
" Sama-sama sayang, tapi aku minta kalau adik kecilmu sudah mau mabuk bilang biar ngga masuk dalam ke mulutku." Ucap Maya
" Memangnya kenapa sayang?"Tanya Nathan
" Rasanya aneh dan bikin aku tersedak." Jawab Maya.
" Ok, sekarang kita tidur." Ucap Nathan
Maya hanya menganggukkan kepalanya kemudian merekapun berbaring di ranjang saling berpelukan memberikan kehangatan masing-masing dan seperti biasa dada bidang suaminya dijadikan bantal untuk kepala Maya sambil membalas pelukan suaminya. Tidak membutuhkan waktu lama mereka pun sudah tertidur dengan pulas.
xxxxxxxxxxxx
Malam menjelang pagi perlahan Maya membuka matanya dan melihat wajah tampan suaminya yang masih setia memejamkan matanya. Maya mengulurkan tangannya ke arah wajah Nathan dan menyentuh mata, hidung dan terakhir bibir.
" Suamiku sangat tampan pasti banyak yang suka dengan suamiku, terkadang aku sangat takut jika tiba-tiba ada seseorang datang yang membuat suamiku menyukai wanita itu dan pergi meninggalkan aku." Ucap Maya dengan wajah sendu.
grep
" Aku sangat mencintaimu dan tidak ada wanita lain yang aku cintai selain istri tercintaku." Ucap Nathan sambil menahan tangan Maya.
" Maaf sayang mengganggu tidurmu." Ucap Maya
" Aku sudah bangun dari tadi pas kamu menggeliat aku pura-pura tidur lagi." Ucap Nathan
" Berarti apa yang aku katakan sayangku mendengarkan?" Tanya Maya
" Tentu saja, kamu harus percaya padaku kalau aku sangat mencintaimu. Jadi jangan pernah kamu mencurigai diriku." Ucap Nathan sambil membelai pipi istrinya dengan lembut.
" Baik aku akan berusaha untuk percaya." Ucap Maya.
cup
" Terima kasih sayang sudah percaya padaku." Ucap Nathan
Entah kenapa tiba-tiba Nathan merasakan perutnya mual membuat Nathan bangun dari ranjang dan berlari ke arah kamar mandi.
" Hoek hoek hoek.." Nathan memuntahkan cairan bening.
Maya yang melihat suaminya tergesa-gesa turun dari ranjang membuat Maya ikut turun mendekati suaminya.
" Sayang kenapa?" Tanya Maya sambil berjalan ke arah suaminya.
" Tidak tahu sayang, perutku sangat mual." Ucap Nathan yang masih berlutut di closet.
" Sayang jangan mendekatiku ini bau!" Perintah Nathan.
Maya langsung menghentikan langkahnya dan menatap wajah pucat suaminya.
" Sayang, aku telepon Kasandra ya." Ucap Maya
" Aku tidak apa-apa sayang, mungkin aku masuk angin." Ucap Nathan sambil menekan tombol pada closet kemudian membersihkan mulutnya di wastafel.
__ADS_1
grep
" Tapi wajahmu pucat sayang, aku telpon Kasandra ya?" Ucap Maya dengan wajah kuatir sambil memeluk suaminya.
" Baiklah." Jawab Nathan sambil membalas pelukan istrinya.
Maya dan Nathan keluar dari kamar mandi menuju ke arah ranjang.
" Sayangku istirahat ya? Aku akan menghubungi Kasandra." Ucap Maya dengan nada lembut.
Nathan hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti permintaan istrinya dengan patuh sedangkan Maya menghubungi adik iparnya. Sambungan pertama langsung tersambung.
" Hallo kak." Panggil dokter Kasandra
" Bisa datang ke mansion?" Tanya Maya
" Ada apa kak?" Tanya dokter Kasandra
" Kak Nathan tadi muntah-muntah dan wajahnya pucat." Ucap Maya
" Baik, aku akan ke sana." Ucap dokter Kasandra
" Terimakasih." Jawab Maya
" Sama-sama kak." Jawab dokter Kasandra.
Tut tut tut tut tut
" Hoek hoek hoek.." Nathan memuntahkan cairan bening kembali karena perutnya masih kosong.
Maya yang melihat suaminya kembali tergesa - gesa turun dari ranjang membuat Maya ikut turun mendekati suaminya.
" Masih mual sayang?" Tanya Maya dengan nada kuatir.
