Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Bela


__ADS_3

" Kak Fico kenapa tangannya berdarah?" Tanya Quenby sambil memegang perlahan tangan Fico kemudian menatap tangan tuan Saverio yang masih di perban.


" Daddy juga berdarah " Ucap Quenby.


Semua orang menatap tangan tuan Saverio dan tangan Fico yang dipegang oleh Quenby sedangkan Quenby meniup tangan Fico agar tidak sakit membuat hati Fico sangat bahagia karena diperhatikan oleh kekasihnya.


" Biar aku cek dulu." Ucap dokter Kasandra sambil berdiri dan berjalan ke arah kamarnya.


" Kak Fico dan daddy Saverio ke ruang keluarga aku akan ganti perbannya." Ucap dokter Kasandra ketika melewati Fico.


" Hanya luka kecil." Ucap tuan Saverio dan Fico serempak.


" Walau luka kecil kalau tidak diperdulikan bisa infeksi." Ucap Quenby sambil berdiri diikuti oleh Fico.


" Tapi merasa tidak enak gara - gara aku maka kamu dan Kasandra terpaksa menunda makan." Ucap Fico merasa tidak enak hati.


" Kamu jangan merasa tidak enak hati karena lukamu lebih penting dari pada nanti infeksi dan kami semua akan menunggu kalian makan bersama." Ucap mommy Gloria dengan nada lembut sambil tersenyum.


" Tapi mom..." Ucapan Fico terpotong oleh daddy Thomas.


" Lukamu lebih penting jadi obati lukamu dulu baru kita makan bersama." Ucap daddy Thomas dengan nada tegas dan tidak ingin di bantah.


" Baik dad, mom dan terima kasih sudah perduli dengan Fico." Ucap Fico terharu.


Fico mengira kalau perbannya terkena noda darah hanya disuapi oleh Quenby dan akan diobati nanti jika selesai makan tapi ternyata perkiraannya salah, dirinya sangat terharu ternyata keluarga Quenby sangat perduli padanya. Sedangkan tuan Saverio hanya diam tapi hatinya sangat bahagia dan baru merasakan arti dari sebuah keluarga.


" Kamu sudah menjadi bagian keluarga kami, jadi obati dulu lukamu." Ucap mommy Gloria.


" Iya mom." Jawab Fico patuh.


Fico dan Quenby berjalan ke arah ruang keluarga dan mereka melihat dokter Kasandra memegang perban, dokter Kasandra membuka perlahan perban Fico kemudian mengobatinya setelah selesai mengganti perban berlanjut membuka perban tuan Saverio dan mulai mengobatinya setelah beberapa saat dokter Kasandra membereskan perlengkapan dokter dan dimasukkan ke dalam tas dokter.


" Dua hari jangan terkena air dulu biar tidak infeksi." Ucap dokter Kasandra.


Tuan Saverio dan Fico hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka bertiga berjalan ke ruang makan karena mereka di tunggu oleh keluarga besarnya.


" Quenby tangan Fico terluka, kamu suapi Fico." Perintah mommy Gloria,


" Baik mom." Jawab Quenby patuh, Quenby mengambil piring Fico kemudian mulai menyendok kan nasi bersama lauk dan menyuapi ke mulut Fico.


" Kamu juga makan." Ucap Fico setelah makanan dalam mulutnya habis.


Quenby menganggukkan kepalanya kemudian Quenby mulai menyendok kan piring miliknya ke mulutnya setelah selesai menyendok kan piring milik Fico secara bergantian hingga tidak terasa piring milik Fico dan Quenby sudah habis begitu pula dengan keluarga Quenby, para wanita kecuali Mommy Gloria, Maya dan Quenby merapikan meja makan dan mencuci piring dan gelas kotor.


Awalnya Maya dan Quenby ingin membantu tapi karena baru sembuh dari sakit mereka melarangnya, mereka berjalan ke arah ruang keluarga untuk mengobrol bersama hingga datang kepala pelayan mendekati Nathan.


" Maaf tuan muda Nathan, ada yang mencari tuan Nathan." Ucap kepala pelayan.

__ADS_1


" Siapa?" Tanya Nathan.


" Ibunya nona kecil Dita, tuan muda." Ucap kepala pelayan.


" Suruh masuk ke dalam." Ucap mommy Gloria.


" Baik nyonya besar." Jawab kepala pelayan kemudian menundukkan kepalanya dan pergi meninggalkan mereka.


Tidak berapa lama ibunya Dita datang dan berjalan mendekati Nathan tanpa punya rasa malu sedikitpun dengan keluarga Nathan.


