
" Baik kak." Jawab adiknya.
Adiknya yang memakai pakaian dokter mengecek nadi pria tersebut setelah beberapa saat adiknya meminta kakaknya untuk membantu mengeluarkan pria itu dan membawanya ke dalam mobil mereka untuk di bawa ke rumah sakit. Kakaknya duduk di kursi belakang bersama pria itu sedang berbaring lemah dan menggunakan ke dua pahanya sebagai bantalan kepalanya.
" Kasandra sepertinya aku pernah melihat pria ini dimana ya?" Tanya kakaknya sambil berfikir.
" Kak Quenby mah kalau melihat orang pasti bilang kayaknya aku kenal deh tapi ujung-ujungnya bilang oh maaf ternyata mirip." Goda dokter Kasandra.
Mereka adalah anak - anak pasangan daddy Thomas dan mommy Gloria, tanpa mereka sadari mereka menolong musuh yang ingin mencelakai kakak kembarnya yang bernama Yonathan atau di kenal dengan sebutan Nathan dan kakak iparnya yang bernama Maya dan juga hampir mencelakai kakak kembarnya yang bernama Maximus.Tidak berapa lama mereka sampai di rumah sakit dokter Kasandra memarkirkan mobilnya secara asal kemudian turun dari mobil.
" Pak, tolong panggil suster untuk membawa brankar." Pinta dokter Kasandra
" Baik dok." Jawab security tersebut sambil berjalan dengan cepat.
Dokter Kasandra membuka pintu mobil dan tidak berapa lama dua perawat datang sambil membawa brankar, dua perawat itupun menggotong tubuh pemuda itu dan meletakkan di brankar kemudian mendorongnya ke arah ruang operasi mengingat pemuda itu terluka parah. Dokter Kasandra dan Quenby berjalan ke ruangan milik dokter Kasandra untuk mengganti pakaian mereka yang terkena noda darah milik pemuda itu.
" Kakak tidak kuliah?" Tanya dokter Kasandra yang mengetahui kakakmya sangat suka belajar.
" Jam ke dua aku kuliah karena jam kuliah pertama sudah mulai." Jawab Quenby.
Lalu kamu mau pulang atau menungguku?" Tanya dokter Kasandra
" Aku nunggu di pintu operasi jika dua jam masih lama aku berangkat kuliah naik ojek online." Jawab Quenby.
" Kenapa kakak tidak naik mobil sendiri?" Tanya dokter Kasandra.
" Kakak lagi malas." Jawab Quenby
ceklek
__ADS_1
Dokter Kasandra membuka pintu ruangannya dan mengganti pakaian operasi sedangkan Quenby meminjam pakaian adiknya dokter Kasandra karena ukuran tubuh mereka sama setelah selesai mereka keluar dari ruangan tersebut menuju ke ruangan operasi. Seorang security rumah sakit berjalan ke arah mereka dan ternyata security tersebut meminta kunci mobil milik dokter Kasandra agar memarkirkan mobil sesuai di tempat parkir dan dokter Kasandra memberikan kunci ke security tersebut.
Kini Quenby duduk di kursi tunggu ruang operasi sambil menghubungi temannya kalau dirinya tidak datang kuliah hamoir satu empat puluh lima menit lamanya Quenby menunggu adiknya karena bosan Quenby berdiri dan berjalan ke arah lobby rumah sakit sambil memesan ojek online. Setelah menunggu lima menit ojek online pun datang dan Quenby masuk ke dalam mobil. Mobil itupun melaju dengan kecepatan sedang menuju ke arah kampus dalam perjalanan Quenby mengirim ke adik kembarnya yang bernama dokter Kasandra kalau dirinya berangkat ke kampus,
****
Sepuluh menit kemudian setelah Quenby pergi adik kembarnya yang bernama Nathan dan istrinya yang bernama Maya mereka berdua berjalan ke ruang dokter kandungan tanpa perlu mendaftar karena rumah sakit tersebut adalah milik keluarganya. Maya berbaring di ranjang kemudian perawat tersebut menarik dres milik Maya ke atas sampai ke dada sambil menutupi bagian privasinya dengan menggunakan selimut. Setelah selesai perawat itu memberikan gel dingin ke perut Maya kemudian dokter kandungan meletakkan stick yang terhubung di layar telivisi. Nathan, Maya, dokter dan perawat melihat janin kembar lima membuat Maya dan Nathan tersenyum bahagia.