" Iya sayang, perutku mual banget." Jawab Nathan yang masih berlutut di closet.
" Sayang jangan mendekatiku ini bau!" Perintah Nathan ketika melihat istrinya sedang mendekatinya.
Maya langsung menghentikan langkahnya dan menatap wajah pucat suaminya. Tidak berapa lama Nathan menekan tombol pada closet kemudian membersihkan mulutnya di wastafel.
" Sayang, kemarin makan apa di kantor?" Tanya Maya sambil berjalan ke arah ranjang dan diikuti oleh suaminya.
" Makan seperti biasanya." Ucap Nathan
Nathan kembali berbaring di ranjang sedangkan Maya duduk di samping suaminya.
" Aku buatkan teh ya?" Ucap Maya
" Boleh sayang." Jawab Nathan
Maya berdiri dan berjalan ke arah pintu kamar mereka meninggalkan Nathan sendirian di kamarnya menuju ke arah dapur. Lima menit kemudian Maya sudah membuat teh dan susu coklat hangat khusus hamil.
__ADS_1
Maya berjalan menaiki anak tangga dengan membawa nampan bersamaan kedatangan dokter Kasandra.
" Bagaimana keadaan kakak?" Tanya dokter Kasandra sambil menaiki anak tangga.
" Masih sama tadi muntah lagi." Ucap Maya sambil menaiki anak tangga.
" Memang kemarin makan apa?" Tanya dokter Kasandra.
" Makan seperti biasanya tapi tidak tahu kenapa kak Nathan mual-mual." Ucap Maya menjelaskan.
Dokter Kasandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian dokter Kasandra membuka pintu kamar mereka dan melihat Nathan sedang berbaring di ranjang. Mereka berdua masuk ke dalam kamar kemudian dokter Kasandra mulai memeriksakan Nathan sedangkan Maya meletakkan nampan di atas meja dekat ranjang.
Maya berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dan dilanjutkan menyikat gigi sambil melakukan panggilan alam. Setelah selesai Maya keluar dari kamar mandi dan melihat Nathan dan dokter Kasandra sedang mengobrol.
" Kak Nathan sakit apa?" Tanya Maya dengan nada kuatir.
" Kak Nathan tidak sakit apa-apa." Jawab dokter Kasandra.
" Lalu kenapa tadi dua kali muntah-muntah?" Tanya Maya.
" Kak Nathan mengalami gejala morning sickness." Ucap dokter Kasandra.
" Bukannya itu biasanya hanya untuk ibu hamil?" Tanya Maya
" Iya benar tapi terkadang suaminya juga ikut mengalaminya." Ucap dokter Kasandra.
" Ini aku kasih resep untuk mengurangi gejala mualnya." Ucap dokter Kasandra sambil memberikan resep obat.
" Ok, nanti aku minta pelayan untuk menebus obat." Ucap Maya sambil menerima resepnya.
" Ok, aku tinggal dulu." Ucap dokter Kasandra sambil berdiri dan meninggalkan mereka berdua.
" Sayang, minum teh dulu ya mumpung masih hangat." Ucap Maya sambil mengambil cangkir yang berisi teh hangat.
" Baik sayang." Jawab Nathan sambil meminum teh hangat sedangkan Maya meminum susu coklat hangat.
" Sayang, aku mau ke bawah dulu ya mau meminta pelayan menebus obat." Ucap Maya setelah mereka selesai meminum.
Nathan hanya menganggukkan sedangkan Maya keluar dari kamarnya.
" Aku tidak betah kalau tidak mandi lebih baik aku mau mandi saja." Ucap Nathan sambil berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi.
xxxxxxxxxxxx
Di tempat yang berbeda Kevin sedang berbicara dengan ke dua adiknya.
" Kak Kevin aku mau berhenti sekolah saja." Ucap Rena.
" Kamu kan masih kelas dua sebentar lagi mau naik kelas tiga jadi kakak tidak setuju kalau kamu berhenti sekolah " Ucap Kevin
" Tapi kak, sekarang kakak saja kerja sebagai petugas parkir semua perusahaan tidak mau menerima kakak." Ucap Rena
__ADS_1
" Ini salah Maya dia menghasut suaminya agar kakak tidak di terima kerja di manapun." Ucap Kevin sambil menahan amarahnya terhadap Maya yang tidak mengerti apa-apa.