
Gadis berusaha memukul lengan tuan Romero agar melepaskan cekikikan pada lehernya tapi tenaganya kalah kuat dan akhirnya semakin melemah dan tidak berapa lama menghembuskan nafas terakhirnya dengan mata melotot.
Tuan Romero berusaha bangun dan berjalan ke arah meja dekat ranjang untuk menghubungi kepala pelayan. Sambungan pertama langsung di angkat oleh kepala pelayan setelah selesai tuan Romero melempar secara asal ponselnya ke arah ranjang.
" Sebenarnya aku masih ingin bersenang - senang denganmu tapi kamu terlalu licik dan aku tidak ingin memelihara ular 🐍 yang sewaktu-waktu bisa menggigitku." Ucap tuan Romero melihat jasad Gadis yang sudah terbujur kaku.
ceklek
Tanpa menunggu ketukan pintu kepala pelayan masuk ke dalam kamar tuan Romero. Kepala pelayan mengangkat tubuh tuan Romero dan membaringkannya di ranjang. Setelah selesai kepala pelayan menggendong jasad Gadis untuk diberikan ke kandang buaya.
Lima menit kemudian pintu kamar tuan Romero di ketuk oleh seseorang.
" Masuk." Jawab tuan Romero.
ceklek
Seorang pria berpakaian dokter membuka pintu dan masuk ke dalam kamar tuan Romero. Dokter itupun duduk di samping ranjang dan mulai mengobati tuan Romero.
xxxxxxxxxxxxxx
Tiga Hari Kemudian
Hari berlalu dengan cepatnya hubungan rumah tangga Maya dengan Nathan berjalan harmonis.
" Sayang, hari ini aku mau pergi bersama kak Cantika, kak Claudia, kak Quenby, Kasandra, Cantika sama Aurora." Ucap Maya sambil memakaikan dasi suaminya.
" Mau kemana?" Tanya Nathan sambil memeluk pinggang istrinya.
" Hehehehe mau jalan-jalan ke mall sayang." Ucap Maya
" Bawa pengawal ya?" Pinta Nathan
" Tidak usah sayang apalagi kita kan bertujuh bisa bela diri." Ucap Maya sambil menampilkan puppy eyes nya yang menjadi andalannya.
Nathan menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
cup
" Baiklah, kalau ada apa-apa kabarin aku ya?" Ucap Nathan kemudian mengecup bibir istrinya singkat.
" Siap sayang." Ucap Maya sambil memberi hormat.
" Pffftttt hahahaha... kamu lucu sayang." Ucap Nathan sambil tertawa lepas.
Maya hanya tersenyum melihat suaminya tertawa lepas.
__ADS_1
" Berangkat jam berapa?" Tanya Nathan.
" Setelah suami ku berangkat baru mereka datang ke sini." Ucap Maya.
" Berarti kamu ingin mengusirku ya biar cepat-cepat berangkat." Ucap Nathan dengan wajah di tekuk.
" Tepat sekali, hush .. hush..." Ucap Maya seperti mengusir anak ayam.
" Benar-benar istri durhaka." Ucap Nathan sambil mengacak rambut panjang istrinya.
" Pffftttt hahahaha... ." Tawa lepas Maya.
" Sayang, kok aku pengen lagi seperti semalam." Ucap Nathan merasa adik kecilnya tiba-tiba menegang kembali.
" Sayang, bukannya hari ini ada rapat?" Tanya Maya.
" Betul, tapi masih ada waktu buat Nathan sambil melepaskan ikat pinggang kemudian menurunkan resleting celana panjang.
Nathan duduk di kursi sofa sambil menatap wajah cantik istrinya dengan hasrat hal itu membuat Maya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian berjalan ke arah suaminya dan duduk di lantai.
Maya mengeluarkan batang kayu yang lumayan besar dan wajahnya mendekati batang kayu tersebut kemudian memasukkannya ke dalam mulutnya dan kadang menjilat seperti menjilat es krim. Nathan yang diperlakukan seperti itu hanya memejamkan matanya menikmati apa yang dilakukan oleh istrinya hingga setengah jam kemudian batang kayu itu mengeluarkan cairan kental membuat Maya tersedak.
" Uhuk... Uhuk.. Uhuk..." Maya terbatuk-batuk sambil berjalan dengan cepat menuju ke kamar mandi.