" Tuan dan nyonya janinnya sehat dan aktif." Ucap perawat tersebut.
" Kami tidak sabar untuk melihat 5 anak kami." Ucap Nathan sambil menggenggam tangan istrinya.
" Masih lama tuan." Jawab dokter tersebut.
Nathan hanya membelai perut istrinya yang mulai sedikit buncit tanpa menjawab ucapan dokter tersebut, setelah selesai di usg perawat itupun melap sisa gel dingin tersebut di perut Maya kemudian suster tersebut menarik perlahan dres yang dikenakan oleh Maya. Maya perlahan turun dari ranjang dengan di bantu suaminya kemudian mereka duduk berhadapan dengan dokter tersebut yang hanya dibatasi oleh meja.
" Nanti saya akan memberikan obat penghilang mual untuk tuan." Ucap dokter tersebut.
" Kalau istriku dok?" Tanya Nathan
" Maaf tuan untuk istri tidak bisa karena istri tuan sedang hamil, kami sebagai dokter kandungan hanya bisa memberikan obat penguat kandungan dan vitamin." Jawab dokter tersebut.
" Tapi istriku kasihan dok tersiksa." Ucap Nathan
" Maaf tuan sudah biasa untuk ibu hamil mengalami gejala morning sickness." Jawab dokter tersebut.
" Kalau begitu obat penghilang mual tidak usah dok." Ucap Nathan
" Bukankah tuan mengatakan sangat tersiksa kenapa tuan tidak mau meminumnya?" Tanya dokter tersebut dengan nada bingung.
__ADS_1
" Aku sangat mencintai istriku dan ke lima anak kami karena itu biarlah aku mengalami apa yang namanya morning sickness bersama istriku." Ucap Nathan sambil mengecup punggung tangan istrinya.
Maya sangat terharu mendengar ucapan suaminya sedangkan dokter dan perawat itu hanya memandang sambil berharap mempunyai pasangan seperti Nathan. Setelah beberapa lama Nathan dan Maya keluar dari ruangan dokter kandungan bersamaan ponselnya berdering membuat Nathan mengambil ponselnya di saku jasnya dan melihat kakak kembarnya yang bernama Aleandro menghubungi dirinya.
" Sayang duduklah." Ucap Nathan sambil menggeser tombolnya berwarna hijau dan menempelkan ponselnya di telinga Aleandro.
" Hallo kak Aleandro, ada apa?" Tanya Nathan yang masih berdiri.
Maya langsung duduk di kursi untuk menunggu obat sambil membuka tasnya kemudian mengambil ponselnya sedangkan Nathan masih berkomunikasi dengan kakak kembarnya yang bernama Aleandro.
" Masih di rumah sakit?" Tanya Aleandro
" Masih kak, lagi nunggu obat kok." Jawab Nathan
" Maya ada di sebelahmu?" Tanya Aleandro
" Hallo kak... hallo..." Panggil Nathan pura-pura
" Sayang kamu di sini jangan kemana - mana, aku mau menelepon kak Alendro dekat lobby." Ucap Nathan dengan nada lembut sambil tersenyum dan mengusap rambut istrinya dengan lembut.
" Ok." Jawab Maya
Nathan memberikan kode ke arah dua orang bodyguard untuk menjaga istrinya kemudian pergi ke arah lobby agar Maya tidak mendengar percakapannya dengan kakak kembarnya, setelah sampai di lobby Nathan menempelkan kembali ponselnya ke telinganya.
" Ada apa kak?" Tanya Nathan dengan nada dingin dan datar berbeda ketika bersama istri dan keluarga besarnya.
" Kevin sudah di tangkap oleh Aska dan Robert apakah di tembak ma*i saja atau di penjara?" Tanya Aleandro
" Tembak saja kak dari pada nanti dia kabur dan membahayakan istriku terlebih sekarang istriku sedang hamil, aku tidak sanggup jika kehilangan orang yang aku cintai." Ucap Nathan.
__ADS_1