana lagi sayang?" Tanya Nathan


" Kita pulang saja." Ucap Maya


" Kamu tidak ingin belanja yang lain mumpung kita masih di mall?" Tanya Nathan


" Belanja apa ya? kosmetik sudah ada... Tidak ada kita pulang saja." Ucap Maya


" Belanja tas, baju, barang branded atau perhiasan?" Tanya Nathan dengan nada bingung pasalnya wanita paling suka belanja barang - barang mewah.


" Tidak, punyaku masih bagus nanti kalau sudah jelek baru beli." Ucap Maya


" Kenapa tunggu jelek kita beli yuk." Ajak Nathan

__ADS_1


" Tidak sayang, aku ingin pulang saja." Tolak Maya


" Biasanya wanita suka barang-barang branded dan tidak menolak kalau di ajak belanja." Ucap Nathan


" Aku bukan wanita seperti itu lebih baik uangnya di simpan atau di berikan ke orang yang tidak mampu." Ucap Maya.


Nathan tersenyum bahagia karena Maya sangat berbeda dengan wanita diluaran sama yang sangat suka menghamburkan uang.


" Ayo kita pulang." Ajak Nathan


Nathan menjentikkan tangannya dan empat orang bodyguard entah datang dari mana langsung membawa barang-barang belanjaan Maya. Nathan kemudian memeluk istrinya dari arah samping dan berjalan ke arah parkiran mobil.


" Sayang, ada yang Ingin aku tanyakan padamu, terus terang dari semalam sampai sekarang aku masih penasaran dan ingin bertanya padamu." Ucap Nathan sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


" Penasaran kenapa?" Tanya Maya sambil duduknya menyamping ke arah suaminya.


" Berapa lama kamu menikah dengan mantan suamimu?" Tanya Nathan


" Sudah lumayan lama, kenapa?" Tanya Maya balik.


" Waktu malam pertama kita melakukan itu kamu merasakan kesakitan bagaian privasi mu apakah selama menikah kalian berdua tidak pernah melakukan hubungan suami istri?" Tanya Nathan penasaran.


Maya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap wajah tampan suaminya.


" Tidak pernah." Jawab Maya


" Kenapa?" Tanya Nathan masih penasaran.


Maya lagi-lagi menghembuskan nafasnya dengan perlahan. Maya bukannya masih mencintai Kevin tapi dia tidak ingin menceritakan yang membuat dirinya sakit hati tapi karena suaminya meminta akhirnya Maya bercerita.


" Aku ingin berkata jujur dengan kak Nathan bahwa sebenarnya kak Nathan adalah pria pertama yang menciumku dan juga pria pertama yang telah mengambil mahkota berhargaku." Ucap Maya


" Serius?" Tanya Nathan sambil melirik ke arah istrinya sekilas dan dalam hatinya dirinya menang banyak.


" Aku serius." Jawab Maya.


" Ceritakan semuanya padaku dan jangan ada yang ditutupi." Ucap Nathan dengan nada tegas.


" Sebenarnya kami menjalin hubungan selama sembilan tahun tetapi selama kami menjadi pasangan kekasih kami hanya berpegangan tangan saja." Ucap Maya


" Tidak pernah lebih dari pegangan tangan?" Tanya Nathan dengan nada terkejut.

__ADS_1


" Ya tidak pernah, itu dikarenakan aku yang memintanya hingga suatu saat aku berkerja sebagai administrasi setelah dua tahun kemudian aku ditawarkan untuk menjadi sekretaris CEO. Gajinya lumayan besar dan aku setuju namun belum ada sebulan dia melamar ku dan memintaku untuk berhenti bekerja, sebenarnya aku masih ingin berkerja tapi demi dia aku menuruti permintaannya." Ucap Maya


__ADS_2