" Duduk di sana." Perintah Nathan dengan nada tegas dan wajah datar.


Dengan wajah cemberut ibunya Dita duduk berhadapan dengan Nathan hanya di batasi oleh meja.


" Ada apa Bela?" Tanya Nathan tanpa basa basi.


" Aku ingin mengambil putriku Dita, kemana Dita?" Tanya Bela sambil menatap ke sekeliling ruangan.


" Cih, mengambil putrimu? dulu kamu kemana saja ketika suamimu sakit - sakit tan dan akhirnya meninggal." Ucap Nathan dengan wajah sinis.


" Memang aku akui aku bersalah dengan putriku karena meninggalkannya tanpa berita tapi jujur saat itu aku mencari uang yang banyak untuk mengobati penyakit suamiku." Ucap Bela berbohong.


" Mommy, daddy." Panggil Dita tiba - tiba datang dan duduk di tengah - tengah Nathan dan Maya.


" Ada apa sayang?" Tanya Maya sambil membelai Dita.


" Tante siapa? Tante bukan mommyku, mommyku ini." Ucap Dita sambil memeluk Maya.


" Dia bukan ...." Ucapan Bela terpotong oleh Nathan.


" Yohanes gendong Dita dan bawa ke kamar." Perintah Nathan.


" Baik kak." Jawab Yohanes patuh.


" Dita sayang, ikut paman Yohanes ya." Pinta Nathan.


" Baik daddy." Jawab Dita patuh


Yohanes langsung berdiri dan menggendong Dita tapi dihalangi oleh Bela, Nathan yang melihatnya langsung berdiri dan tangannya langsung menarik tangan Bela dan menatapnya dengan tajam sedangkan Yohanes berjalan dengan langkah cepat menuju ke kamarnya karena Yohanes tidak ingin Dita mendengar keributan orang dewasa.


" Kenapa kamu tega memisahkan aku dengan putri kandungku?" Tanya Bela sambil mengeluarkan air mata buayanya.


" Kalau kamu memang mencintai putrimu seharusnya kamu berpikir dulu sebelum meninggalkannya." Ucap Nathan sambil melepaskan tangannya.


" Akukan sudah bilang kalau aku berkerja." Ucap Bela berbohong.


" Oh ya, sekarang mana uangnya?" Tanya Nathan

__ADS_1


" Aku simpan di rumah." Ucap Bela berbohong kembali.


" Sekarang aku ingin mengambil putriku jika tidak aku akan pergi ke pengadilan kalau kamu tidak mau menyerahkan putriku kecuali.." Ucap Bela menggantungkan kalimatnya.


" Kecuali apa?" Tanya Nathan


" Menikah denganku." Ucap Bela percaya diri.


" Apa???" Teriak mereka serempak yang ada di situ,


" Kamu gi*a ya? Aku sudah menikah dengan orang yang aku cintai." Ucap Nathan naik satu oktaf.


" Jadikan aku istri ke dua." Ucap Bela tanpa punya rasa malu sedikitpun.


Plak


Plak


" Hanya pria gi*a yang mau menikah dengan wanita yang tidak punya rasa malu." Ucap mommy Gloria kemudian menampar ke dua pipi Bela.


" Si*l, dasar wanita gi*a ikut campur urusanku." Ucap Bela dengan nada ketus


Plak


" Jangan sekali - kali kamu menghina mommyku." Ucap Maya sambil menatap tajam ke arah Bela dan menampar pipi Bela.


Plak


" Tutup mulutmu, jika tidak aku akan jahit mulutmu yang beracun." Ancam Quenby kemudian menampar Bela hingga bibirnya pecah dan mengeluarkan darah segar


" Ada apa ini?" Tanya Cantika istri Aleandro diiukuti oleh, Claudia istri Maximus, dokter Kasandra dan Cantika.


" Brengs*k." Umpat Bela sambil mendorong dengan sekuat tenaga ke arah Quenby dan Maya.


Grep


Grep


Karena belum ada persiapan Quenby nyaris terjatuh tapi Fico langsung memeluk Quenby agar tidak terjatuh begitu pula dengan Nathan terlebih Quenby dan Maya baru sembuh dari sakit.


" Pengawal, Usir wanita ini." Teriak Nathan


" Baik tuan." Jawab dua orang bodyguard tersebut dengan serempak.


" Nathan, aku tidak terima aku akan lapor ke polisi kalau kamu dan keluarga besar mu telah menculik putriku." Ancam Bela.


" Lapor lah dan aku bisa pastikan kalau hal itu tidak akan terjadi." Ucap Nathan sambil menggendong istrinya ala bridal style.

__ADS_1


__ADS_2