" Lain kali aku tidak mau lagi." Ancam Maya.
" Jangan sayang, inikan hukumanmu karena tadi kamu mengusirku." Ucap Nathan sambil menyentuh tangan Maya.
" Akukan bercanda sayang." Ucap Maya.
cup
" Iya aku tahu, lain kali ngga deh." Ucap Nathan sambil menampilkan puppy eyes nya yang menjadi andalannya.
" Lupakan sayang, sayang ganti celananya dan bersihkan di kamar mandi." Ucap Maya dengan nada lembut.
cup
" Terima kasih sayang." Ucap Nathan kemudian mengecup bibir istrinya.
Nathan berjalan ke arah kamar mandi sambil melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun dan membuangnya secara asal sedangkan Maya mengambil satu persatu pakaian milik Nathan termasuk ********** kemudian dimasukkan ke dalam keranjang khusus pakaian kotor walau pakaian itu baru saja dipakai.
Maya mengambil pakaian baru dan diletakkan di sofa dan tidak berapa lama Nathan keluar dari kamar mandi dengan tubuh segar kemudian memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh istrinya.
" Sayang, kamu mandi lagi?" Tanya Maya
__ADS_1
" Iya sayang, tidak tahu semenjak kamu hamil setiap kamu melakukan itu padaku aku ingin mandi dan mengganti pakaian baru padahal aku baru saja mandi dan pakaian itu baru saja aku pakai." Ucap Nathan yang bingung dengan dirinya sendiri.
" Mungkin itu keinginan anak kita sayang." Ucap Maya sambil memakaikan kembali dasi suaminya yang baru.
" Mungkin." Jawab Nathan singkat sambil memeluk pinggang istrinya.
" Sekarang tinggal pakai jasnya." Ucap Maya sambil mengambil jas yang berada di sofa.
Maya membantu suaminya memakaikan jas suaminya kemudian mengancingkan jasnya dengan wajah serius kemudian merapikan pakaian suaminya.
" Selesai, tambah tampan suamiku." Puji Maya sambil tersenyum manis.
cup
" Terima kasih sayang." Ucap Nathan kemudian mengecup bibir istrinya.
" Sama-sama sayang, kita sarapan sayang sudah mau siang nanti terlambat." Ucap Maya sambil menggenggam tangan suaminya.
Nathan hanya menganggukkan kepalanya sambil membalas genggaman tangan istrinya kemudian mereka pun keluar dari kamar menuju ke ruang makan. Mereka sarapan bersama tanpa ada yang bicara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian mereka berdua sudah selesai sarapan pagi.
Maya mengantar suaminya sampai di depan mobil dan seperti biasa Nathan mengecup kening istrinya dengan lembut kemudian duduk di kursi belakang pengemudi sambil melambaikan tangannya ke arah Maya dan seperti biasa Maya membalas lambaian tangan suaminya.
Bodyguard yang merangkap sebagai sopir mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke perusahaan bosnya. Setelah mobil tidak terlihat Maya kembali masuk ke dalam mansion dan menghubungi ipar- iparnya. Tidak membutuhkan waktu lama Cantika istri Aleandro, Claudia istri Maximus, Quenby, Kasandra, Cantika dan Aurora kekasih Yohanes datang ke mansion.
" Kita berangkat bawa mobil berapa?" Tanya Cantika istri Aleandro.
" Satu mobil bagaimana?" Tanya Maya
" Kalau dua mobil bagaimana?" Tanya Quenby
" Lebih enak satu mobil supaya kita bisa saling menjaga satu sama lain." Ucap Claudia.
" Bagus juga usulmu kita satu mobil saja, menurut kalian bagaimana?" Tanya Cantika istri Aleandro.
" Baiklah." Jawab ke enamnya serempak.
" Aku yang nyetir mobil saja." Ucap Quenby.
" Ok." Jawab mereka serempak.
Mereka bertujuh naik mobil setelah semuanya naik Quenby mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke mall milik Aleandro kakak pertama mereka.
Dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai di mall, mereka masuk ke dalam mall dan berjalan dengan santai namun baru beberapa langkah menuju ke counter pakaian ada seseorang yang memanggilnya dengan nada ketus.
" Hei wanita murahan enak ya bersenang - senang." Ucap seorang wanita.
__ADS_1