
" Aku ingat, si*l ternyata Anto menipuku." Ucap Rina
Rina perlahan turun dari ranjang dan mengambil pakaian kemeja pria itu dan memainkannya kemudian pergi meninggalkan pria yang telah menodainya.
Rina keluar dari kamar terkutuk itu dan menuruni anak tangga sambil menahan rasa sakit pada tubuhnya. Rina melihat pakaian miliknya ada di ruang keluarga karena Rina takut ketahuan maka Rina pergi meninggalkan mansion tersebut dan menaiki taksi yang kebetulan sedang lewat.
xxxxxx Flash Back Off xxxxxxx
" Itulah yang terjadi kak." Ucap Rina mengakhiri ceritanya.
" Di mana pria brengs*k itu?" Tanya Kevin menahan amarahnya.
" Dia masih sekolah kak dan dia sudah mempunyai kekasih baru lagi." Ucap Rina.
Rena mendorong perlahan tubuh adiknya dan menghapus air matanya.
" Kamu tidak marah sama pria brengs*k itu dan memberikan dia pelajaran?" Tanya Rena.
" Sudah kak tapi pria itu merasa tidak bersalah terlebih teman-temannya membantu dan membelanya kak." Ucap Rina
" Membela bagaimana?" Tanya Rena
" Pria brengs*k itu mengatakan kalau aku yang mengejar-ngejar dirinya karena itulah temannya membelanya dan membantunya untuk mengusirku dan mengatakan aku wanita murahan." Ucap Rina tidak berapa lama air matanya keluar.
" Ssttt sudah pria brengs*k itu akan kakak kasih pelajaran." Ucap Kevin.
" Aku juga akan membantu kakak untuk memberikan pelajaran pada pria brengs*k itu." Ucap Rena yang tidak terima adiknya diperlakukan seperti itu.
" Baiklah ayo ikut kakak, setelah pria brengs*k itu ma*i baru kita memikirkan cara menyingkirkan Maya dan suaminya." Ucap Kevin.
" Baik kak." Jawab Rena.
" Aku juga ikut kak, aku sangat membenci pria brengs*k itu." Ucap Rina.
" Kamu tahu dimana biasanya pria brengs*k itu nongkrong?" Tanya Kevin.
" Biasanya dia bersama teman-temannya pergi ke bar minum sampai mabuk baru mereka pulang." Ucap Rina
" Apakah kamu pernah ke sana?" Tanya Kevin menyelidiki adik bungsunya.
" Pernah kak dan pria brengs*k itu melecehkan aku karena aku sadar aku berontak dan pergi meninggalkan pria itu dan besoknya dia membawaku ke pria psychophat itu." Ucap Rina
" Kakak heran sama kamu, kamu bercerita ini seperti tidak ada beban biasanya jika diperlakukan seperti itu langsung sedih dan depresi." Ucap Kevin.
" Awalnya aku seperti itu kak tapi jika aku bunuh diri keenakan pria brengs*k itu karena itu aku ingin membalas dendam padanya." Ucap Rina
Kevin menganggukan kepalanya tanda mengerti.
__ADS_1
" Kakak akan membawa pukulan kasti untuk digunakan sebagai senjata." Ucap Kevin sambil mengambil pukulan kasti yang berada di kamarnya.
" Aku akan mengambil pisau dapur untuk membunuh pria brengs*k itu." Ucap Rina.
" Kakak juga akan bawa." Ucap Rena.
Ke dua kakak beradik tersebut pergi ke dapur dan mengambil pisau setelah dua menit kemudian mereka bertiga keluar dari rumah yang sempit itu menuju ke tempat bar di mana Anto berada. Lima belas menit kemudian mereka sudah sampai di tempat tujuan.
" Rina, apakah kendaraan pria brengs*k itu ada di sini?" Tanya Kevin
Rina menatap ke arah parkiran motor dan melihat motor Anto dan teman-temannya terparkir dengan rapih bersama motor lainnya.
" Ada kak, motor gede itu milik pria brengs*k itu dan di samping kanan ada dua motor dan di samping kiri juga ada dua motor itu milik teman-temannya." Ucap Rina.
" Kalian di sini dulu kakak akan kempes sin ban mereka." Ucap Kevin.
" Baik kak." Jawab Rena dan Rina serempak.
