Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Maya Di Culik


__ADS_3

" Setuju," jawab mereka serempak.


Para pria berjalan ke arah gudang di mana perlengkapan tenda tersimpan di gudang sedangkan para wanita membuat makanan kecil dan minuman untuk acara kemping mereka.


Di tempat yang berbeda Maya, Nathan, Aurora dan Yohanes sudah sampai di warung yang menjual bakso dan juga rujak, warung tersebut sangat bersih dan nyaman karena hari kerja dan masuk sekolah maka warung tersebut tidak begitu ramai.


Tanpa sepengetahuan mereka sepasang mata menatapnya dengan tatapan tajam ke arah Maya yang sedang tertawa bersama Nathan dan ke dua adik iparnya.


" Aku ingin ke toilet sebentar," ucap Maya.


" Aku temani," ucap Nathan.


" Tidak usah sayang dekat kok," jawab Maya.


Maya berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi tanpa curiga sedikitpun jika dirinya diikuti oleh seseorang, Maya masuk ke dalam kamar mandi setelah beberapa saat kemudian Maya keluar dari kamar mandi namun baru beberapa langkah tengkuknya di pukul dengan benda keras membuat Maya membalikkan badannya.


Bugh


" Kamu," ucap Maya terkejut sambil menahan rasa sakit pada tengkuknya.


Bruk

__ADS_1


Selesai berbicara kepala Maya terasa pusing dan tidak berapa lama dirinya tidak sadarkan diri, orang tersebut menarik tubuh Maya ke arah belakang warung menuju sebuah mobil yang sengaja di parkir di belakang warung.


Maya dimasukkan ke dalam kursi belakang pengemudi kemudian orang tersebut berjalan dengan langkah cepat membuka pintu pengemudi dan duduk di kursi pengemudi.


Orang tersebut mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke tempat gedung tua sedangkan di tempat yang berbeda entah kenapa perasaan Nathan tidak enak membuat Nathan menyuruh Aurora untuk menyusul Maya.


" Aurora, perasaan kakak kok tidak enak ya? Coba kamu susul Maya," pinta Nathan.


" Perasaanku juga tidak enak apalagi dari tadi kak Maya ke kamar mandi belum juga kembali," jawab Aurora.


Aurora langsung berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi, sampai di kamar mandi Aurora membuka satu persatu kamar mandi yang tertutup dengan rapat namun sebelumnya mengetuk pintu terlebih dahulu.


" Kenapa kak Maya tidak ada? apa jangan - jangan kak Maya di culik," ucap Aurora dengan wajah panik.


" Bagaimana?" tanya Nathan tidak sabar.


" Kak Maya hilang kak," ucap Aurora


" Apa???" pekik Nathan dan Yohanes serempak sambil berlari ke arah kamar mandi.


Aurora langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi mommy Gloria sedangkan di tempat berbeda daddy Thomas, mommy Gloria bersama anak - anak kembarnya dan para menantunya dan para cucunya sedang menikmati cemilan sambil tertawa bersama.

__ADS_1


Hingga ponsel milik mommy Gloria berdering. Mommy Gloria mengambil ponselnya yang di simpan di dalam tenda dan melihat Aurora menantunya menghubungi dirinya.


" Tumben Aurora telepon mommy," ucap mommy Gloria dengan nada terkejut,


" Siapa tahu penting mom," ucap daddy Thomas


Mommy Gloria menggeser tombol berwarna hijau kemudian menempelkannya di telinganya


( ' Ada apa Aurora?' )


( ' Mommy, kak Maya hilang pas pergi ke toilet' )


( ' Apa??' )


( ' Ini kak Nathan dan kak Yohanes lagi nyari kak Maya' )


( ' Baik, kabarin mommy kalau Maya ketemu' )


( ' Baik mom' )


Tut                 Tut                           Tut

__ADS_1


Sambungan komunikasi langsung terputus sedangkan mereka yang mendengar pekikan mommy Gloria dan menyebut nama Maya membuat mereka menghentikan obrolannya.


" Maya, kenapa mom?" tanya daddy Thomas


__ADS_2