
Quenby mencium bibir suaminya membuat Fico membalas ciuman istrinya, awalnya Fico enggan melakukan hubungan suami istri tapi lama kelamaan dirinya terhanyut dan mulai menikmatinya.
Hingga akhirnya tombak sakti milik Fico perlahan mulai bangun dan tidak membutuhkan waktu lama tombak sakti milik suaminya akhirnya masuk ke dalam goa milik istrinya.
Suara merdu keluar dari mulut mereka berdua hingga dua puluh lima menit kemudian tombak sakti milik Fico mengeluarkan cairan kental berwarna putih.
Setelah beberapa saat Fico menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping sedangkan Quenby memeluk tubuh Fico dan menciumi ketiak Fico membuat Fico geli.
" Sayang geli." ucap Fico sambil menarik tangannya tapi di tahan oleh istrinya.
" Tapi aku ingin menciumi ketiak kak Fico," jawab Quenby dengan wajah sendu.
" Tapi sayang, kakak geli banget," ucap Fico sambil berusaha menjauhkan ketiaknya walau sebenarnya dirinya tidak tega.
" Sayang ketiak mu wangi," ucap Quenby sambil masih menciumi ketiak Fico.
" Sayang, itukan jorok? bau lagi," ucap Fico yang seluruh bulu kuduknya merinding karena menahan geli.
" Siapa bilang bau? orang wangi kok," jawab Quenby.
" Sayang, aku ingin mandi dulu mau berangkat kerja," ucap Fico sambil berusaha bangun dari ranjang.
__ADS_1
" Aku ikut," jawab Quenby sambil ikut bangun dari ranjang.
" Quenby sayang, kamu sakit?" tanya Fico sambil mengarahkan tangan kanannya ke kening Quenby.
" Aku tidak sakit, memangnya kenapa sayang?" tanya Quenby sambil wajahnya menjauhkan tangan Fico agar tidak menyentuh keningnya.
" Sikapmu hari ini aneh banget," jawab Fico.
" Hiks... Hiks... hiks.." isak Quenby
Grep
" Maaf sayang," ucap Fico.
" Sayang, maaf kalau perkataan kakak bikin kamu menangis," ucap Fico masih merasa bersalah.
Quenby hanya diam namun tiba - tiba kepalanya terasa pusing membuat Quenby membalas pelukan Fico sambil menyandarkan tubuhnya dan tidak berapa lama Quenby tidak sadarkan diri sedangkan Fico mulai merasakan tubuh Quenby mulai terasa berat membuat Fico mendorong perlahan Quenby dan matanya langsung membulat sempurna.
" Quenby sayang, kamu kenapa?" tanya Fico dengan nada panik.
Fico langsung menggendong Quenby kemudian berjalan ke arah ranjang lalu meletakkan perlahan ke ranjang mereka kemudian menyelimuti tubuh polos Quenby setelah selesai Fico menghubungi dokter Kasandra untuk datang ke kamar mereka.
__ADS_1
Fico meletakkan kembali ponselnya di meja dekat ranjang kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
Hanya lima menit Fico sudah selesai mandi kilat dan memakai pakaian santai sambil duduk di sisi ranjang sambil menggenggam tangan Quenby bersamaan suara pintu kamarnya di ketuk tiga kali.
" Masuk," jawab Fico
Ceklek
Aska membuka pintu kamarnya dengan lebar kemudian dokter Kasandra masuk ke dalam sambil membawa tas kerjanya. Fico yang melihat Aska langsung menarik tangan Aska membuat kening Aska berkerut karena tidak biasanya kakak iparnya menarik tangannya.
" Ada apa?" tanya Aska penasaran.
" Nanti aku ceritakan," jawab Fico.
Aska dengan patuh tangannya di tarik dan berjalan ke arah pinggiran tangga bersamaan kedatangan Nathan dan Yohanes yang menatap mereka berdua dengan tatapan bingung.
" Ada apa? Kenapa tangan Aska di tarik?" tanya Nathan dan Yohanes serempak.
" Tahu tuh kak Fico," jawab Aska dengan nada masih bingung.
" Kakak itu bingung dengan sikap Quenby hari ini sama aku juga," jawab Fico
__ADS_1
" Bingung kenapa?" tanya Nathan, Yohanes dan Aska dengan serempak.