Kevin meletakkan pukulan kasti di samping Rena kemudian berjalan ke arah parkiran motor. Kevin mulai mengempeskan satu persatu dari motor Anto di lanjutkan ke motor teman-temannya Anto. Setelah beres Kevin berjalan ke arah di mana ke dua adiknya bersembunyi.
Satu jam lamanya mereka menunggu dan tidak berapa lama Anto dan teman-temannya keluar dari bar dalam keadaan mabuk. Kevin, Rena dan Rina hanya menatap mereka dari tempat yang tidak begitu jauh.
" Si*an banku hik.. hik.. kempes." Umpat Anto sambil turun dari motor dengan sempoyongan karena banyak meminum alkohol.
" Aku nebeng kamu ya? hik... hik..." Sambung Anto sambil memegang motornya agar berdirinya seimbang.
" Aku juga sama." Ucap teman yang lainnya.
" Pasti ada orang hik.. hik... yang iseng melakukan ini." Ucap Anto dengan nada kesal.
" Sudah lebih baik kita jalan kaki saja apalagi rumah kita tidak begitu jauh." Ucap temannya.
" Baiklah." Jawab teman-temannya serempak.
Ke lima pemuda itupun pergi meninggalkan area parkiran dengan berjalan kaki sedangkan Kevin, Rena dan Rina mengikuti mereka dengan jalan perlahan agar tidak ketahuan. Di jalan yang mulai sepi Kevin, Rena dan Rina mempercepat jalannya membuat ke lima pemuda tersebut menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya untuk melihat siapa yang mengikuti mereka.
bugh bugh
bugh bugh
bugh
Baru saja ke lima pemuda itu membalikkan badannya Kevin memukul tanpa jeda membuat ke lima pemuda itu langsung ambruk.
" Biarkan aku yang membunuh pria brengs*k ini." Ucap Rina sambil menatap tajam ke arah Anto.
duag
__ADS_1
bruk
Rina berjalan ke arah Anto dan mengarahkan pisaunya ke perut Anto. Anto yang melihatnya berusaha untuk menghindar tapi sebelum bangun Rena langsung menendang tulang kering Anto hingga Anto kembali terjatuh.
jleb
jleb
bruk
" Akhhhhhhhh." Teriak Anto sambil memegangi perutnya yang mengeluarkan darah segar.
Tanpa menunggu lama Rina langsung menusuk perut Anto sebanyak dua kali membuat Anto ambruk sedangkan Kevin tanpa ampun memukul teman - teman Anto sampai tidak sadarkan diri.
" Kak mereka tidak sadarkan diri." Ucap Rina
" Lebih baik bikin mereka ma*i semua daripada nanti melaporkan ke polisi." Ucap Kevin dengan nada tegas.
" Baik kak." Jawab ke dua adiknya serempak.
Kevin, Rena dan Rina tanpa punya rasa empati sedikitpun terhadap ke lima pemuda tersebut. Kevin memukul berulang kali sedangkan Rena dan Rina menusukkan pisaunya berulang kali ke lima pemuda secara bergantian dan tanpa sepengetahuan mereka kejadian tersebut di rekam oleh seseorang.
Setelah merasa puas mereka pergi dari tempat tersebut menuju ke arah rumahnya yang jauh dari keramaian untuk membersihkan dirinya.
xxxxxxxxxxxx
Di tempat yang berbeda Nathan dan istrinya sedang tertidur dengan pulas saling berpelukan hingga ponsel milik Nathan bergetar. Nathan langsung bangun dari ranjangnya dan berjalan dengan langkah cepat ke arah keluar kamarnya.
" Hallo." Panggil Nathan
" Tuan, saya mengirim video ke tuan." Ucap salah satu anak buahnya.
" Isinya tentang apa?" Tanya Nathan
" Tentang pembunuhan sadis kekasih adiknya yang bernama Rina." Ucap salah satu anak buahnya.
" Siapa yang melakukannya? Apakah Kevin?" Tanya Nathan.
" Tuan Kevin dan ke dua adiknya yang bernama nona Rena dan nona Rina." Ucap pegawai anak buahnya.
" Tambahkan mata-mata dan awasi mereka untuk mengetahui apa yang dilakukannya oleh mereka? Jika mereka ingin mencelakai istriku tembak mereka." Jawab Nathan dengan nada dingin.
" Baik tuan." Jawab anak buahnya.
Tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus secara sepihak oleh Nathan.
__ADS_1