Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Sekretaris Fico dan adik kandung ibunya Dita


__ADS_3

" Dua sopir yang menabrak Quenby dan Maya sudah di tangkap oleh keluarga paman Alvonso," jawab daddy Thomas.


" Di mana mereka dad?" tanya Nathan dengan pandangan menggelap.


" Di kantor polisi," jawab daddy Thomas berbohong.


Aleandro, Maximus, Nathan, Yohanes, Aska dan Robert tahu maksud perkataan daddy Thomas kalau ke dua sopir itu berada di markas milik daddy Alvonso tapi mereka semua diam dan pura - pura percaya dengan apa yang dikatakan oleh daddy Thomas.


" Apakah sudah tahu siapa dalangnya?" tanya Nathan.


" Sudah," jawab daddy Thomas singkat.


" Siapa dad?" tanya mereka serempak.


" Sekretaris Fico dan adik kandung ibunya Dita," jawab daddy Thomas.


" Apa????" teriak mereka serempak


" Aku tidak menyangka sekretaris Fico sejahat itu," ucap Aleandro.


" Iya benar aku sama sekali tidak menyangka," sambung Maximus.

__ADS_1


" Padahal kita baru ketemu di perusahaan milik kak Fico, tidak aku sangka wanita itu sangat licik dan sangat jahat tega mencelakai kak Quenby," sambung Yohanes.


" Kalian sudah melihat sekretaris Fico?" tanya daddy Thomas.


" Sudah dad, tadi kami berenam pergi ke perusahaan milik Fico," jawab Aleandro.


" Oh ya satu lagi adik kandung ibunya Dita berkerja di perusahaan Nathan," ucap daddy Thomas.


" Apa???" teriak mereka serempak seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan daddy Thomas.


Terlebih Nathan karena dirinya tidak menyangka memperkerjakan wanita ular di perusahaan miliknya membuat Nathan mencabut selang infus.


" Aku akan pergi dad," jawab Nathan sambil turun dari ranjang.


" Baik tapi untuk para wanita tinggal di sini temani Quenby dan mengurus pemakaman Maya," perintah daddy Thomas.


" Sebelum aku pergi ingin menemui istriku dulu," ucap Nathan


" Kakak temani," ucap Aleandro dan Maximus serempak.


" Baik kak," jawab Nathan.

__ADS_1


" Aska katakan pada Fico apakah mau ikut kita atau menjaga Quenby," perintah daddy Thomas.


" Baik dad," jawab Aska patuh.


" Aska, jika Fico ikut kalian maka katakan pada Fico kalau mommy dan saudara - saudara lainnya yang menjaga Quenby," ucap mommy Gloria.


" Baik mom," jawab Aska patuh.


" Robert kita pergi dan mommy jika Aleandro, Maximus, Fico, Nathan, Yohanes dan Aska datang bilang pada mereka kalau daddy menunggu di lobby rumah sakit," ucap daddy Thomas.


" Baik dad," jawab mommy Gloria dan Robert serempak.


Daddy Thomas dan Robert pergi meninggalkan ruangan tersebut sambil menunggu Aurora yang masih terbaring lemah, di tempat yang sama hanya berbeda ruangan Nathan berada di ruang jenasah di mana Maya yang masih setia memejamkan matanya dengan wajah pucat dan tubuh yang sudah dingin.


Nathan menggenggam tangan istrinya sambil memeluknya, Nathan menangis dan berteriak hatinya sangat hancur melihat istrinya meninggalkan dirinya untuk selamanya hingga air matanya membasahi tubuh Maya.


" Sayang hiks... hiks... kenapa kamu jahat meninggalkan aku dan ke lima anak kita? Apakah kamu tahu aku tidak bisa hidup tanpamu? Jika seandainya memilih lebih baik aku yang pergi meninggalkan kalian karena aku tidak sanggup kehilanganmu." ucap Nathan sambil terisak.


Nathan memandangi wajah Maya kemudian mengecup kening Maya dengan lembut dengan air mata tidak berhenti keluar hingga membasahi wajah Maya dari kening turun ke hidung kemudian bibir Maya yang sudah menjadi candunya.


" Aku akan selalu setia dan tidak ada wanita lain yang bisa menggantikan dirimu karena aku sangat tulus mencintaimu sampai Tuhan memanggilku dan kita dipertemukan kembali," sambung Nathan.

__ADS_1


Setelah selesai bicara Nathan melepaskan genggaman tangannya namun tangan Maya menahannya seakan tidak ingin di tinggal sendiri membuat Nathan menatap tangannya kemudian menatap mata Maya yang masih setia memejamkan matanya.


" Sayang bangunlah, aku sangat merindukanmu," ucap Nathan dengan air mata tidak berhenti keluar.


__ADS_2